alexametrics

Desain Rumah Keluarga Milenial: Pakai Foyer, tanpa Ruang Tamu

26 Desember 2019, 15:35:19 WIB

JawaPos.com – Generasi milenial identik dengan karakternya yang simpel dan tidak mau ribet. Termasuk dalam pemilihan rumah tinggal. Tidak mau terlalu luas karena harga properti semakin mahal, tapi harus cukup mengakomodasi kebutuhan sehari-hari. Plus memiliki desain yang keren dan modern.

SALAH satu konsep rumah compact tertuang dalam show unit Minnesota di Pelican Hill, CitraLand, Surabaya. Ukuran rumah tersebut tidak begitu besar, yaitu 8 x 15 m. Meski begitu, di dalamnya terdapat ruangan yang lengkap untuk keluarga muda. ’’Dengan lahan yang terbatas, kami buat seideal mungkin sesuai kebutuhan anak-anak muda generasi masa kini,’’ kata Lauw Hendra, associate director Ciputra Group.

Dimulai dari space terdepan. Yakni, carport. Rumah tanpa pagar itu tak memiliki garasi. Kendati demikian, halamannya cukup untuk dua mobil. Menurut Dany Pramon, arsitek CitraLand, hal itu bertujuan menghemat ruang. ’’Biasanya, kalau ada garasi di dalam, malah tidak dipakai menyimpan kendaraan. Justru jadi gudang. Kalau begini kan bisa lebih compact, tetapi fungsinya maksimal,’’ terangnya.

ELEGAN: Penataan interior pada kamar tidur dengan pernik yang menyesuaikan konsep desain kotemporer dengan sentuhan modern. (Angger Bondan/Jawa Pos)

Beralih ke dalam rumah, Dany mengatakan bahwa keluarga masa kini tak terlalu mementingkan ruang tamu. Toh jarang ada tamu yang berkunjung. Acara kumpul-kumpul dialihkan ke ruang keluarga yang terhubung dengan ruang makan. Memberi kesan lebih lega pada area yang sebetulnya tak begitu luas itu.

Semakin fresh berkat taman belakang yang berhadapan langsung dengan seluruh area di rumah. Crossventilation membuat hunian terasa sejuk meski tak menggunakan AC. Banyaknya bukaan juga bisa menghemat listrik. ’’Lebih ramah lingkungan,’’ ujar Lauw.

Untuk memberi kesan rumah yang lebih besar, Dany punya trik khusus. Dia menciptakan foyer sebagai ruang tunggu. Posisinya persis setelah pintu masuk utama. Di sana hanya ada satu bench dan kabinet. Bagian antara foyer dan ruang keluarga dibatasi partisi kaca bermotif dengan aksen gold. ’’Jadi, begitu masuk, enggak langsung ke ruang keluarga, tapi ke foyer dulu. Kalau kayak gitu, rumah jadi terkesan lebih besar karena lengkap. Padahal, luasnya nggak seberapa,’’ jelas Dany.

UNTUK TRANSIT: Foyer mungil ini jadi ruang tunggu. Posisinya persis setelah pintu utama. Jadi, tamu yang datang tak langsung terakses ke ruang kelurga. (Angger Bondan/Jawa Pos)

Tidak terlihat pantry atau dapur bersih di area utama. Hanya ada satu dapur kotor di area servis. Lagi-lagi, tujuannya adalah penghematan space. Sekaligus membuat ruangan tampak lebih rapi. ’’Pintu masuk dapur kotor ada di carport. Di dalam rumah terhubung dengan tangga menuju area servis di basement. Jadi, alurnya tidak mengganggu aktivitas keluarga,’’ papar alumnus UK Petra Surabaya tersebut. Di area servis juga terdapat satu kamar tidur dan kamar mandi.

Untuk konsep interior, Dany memilih kontemporer dengan sentuhan modern. Warna dasar seluruh ruangan adalah abu-abu muda yang diterapkan pada dinding. ’’Orang-orang generasi sebelumnya lebih suka putih atau krem. Nah, anak sekarang sukanya grey,’’ ucapnya. Dipadukan dengan warna gold dan biru serta turunannya.

Warna gold yang diterapkan pada kaki kursi dan meja, panel dinding, serta aksesori lampu gantung sukses memberi kesan mewah dan glamor. Sementara itu, biru muda menyeimbangkannya agar ruangan tak terkesan ’’tua’’. ’’Biru muda ini bisa mewakili perempuan dan laki-laki. Tidak terlalu berpatok pada satu gender,’’ lanjut Dany.

SIMPEL TPI MEWAH: Satu set meja dan kursi makan ini tak memakan banyak ruang. Meski begitu. kebutuh ruang tetap terpenuhi. (Angger Bondan/Jawa Pos)

Sentuhan klasik tertuang dalam satu set meja dan kursi makan. ’’Nah, supaya tetap nyambung, kami pilih warna tosca yang masih satu tone dengan biru,’’ imbuhnya.

HIGHLIGHT

Laser Cutting

TAMPAK LUAR: Fasad rumah memiliki penutup jendela di lantai 2 dengan motif khusus. Selain karena pertimbangan estetis, juga untuk menjaga privasi. (Angger Bondan/Jawa Pos)

Pencuri perhatian dari fasad rumah ini adalah motif pada jendela lantai 2. Motif itu dibuat dari ACP (aluminium composite panel) dengan teknologi laser cutting. Selain memperindah, juga menjaga privacy kamar di lantai dua agar tidak terlalu terekspos dari luar.

Fake Marmer

Salah satu dinding ruang keluarga tampak memiliki motif marmer dengan warna biru dongker. Rupanya, itu bukan marmer asli. Melainkan custom wallpaper bermotif marmer. Menurut Dany, harganya jauh lebih murah daripada marmer asli. Namun tetap memberi kesan elegan yang sama. Selain itu, fasad lantai 1 tampak seperti marmer. Tapi, ternyata itu adalah lamina granite. Jauh lebih ringan dan murah dibanding marmer asli. Kekurangannya, motifnya terlalu sama. Sehingga antar sambungan diberi sekat sekitar 2 cm.

Taman Belakang

TAMAN BELAKANG (Angger Bondan/Jawa Pos)

Taman di belakang rumah tersebut cukup sempit. Karena itu, Dany menempatkan tanaman bonsai anting putri di tengahnya. Tanaman tersebut cukup low-maintenance dan rapi. Artinya, akarnya tidak tumbuh liar dan tidak memiliki ranting yang menjalar. Untuk meminimalkan perawatan, taman itu tidak ditumbuhi rumput. Melainkan dibuat kering dengan lapisan batu kerikil.

Bukan Kayu

(Angger Bondan/Jawa Pos)

Meski memiliki motif dan warna seperti kayu, tangga di rumah itu tidak terbuat dari kayu. Melainkan papan semen fiber. Pemilihan material itu sangat efektif karena bisa menghemat biaya perawatan tanpa mengurangi keindahan estetika. Tidak seperti kayu, material tersebut tentu saja tidak disukai rayap.

HOME FACT

Luas Bangunan 120 M2

Lokasi Surabaya Barat

u

Editor : Ilham Safutra

Reporter : adn/c18/c25/jan


Close Ads