alexametrics

Anyaman Bambu Perkuat Tema di Fasad Asimetris pada Lebar Minimalis

22 Mei 2022, 17:47:29 WIB

Kata siapa rumah yang memiliki lebar muka sempit tak bisa outstanding? Rumah di kawasan Rungkut, Surabaya, ini dibangun di atas lahan yang memiliki lebar 5 meter dengan panjang 20 meter. Namun, ia seolah punya magnet yang membuat orang menoleh saat melintas.

FASAD rumah ini menjadi poin pertama yang membuat orang menoleh. Bentuknya asimetris dengan salah satu sisi dibuat miring. Sejak awal, Azwar Efendy selaku arsitek prinsipal rumah tersebut ingin membuat sesuatu yang ikonik. Dengan bentuk fasad seperti itu, rumah tersebut terlihat berbeda dibandingkan rumah-rumah di sekitarnya meski bentuknya tidak lebar.

’’Kami ’paksa’ setiap orang yang lewat untuk menengok ke rumah ini,’’ katanya, lantas tertawa. Tampilan fasad menunjukkan jati diri rumah tersebut yang mengusung tema rustic. Azwar mendefinisikan rustic sebagai sesuatu yang kasar atau tidak rata. Dalam hal ini, dia menerjemahkannya dengan pemilihan material yang bertekstur.

Misalnya, bata roster yang terdapat pada fasad bagian bawah. Juga, anyaman bambu yang menghiasi plafon area entrance di lantai dasar. Anyaman bambu itu turut mengikuti kemiringan plafon. Menariknya, jika dilihat lebih dekat, anyaman tersebut memiliki tekstur gradasi. Anyaman dibuat agak renggang di satu sisi, kemudian semakin rapat hingga sisi seberangnya.

Unsur bambu juga diterapkan pada sudut lain di rumah itu. Contohnya, pintu masuk utama. Kendati hanya memiliki lebar sekitar 80–90 sentimeter, pintu tersebut cukup eye-catching. Pasalnya, pintu itu dibuat dari material besi yang dipadukan dengan kisi-kisi bambu 3D. Lantas, dibingkai dengan warna hitam yang membuatnya lebih mencolok, tapi tetap menyatu dengan tema keseluruhan rumah.

Selain itu, unsur bambu juga diaplikasikan pada sekat di depan kamar mandi hingga ornamen pemanis seperti lampu dan pembungkus pot tanaman. Material bambu itu juga sesuai dengan warna-warna netral yang mendominasi rumah tersebut.

Kesan rustic yang juga bisa diartikan sebagai natural dan apa adanya diperkuat dengan pemilihan material serbaekspos di rumah tersebut. Misalnya, dinding dan lantai semen acian yang dibiarkan telanjang tanpa ditutupi cat.

’’Ini juga bertujuan untuk menghemat cost,’’ kata Azwar. Khusus di ruang keluarga, lantai sengaja ditambahi dengan keramik bermotif tegel tradisional. ’’Hanya sebagai aksen,’’ imbuhnya. (adn/c6/nor)


HIGHLIGHTS

  • KAMAR UTAMA
(Foto: Siluet Architecture)

Kamar utama sengaja ditempatkan di lantai 2 menghadap ke depan. Hal itu dilakukan karena pemilik rumah ingin dapat melihat langsung siapa saja orang yang datang ke rumah. Kamar utama pun dilengkapi dengan jendela kaca stopsol yang mampu mereduksi panas dari luar.

  • TANGGA BESI
(Foto: Siluet Architecture)

Salah satu hal yang eye-catching di dalam rumah ini adalah tangga. Tangga tersebut terbuat dari besi yang dicat putih. Modelnya dibuat tangga putar dan terbuka. Selain menghemat space, juga menciptakan keunikan seolah tangga tersebut melayang.

  • TAMAN KECIL

Kendati lebar tanahnya hanya 5 meter, rumah itu tetap diusahakan memiliki banyak bukaan. Salah satunya di ruang keluarga. Terdapat pintu lipat besar yang menghadap ke area taman kecil. Dengan begitu, ruang keluarga terasa lebih lega dan cukup mendapat pasokan sinar matahari.

  • SELASAR
(Foto: Siluet Architecture)

Kamar utama di lantai 2 dibuat menggantung. Sehingga di bawahnya terdapat space teduh yang dimanfaatkan sebagai area penerimaan tamu. Beberapa kursi dan bean bag ditempatkan di sana untuk tempat bersantai.


  • Arsitek prinsipal: Azwar Efendy (Siluet Architecture)
  • Arsitek: Aditya Eka Pramudita
  • Luas tanah: 100 meter persegi
  • Luas bangunan: 125 meter persegi
  • Lokasi: Surabaya Timur

Editor : Ilham Safutra

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads