alexametrics

Rumah Mandar Usung Konsep Retrospektif, Melebur dengan Lanskap

20 Juni 2022, 11:16:49 WIB

Area residensial di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan, saat ini didominasi rumah-rumah bertingkat yang cukup tinggi. Lukie Widya, arsitek prinsipal LUWIST Spatial, berusaha mengembalikan identitas asli rumah di kawasan tersebut lewat hunian satu lantai yang dinamai Rumah Mandar.

RUMAH Mandar dibangun di atas lahan yang terletak di hook. Karena itu, posisinya cukup mencolok. Lukie ingin membuat rumah itu menarik, tapi tetap membumi. Salah satu upayanya adalah menerapkan dominasi warna putih dan abu-abu, terutama pada eksterior. ’’Saya punya prinsip bahwa bangunan bukanlah totem, yaitu bukan menjadi fokus utama, melainkan menjadi bagian dari lanskap,’’ katanya pada Selasa (14/6).

Warna putih yang mendominasi rumah itu diibaratkan kanvas. Sedangkan alam di sekitarnya adalah lukisannya. ’’Kanvas itu menjadi dasar bayangan-bayangan pohon yang kami tempatkan di sekitarnya,’’ terang alumnus Institut Teknologi Bandung (ITB) tersebut. Sedangkan warna abu-abu menjadi simbol alam.

(LUWIST Spatial untuk Jawa Pos)

Warna-warna netral itu juga mendukung keinginan Lukie dalam mengusung tema retrospektif, yakni mengembalikan desain visual jadul atau vintage ala Indonesia. Di sisi lain, dominasi warna itu juga berhasil membuat Rumah Mandar tampak clean. Karena terletak di hook, lahan rumah tersebut harus terpotong garis sempadan bangunan (GSB). Alhasil, luas bangunan pun menjadi lebih kecil dibandingkan rumah biasa.

Layout atau pengaturan ruang juga memegang peran penting dalam kelegaan rumah tersebut. Lukie memaparkan, rumah itu mengusung konsep rumah tumbuh. Artinya, rumah tersebut bisa menyesuaikan dengan kebutuhan dan aktivitas pemilik rumah yang terus berkembang tanpa mengganggu bentuk rumah yang telah ada. Untuk saat ini, rumah itu memiliki satu kamar utama dan dua kamar anak.

(LUWIST Spatial untuk Jawa Pos)

Lukie mendeskripsikan pemilik rumah sebagai orang tua yang sangat sayang dengan anaknya. Hal itu menjadi salah satu pertimbangan pengaturan ruang. Kamar utama dijadikan sentral. Dari situ bisa melihat ruang keluarga, ruang tamu, dapur, dan kamar anak. ’’Dengan begitu, ortu bisa mengontrol semua aktivitas di rumahnya,’’ kata Lukie.

Area privat seperti kamar utama dan kamar anak dibuat mengelilingi zona publik atau komunal. Antara lain, dapur bersih dan ruang keluarga. Zona komunal pun dibuat seleluasa mungkin dengan konsep open plan. ’’Jadi, saat mereka mengonsumsi zona publik atau area komunal, bisa terasa lega,’’ katanya.

(LUWIST Spatial untuk Jawa Pos)

HIGHLIGHTS

  • KAMAR MANDI SEMBUNYI
(LUWIST Spatial untuk Jawa Pos)

Kamar tidur utama memiliki space yang cukup luas. Karena itu, dibuatlah kamar mandi dan walk in closet (WIC) di dalamnya. Uniknya, kabinet WIC dibuat setinggi plafon dan pintu kamar mandi disamakan dengan kabinet tersebut. Dengan begitu, kamar mandinya tampak tersembunyi.

  • DAPUR HIJAU SAGE
(LUWIST Spatial untuk Jawa Pos)

Di antara dominasi warna putih dan cokelat di interior, dapur menjadi area yang eye-catching. Kabinet dapur diberi warna hijau sage yang berhasil membuatnya terlihat unik, tapi juga sesuai dengan tema membumi yang diusung.

  • DUA MUKA
(LUWIST Spatial untuk Jawa Pos)

Keunggulan lain lahan hook adalah rumah tersebut menjadi memiliki dua muka. Otomatis rumah itu pun memiliki dua sudut pandang. Selain itu, asupan sinar matahari dan udaranya pun jadi lebih banyak.

RUMAH MANDAR

  • Luas tanah: 226 meter persegi
  • Luas bangunan: 163,8 meter persegi
  • Arsitek prinsipal: Lukie Widya
  • Arsitek proyek: Nadya Rachmathiyah
  • Lama pengerjaan: 2 tahun
(LUWIST Spatial untuk Jawa Pos)

Editor : Ilham Safutra

Reporter : adn/c7/nor

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads