alexametrics

Hunian Skandinavia Tropis Daniel Aryanto, Asri Luar dan Dalam

21 Juni 2019, 07:17:22 WIB

TINGGAL di Surabaya berarti harus siap dengan cuaca panas nyaris tiap hari. Namun, suasana itu seakan hilang saat memasuki rumah milik Daniel Aryanto. Konsep terbuka dan kolam renang di halaman belakang membuat rumah terasa adem dan nyaman.

Kicau burung ketika pagi, gemercik suara air kolam, serta rindangnya pohon menjadi pemandangan yang dilihat Daniel dan keluarga tiap pagi. Semuanya tersaji di halaman belakang rumah. Buat menghadirkan suasana asri itu, Daniel mendedikasikan separo luas lahan rumahnya untuk halaman belakang. ’’Saya pengin rumah yang sejuk, terbuka, dan simpel. Enggak ribet pokoknya,’’ ucapnya.

Pria kelahiran Surabaya, 21 April 1976, itu mengungkapkan, tatanan halaman belakang tersebut sengaja didesain agar pemilik rumah betah. ’’Biar nggak bingung jalan-jalan,’’ imbuh Daniel.

Halaman belakang rumah tersebut terdiri atas kolam renang dan teras. Luas kolam renang Daniel mencapai 76,5 meter persegi. Bagian tepiannya dikelilingi tanaman. Suasana asri ditemui pula di dalam rumah. Pot-pot menghiasi ruang tamu hingga tangga menuju lantai 2. Seluruhnya terawat dengan baik. ’’Ngerawatnya enggak terlalu sulit, jadi mau berapa pun (tanamannya) tidak masalah,’’ ungkapnya.

IMUT: Ruang tamu dibuat mungil. Tuan rumah menerima tamu yang bukan keluarga di sini. (angger Bondan/Jawa Pos)

Hijaunya tanaman berpadu serasi dengan dinding serbaputih. Daniel menjelaskan, dirinya sengaja memilih warna putih lantaran mudah dipadupadankan. ’’Umpama bosan, tinggal ganti warna perabot, gorden, atau lainnya,’’ ujarnya. Selain itu, ruangan terkesan bersih dan lapang.

Elok Ishara, desainer interior rumah Daniel, mengungkapkan, dirinya menerapkan interior ala Skandinavia. Di bagian depan, meliputi ruang tamu dan pantry, tema tersebut dipadukan dengan gaya minimalis. ’’Penandanya dapur kering. Warna-warnanya juga cenderung monokrom,’’ ungkapnya. Memasuki ruangan setelahnya, konsep sedikit diubah.

Di ruang tengah dan kamar tidur, dia menerapkan kombinasi Skandinavia dan gaya klasik Amerika. Ruangan pun tetap terasa clean, namun tidak kaku. Di kamar utama, warna putih dipadukan dengan warna gelap kayu. Sementara itu, di kamar anak, warna putih dipadukan dengan merah muda.

DAPUR KERING: Pantry menjadi penanda gaya rumah ala Skandinavia. (Angger Bondan/Jawa Pos)

Aksen kayu yang menjadi ciri khas American classic dihadirkan di tangga. Di area tersebut, Elok menggunakan paduan material sintetis. Di sekat tangga, dia menggunakan material panel papan GRC. Sementara itu, bagian pijakan tangga dibuat dari conwood dengan finishing warna kayu.

Cermat Merawat si Hijau

Suasana rumah Daniel yang asri dan segar didukung dengan banyaknya tanaman. Di dalam ruangan maupun halaman belakang, selalu ada si hijau. Lantaran banyak tanaman, bagian peneduh kolam dibuat tembus cahaya dan agak tinggi. ”Tanaman yang dipilih memang tahan cuaca panas dan cocok dengan sinar matahari penuh,” papar Elok.

Dalam pemilihan tanaman, luas area yang ditanami mendapat perhatian khusus. Meski terpapar matahari, lahan tumbuh terbatas karena letaknya tepat di samping kolam. Karena itu, Elok dan Daniel memilih tanaman yang memiliki akar tunggang. Dengan begitu, akarnya tidak akan merusak lantai sekitarnya.

BERJAJAR: Tanaman dalam pot ditata berjajar di tangga. Menambah keasrian di dalam rumah. (Angger Bondan/Jawa Pos)

Daniel berbagi tip agar tanaman tetap tampil prima. Ayah dua anak itu sengaja membeli pohon ”jadi”. Akar sudah terbentuk, tanaman pun relatif besar. Untuk membantu adaptasi, dia menanam pohon dan tanaman besar lain tiga bulan sebelum rumah ditempati. ”Saat pindahan, tanaman sudah ’kerasan’ dan rimbun,” ungkapnya.

Home’s Fact

  • Luas bangunan: 245 m2
  • Luas tanah: 250 m2
  • Kolam: 9 m x 8,5 m
  • Lokasi: Sambikerep, Surabaya Barat

Pertimbangan Matang sebelum Bangun Kolam

Daniel menyatakan, kolam memberikan kesan segar dan sejuk. Tapi, ada risikonya. ”Harus telaten merawat,” tegasnya. Bagi yang ingin memiliki kolam, berikut hal-hal yang dipertimbangkan.

  • Tentukan ”Tujuan” Kolam: Apakah kolam digunakan untuk berenang? Memelihara ikan? Atau sekadar untuk relaksasi? Beda tujuan, maka desain, luas, dan kebutuhan kolam pun akan berbeda. Dengan begitu, dana yang dikeluarkan akan berbeda pula.
  • Pengaruh Situasi Sekitar: Kontur tanah, ketersediaan air, hingga cuaca di tempat tinggal akan memengaruhi kondisi kolam.
  • Pastikan Keamanan: Bagi yang memiliki anggota keluarga berusia bayi dan anak-anak, lansia, atau berkebutuhan khusus, desain kolam dibuat ”bersahabat”. Pastikan ada batasan jelas, area di sekitar kolam tidak licin, serta pertimbangkan kedalaman kolam.
  • Siap Perawatan Rutin: Kolam bukan bak kamar mandi yang hanya butuh dikuras dan dibersihkan. Agar kualitas air tetap baik, harus ada filter dan peralatan tambahan lain. Di samping itu, pemilik kolam harus menyiapkan obat khusus agar kolam tetap jernih dan bebas lumut.

Ringkas dan Lapang Rumah Daniel

  • Menghubungkan area servis (dapur, gudang, laundry room) lewat pantry atau dapur kering.
  • Menonjolkan warna terang dan monokrom. Warna cerah dan bold dihadirkan sebagai aksen pada aksesori.
  • Memaksimalkan bukaan halaman belakang untuk sirkulasi udara dan sumber pencahayaan rumah.
  • Agar terasa lapang, tiap kamar di rumah Daniel memiliki akses jendela atau pintu ke luar.
GEMERICIK: Halaman belakang rumah terdiri atas kolam renang dan teras yang dihiasi aneka tanaman jumbo. Pembuatan kolam renang membutuhkan persiapan khusus. (Angger Bondan/Jawa Pos)
DIBUAT BEDA: Kamar anak bernuansa krem dan pink, sedangkan kamar utama cokelat kayu. (Angger Bondan/Jawa Pos)

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : fam/c19/nda



Close Ads