alexametrics

Kampoong in House, Suasana Perkampungan di Dalam Rumah

22 Februari 2021, 06:47:52 WIB

Suasana rumah di perkampungan padat coba dihadirkan dengan ”kemasan” kontemporer oleh Ismail Solehudin lewat Kampoong in House. Penataan yang unik memberikan pengalaman yang berbeda.

RUMAH di tengah kota Cimahi, Jawa Barat, ini menggunakan material yang mudah didapat sebagai elemen utama bangunan. Yaitu, batu bata ekspos, PVC, dan besi. Bila dilihat dari luar, tampilannya kontemporer.

Namun, di dalamnya nuansa pedesaan yang asri terasa kental. Arsitek Ismail Solehudin berupaya mengakomodasi preferensi pemilik rumah, Aquino Krishadi dan Elis Rosmiati, yang menyukai tatanan kampung perkotaan dan kebutuhan ruang hijau.

Sebelumnya, keduanya punya pengalaman tinggal di kampung perkotaan yang padat. Interaksi sosial yang hangat menghadirkan kerinduan tersendiri. Hunian yang berbau alam juga menjadi minat mereka. Ismail menerjemahkannya ke dalam hunian dengan dua masa bangunan ”terpisah” yang dihubungkan oleh dinding batu bata dan area hijau.

Bagian fasad rumah menggunakan material PVC yang biasanya kerap dipakai untuk atap. Selain untuk meringankan beban struktur bagian bawah, PVC tahan terhadap sinar matahari dan hujan. Juga, multilayer-nya mampu meredam kebisingan dari luar. Biayanya pun relatif lebih hemat serta tidak membutuhkan perawatan khusus.

Ada pula dinding bata ekspos yang tak hanya cantik, tetapi memungkinkan sirkulasi udara lebih lancar. ’’Walaupun nggak dicat, tidak apa-apa dan kalau hujan juga nggak akan merembes,” terangnya. Bata ekspos juga diaplikasikan untuk dinding bagian dalam.

Pada beberapa area, batu bata disusun secara vertikal dan berongga. Tujuannya, memaksimalkan sirkulasi udara. Ismail menuturkan, diperlukan riset dan teknik khusus dalam pemasangannya agar dinding tetap kukuh. Dibutuhkan kejelian, ketelitian, dan kesabaran saat menyusunnya.

Ada dua jenis besi yang dipilih Ismail untuk membangun rumah dua lantai tersebut. Di area luar yang terkena hujan ataupun sinar matahari, dia menggunakan besi galvanis. Misalnya, untuk pot tanaman yang menempel di fasad, pintu, dan kusen. Sementara itu, besi hollow diterapkan pada area dalam. ’’Untuk semua handle pintu, kami pakai besi sisa,’’ ujarnya.

Untuk plafon rumah, Ismail memilih material multipleks biasa dengan tujuan menguatkan nuansa pedesaan yang alami. Multipleks juga memiliki bobot yang ringan dan harga yang terjangkau. ’’Kalau pakai kayu kan mahal, perawatannya juga lumayan,’’ imbuhnya. Beberapa area atap sengaja dibuat berjarak demi memanfaatkan cahaya alami.

Di sisi lain, Kampoong in House memiliki filosofi tersendiri bagi Ismail. Dia dan pemilik hunian sepakat untuk menggunakan material yang mudah didapat dan kebanyakan diproduksi industri rumahan. Selain untuk memajukan home industry, Ismail juga ingin membuktikan bahwa material biasa bisa membuat bangunan jadi indah dan berkarakter jika diolah dengan tepat.


 

HIGHLIGHT

INDOOR RASA OUTDOOR: Penghuni rumah bisa saling mengobrol lewat jendela. Batu bata ekspos menambah suasana perkampungan. (ANDHY PRAYITNO, MARIWO WIBOWO PHOTOGRAFHY)
  • Ruang dalam terasa seperti area outdoor. Terdapat void dan taman indoor dengan skylight di atasnya. Koridor yang menghubungkan tiap ruangan menunjang penghuni untuk melakukan interaksi sosial layaknya masyarakat di kampung perkotaan.
  • Pintu kaca membentang lebar sebagai pembatas antara indoor dan outdoor. Memberi kesan kedua ruangan seolah menyatu. Menjadi solusi penerangan dan udara supaya bisa masuk ke seluruh ruangan.
  • Halaman belakang yang luas memungkinkan pemilik rumah tidak perlu keluar untuk melakukan berbagai aktivitas, misalnya berolahraga. Selain itu, menambah penghijauan.

 

KAMPOONG IN HOUSE

INDOOR RASA OUTDOOR: View halaman belakang asri. (ANDHY PRAYITNO, MARIWO WIBOWO PHOTOGRAFHY)
  • Arsitek: Ismail Solehudin Architecture
  • Luas tanah: 200 meter persegi
  • Luas bangunan: 200 meter persegi
  • Lama pengerjaan: 8 bulan
  • Tahun selesai: 2020
  • Lokasi rumah: Cimahi, Jawa Barat

 

Saksikan video menarik berikut ini:

 

 

Editor : Ilham Safutra

Reporter : shf/c6/nor




Close Ads