alexametrics

PS House, Rumah Tumbuh dengan Split Level

Maksimalkan Fungsi dan Estetika
20 Desember 2020, 23:05:43 WIB

Keindahan rumah tak hanya bisa dinikmati pemiliknya. PS House tampil cantik luar dalam tanpa mengorbankan privasi penghuninya dan fungsi ruang.

BAGI Priza Amalia dan Silur Iskandar, rumah ideal tak perlu besar dan megah. Yang terpenting, efisien –baik dalam penggunaan ruangan maupun energi listrik– dan homey. Impian itu tertuang di PS House.

Priza menceritakan, ide rumah terinspirasi dari model bangunan yang dilihatnya saat traveling atau menjelajah coffee shop. ”Ide tersebut lantas kami combine. Kami berusaha membuat rumah yang cukup unik dan berbeda serta nyaman seperti sedang di resor,” ungkapnya.

Priza menjelaskan, sejak awal, dirinya dan suami juga menginginkan rumah dengan halaman lapang. ”Hampir setengah lahan kami untuk halaman supaya terasa adem,” katanya.

Project architect Gania Nanggala menyatakan, PS House memiliki konsep rumah tumbuh. Ada lahan yang bisa dikembangkan menjadi bangunan nanti. Bangunannya hanya satu lantai, tetapi bisa dikembangkan menjadi dua lantai jika diperlukan. Fondasinya pun mumpuni untuk dua lantai.

Arsitek Arkides Studio itu menilai, brief klien tak muluk-muluk. Hunian yang diinginkan bergaya modern dengan banyak bukaan. Selaras dengan konsep rumah tumbuh, bangunan dibuat tak mendominasi lahan. ”Kami nggak ingin rumah terlihat terlalu besar seperti benteng. Keempat sisi rumah juga tidak mepet dengan tetangga kiri-kanan,” papar Gania.

PS House menekankan rancangan yang simpel dan fungsional. Salah satu yang menyita perhatian tentu bagian muka berupa roster bata bersanding dengan bangunan ”melayang”. Wajah rumah yang umumnya menjadi bukaan cahaya dan udara sengaja dibuat tertutup. Tampilan depan hanya kotak.

”Pertimbangan utamanya adalah privasi. Toh, aktivitas di dalam tak perlu kelihatan dari luar rumah,” tegasnya. Begitu pun sebaliknya. Gania menyatakan bahwa bukaan di depan minim untuk alasan keamanan.

Sebagai pengganti kanopi carport, bangunan split-level yang dibuat ”melayang” itu dimanfaatkan untuk area servis. Terdiri atas laundry room, gudang, serta kamar asisten rumah tangga (ART). Fungsional, hemat ruang, dan simpel.

Split-level juga diterapkan pada akses masuk rumah. ”Untuk masuk ke rumah memang harus naik tangga dulu sedikit karena bangunan rumah kami lebih tinggi daripada jalanan dan carport,” ujar Priza.

Tanpa perlu masuk rumah pun, PS House indah dipandang dari luar. Desain rumah yang seakan ”mundur” membuat banyak ruang lapang untuk carport dan taman mungil yang unik.

YANG UNIK DARI PS HOUSE

RUANG SERVIS DI DEPAN

(Priza Amalia for Jawa Pos)

Di PS House, area servis dipusatkan di atap carport yang letaknya di wajah rumah. Jadi, aktivitas ART terpusat di depan. Rumah lebih terawasi. Akses ART ke pintu depan pun lebih mudah dan cepat.

ILALANG PENGHIAS RUMAH

(Priza Amalia for Jawa Pos)

Halaman depan PS House unik lantaran ilalang purple fountain grass. Tanaman itu tak memiliki syarat tumbuh yang sulit. Namun, ilalang butuh pemangkasan rutin agar tak terlalu tinggi sehingga mudah ”rebah” saat tertiup angin.

KOLAM PENGHUBUNG

(Priza Amalia for Jawa Pos)

Ada kolam ikan kecil serta jembatan dalam rumah yang berawal dari ide ibunda pemilik rumah. Ruang terbuka itu sekaligus menjadi penghubung area publik dengan privat dalam rumah.

PS HOUSE

  • Project architect: Arkides Studio
  • Lokasi: Jakarta Timur
  • Luas tanah: 420 m²
  • Luas bangunan: 210 m²
  • Lama pengerjaan: Oktober 2019–Agustus 2020

Editor : Ilham Safutra

Reporter : fam/c14/nor


Close Ads