alexametrics

Floating Roof Terjemahkan Lahan Asimetris

27 September 2020, 20:04:25 WIB

Salah satu permasalahan tinggal di kota padat adalah keterbatasan lahan. Kalaupun ada lahan, tidak sedikit yang memiliki bentuk dan ukuran yang tricky. Misalnya, rumah di kawasan Jakarta Selatan ini. Lahan asimetris lima sisi itu menjadi tantangan utama bagi arsitek Novriansyah Yakub untuk menjadikannya rumah tinggal yang nyaman dan bernilai estetis.

LAHAN seluas 265 meter persegi itu unik. Terdapat lima sisi dan besar pada bagian belakang atau mengantong. Ada bagian lahan yang ngumpet di balik kavlingan rumah orang lain yang berada di depan. Hanya ada satu sisi yang bisa dijadikan bukaan. ’’Biasanya, ada lahan empat sisi yang bisa dijadikan dua bukaan. Tapi, ini cuma dapat satu,’’ kata arsitek yang akrab disapa Riri tersebut.

Satu hal yang pasti, rumah itu tidak bisa memiliki fasad yang biasa. Sebab, lahan memang cenderung menjorok ke dalam. Karena itu, Riri berusaha menerjemahkannya dengan menciptakan desain atap yang berbeda dengan rumah biasa. Atap dibuat asimetris serta mengikuti bentuk lahan. ’’Kalau dibikin atap normatif, atap dan bangunan enggak bakal ketemu tuh karena banyak tekukan,’’ jelas founder firma desain dan arsitektur Atelier Riri tersebut.

Alhasil, atap itu berbentuk seperti kertas yang dilipat-lipat demi merespons pertemuan sudut-sudut atap itu sendiri. Untuk mempertegas atap, Riri membuatnya seolah-olah terpisah dari massa bangunan. Karena itulah, rumah tersebut disebut floating roof house. ’’Ada massa ruangan di bawahnya yang dinaungi atap. Seolah-olah ekspresinya seperti itu,’’ ungkapnya.

Rumah itu dibuat tanpa pagar. Area paling depan adalah carport yang berbatasan langsung dengan halaman rumah tetangga. Namun, dari situ terlihat bahwa atap dibuat tersambung langsung dari lantai 2. Di lantai 2 dekat carport, ada koridor sebagai tempat sirkulasi udara. Koridor itu menghubungkan area kamar anak dengan area servis di lantai 2.

’’Jadi, kalau ’diangkat’, sebenarnya cuma ada satu atap. Tapi, dibuat menerus dan ’dilipat’ untuk menutupi bangunan di bawahnya,’’ terangnya. Keunikan atap tersebut terlihat dari dalam rumah. Beberapa dinding tampak miring atau asimetris. Banyaknya material kaca yang digunakan membuat rumah itu mendapat pasokan cahaya matahari yang cukup banyak. Berpadu manis dengan ketidaksimetrisan ruangan yang justru membuatnya makin menarik.


(Arsitektur Atelier Riri for Jawa Pos)

FLOATING ROOF HOUSE

  • Luas tanah: 265 meter persegi
  • Luas bangunan: 218,8 meter persegi
  • Lokasi: Jakarta Selatan

 

HIGHLIGHTS

SPACE TAMAN

(Arsitektur Atelier Riri for Jawa Pos)

Riri memanfaatkan lahan tersebut untuk membuat bangunan dengan bentuk seperti huruf L. Jadi, masih ada beberapa space yang kosong. Salah satunya dimanfaatkan menjadi taman yang berada di sudut belakang rumah. ’’Itulah permintaan owner yang coba kami wadahi,’’ katanya.

DOMINASI MONOKROM

(Arsitektur Atelier Riri for Jawa Pos)

Tidak banyak warna yang dituangkan dalam interior maupun eksterior rumah tersebut. Riri lebih banyak bermain dengan warna hitam dan putih. Kemudian, dipadukan dengan material alami seperti batu bata yang dibiarkan tereskpos dan kayu. ’’Kami mau meng-capture lanskap dan surrounding ruang luarnya. Jadi, warnanya dibuat seolah-olah menjadi bagian dari alam,’’ tandasnya.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : adn/c14/ayi




Close Ads