alexametrics

Hunian Sehat, Aliran Udara Optimal dengan Ventilasi Natural

25 Juli 2022, 06:50:32 WIB

Pandemi mengajarkan banyak hal. Salah satunya –dalam kaitannya dengan arsitektural– adalah kesadaran terhadap hunian sehat yang makin naik. Proyek Rumah Anggrek Loka rancangan arsitek Ryan Dharmansyah ini bisa menjadi salah satu inspirasi.

SALAH satu ciri hunian sehat adalah mudahnya sirkulasi udara di dalamnya. Untuk mencapai hal itu, dibuatlah cross ventilation atau ventilasi silang. Rumah tersebut terletak di kawasan BSD City. Bagian kanan dan kiri tentu saja rumah tetangga. Oleh karena itu, Ryan merancang sebuah taman kecil di sisi kanan rumah bagian belakang.

Taman itu sengaja dibuat memanjang dan bukan melebar agar tidak memakan banyak space. Area indoor dan outdoor di area taman itu dibatasi dengan pintu geser yang dibuka lebar. Dengan demikian, udara bisa masuk dengan leluasa. ’’Sebisa mungkin bangunan tidak full memenuhi lahan, tapi harus ada sedikit yang dikorbankan untuk membuat rumah ini lebih sehat dengan adanya ventilasi natural,’’ kata Ryan pada Kamis (21/7).

Ventilasi juga berusaha dimaksimalkan pada fasad. Lantai 2 rumah tersebut memiliki second skin berupa kisi-kisi bermaterial conwood. Sisi kanan kisi-kisi tersebut dapat dibuka secara miring menjadi empat bagian. Dengan demikian, udara bisa masuk menembus kisi-kisi tersebut, kemudian melintasi jendela di baliknya, hingga akhirnya masuk ke kamar tidur. ’’Setiap sudut rumah mendapat sirkulasi udara yang baik,’’ kata Ryan.

Rumah seluas 350 meter persegi itu juga menerapkan konsep open living yang ditunjukkan dengan minimnya sekat antar ruangan. Terdapat pula double-height ceiling yang menaungi pusat rumah itu, yakni ruang makan di lantai 1. Langit-langitnya dibuat transparan agar sinar matahari dapat menembus ke dalamnya.

Pemilihan model tangga pun diperhitungkan agar natural light yang masuk tidak menjadi sia-sia. Ryan menghindari tipe tangga solid. Sebagai gantinya, dibuatlah tangga yang seperti menggantung dengan banyak celah di bagian bawahnya. Begitu pula railing yang dibuat tipis, tetapi kukuh. Alhasil, tangga menjadi terlihat ’’ringan’’. Udara dan cahaya alami bisa menembus di antara sela-sela tangga tersebut.

Dengan begitu, rumah itu tidak hanya sehat, tetapi juga hemat energi. ’’Memang, belum bisa seratus persen lepas dari AC, tapi kita bisa menjamin rumah tersebut menggunakan AC lebih sedikit daripada biasanya. Siang tidak akan terasa gerah dan pagi hingga jam empat sore tidak memerlukan lampu,’’ tandas alumnus University of New South Wales tersebut.

HIGHLIGHTS

  • DAPUR

Dapur di rumah itu tampak menonjol dengan dominasi warna hitam. Warna itu dipilih karena dinilai low-maintenance. Pemilik merupakan pasangan muda yang cukup sibuk. Warna hitam membuat dapur itu tidak mudah terlihat kotor sehingga tidak perlu terlalu sering dibersihkan.

  • JAPANDI
AMIENCE LEGA: Living room yang mendapatkan view taman belakang yang dipisahkan pintu geser yang bisa dibuka lebar.

Interior tersebut mengusung konsep Japandi atau modern Japanese. Oleh karena itu, tidak heran jika banyak material kayu (asli dan sintetis) di rumah tersebut. Ryan mengusung tiga warna utama. Yakni, abu-abu, putih, dan warna kayu.

  • KAMAR MANDI

Kamar mandi di kamar utama pun tak luput dari pencahayaan alami. Jendela kaca kecil ditempatkan di bagian atas dekat dengan atap. Dengan ketinggian tersebut, privasi tetap terjaga, tetapi cahaya matahari masih bisa menembus.

  • CONWOOD

Kisi-kisi pada fasad menggunakan material conwood, bukan kayu asli. Alasan utamanya adalah material tersebut low-maintenance. Namun, di sisi lain juga memiliki warna dan tekstur seperti kayu asli yang menambah nilai estetika rumah tersebut.

  • Arsitek: Ryan Dharmansyah (Studio Dinding)
  • Luas tanah: 200 meter persegi
  • Luas bangunan: 350 meter persegi
  • Lama pengerjaan: 1 tahun
  • Lokasi: BSD City

Editor : Ilham Safutra

Reporter : adn/c12/nor

Saksikan video menarik berikut ini: