DAK HOUSE

Rumah Kontemporer: Bangunan Berbentuk L, Taman sebagai Titik Temu

22 Januari 2023, 10:00:46 WIB

Pemilik ingin menjadikan rumah tinggalnya terlihat seperti area publik, namun tetap tidak melupakan privasi. Arsitek Dhandya Surya mewujudkannya lewat rancangan hunian yang terletak di kawasan Tangerang Selatan ini.

UNTUK mengakomodasi keinginan pemilik rumah, Dhandya merancang massa bangunan berbentuk L. Kemudian, area yang tidak dijadikan bangunan diisi taman besar. Taman tersebut menjadi view utama sebagian besar ruangan di dalam rumah sekaligus menjadi titik temu berbagai aktivitas dari berbagai jenis hierarki ruang.

Banyaknya kaca yang menghadap ke taman membuat rumah itu terlihat seperti area publik. Seluruh ruangan di lantai 1 dapat dinikmati tamu atau kerabat yang berkunjung. Ruang makan hingga ruang keluarga terlihat dan dapat diakses melalui taman depan.

Agar fungsi privat tidak terganggu, Dhandya membuat dua area parkir. Parkir pada sisi kanan diakses khusus untuk pemilik rumah. Sisi kiri ditujukan untuk tamu yang datang. ’’Maka, taman besar di tengah itu juga sebagai pemecah ruang dan assembly point,’’ kata Dhandya.

VIEW UTAMA: Taman besar menjadi pemecah ruang dari bangunan L shape sekaligus assembly point yang mengalirkan udara ke seluruh ruangan. (Dhandya Surya untuk Jawa Pos)

Taman itu juga berfungsi sebagai titik temu angin. Rumah tersebut menghadap ke timur. Sehingga angin yang bergerak dari selatan ”dijebak” di taman karena adanya tekanan yang berbeda dari area jalan depan rumah. Lalu, didistribusikan ke masing-masing ruangan.

Karena menghadap ke timur, rumah itu mendapat keuntungan berupa sinar matahari pagi yang menyehatkan. Hal itu dimanfaatkan dengan maksimal oleh Dhandya dengan menempatkan ruangan-ruangan utama di bagian depan. Area publik yang dikelilingi oleh dinding kaca pun mendapatkan manfaat tersebut. Termasuk master bedroom. Posisinya yang berada di lantai 2 dan tertutup, tepat di atas area parkir di sisi kanan, membuat privasinya terjaga.

Menurut Dhandya, desain dengan L shape itu terbilang otentik lantaran di lingkungan sekitarnya tidak ada bangunan yang mirip. ”Overall, gaya rumah ini mengangkat unsur tropical contemporary modern house,’’ kata Dhandya. Kontemporer diindikasikan dengan adanya material yang sedang ngetren. Misalnya, batu bata ekspos pada fasad yang tidak hanya lagi in, tapi juga memperkuat kesan earthy khas rumah tropis.

HIGHLIGHTS

 

”COATING” LUMUT

Fasad dibuat dengan material aci ekspos yang sengaja tidak diberi coating. Setelah dua tahun, fasad itu ditumbuhi lumut yang justru membuat rumah tersebut kian menarik.

 

INNER COURTYARD

Terdapat taman kecil tanpa atap pada lantai 1 yang terhubung ke lantai 2. Bentuk taman itu seperti cerobong yang berfungsi untuk membantu distribusi udara dari taman depan.

 

TEMPAT TIDUR BERTANGGA

Kamar utama tidak menggunakan dipan. Melainkan diganti alas berundak seperti tangga. Selain menjadikannya unik, tangga itu juga bisa menjadi tempat meletakkan buku dan pernak-pernik esensial lainnya.

DAK HOUSE

  • Arsitek: Dhandya Surya Ichsani Basuni (@dsiarchitect)
  • Luas tanah: 240 meter persegi
  • Luas bangunan: 250 meter persegi
  • Lokasi: Tangerang Selatan
  • Lama pengerjaan: 1,5 tahun

Editor : Ilham Safutra

Reporter : adn/c6/nor

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads