Fasad Boxy Asimetris untuk Rumah Hook

19 September 2022, 08:54:08 WIB

Rumah yang terletak di hook memiliki beberapa keuntungan. Salah satunya, lahan yang cenderung lebih lega dan tidak terhalang rumah tetangga di satu sisinya. Hal itu pun dimanfaatkan dengan baik oleh arsitek Vidor Saputro dalam merancang proyek DS House yang terletak di Bogor, Jawa Barat, ini.

SALAH satu hal yang paling mencuri perhatian dari DS House adalah bentuk fasadnya yang unik. Yakni, berupa boks bermaterial beton yang disusun secara asimetris. Vidor menciptakan kantilever sehingga lantai 2 rumah tersebut seolah melayang serta menciptakan feeling spasial yang unik. Alhasil, bentuk fasad yang boxy menjadi focal point rumah tersebut, membedakannya dengan rumah-rumah di sekitarnya.

Karena sudah menonjol secara arsitektur, pemilihan warna pun dibuat lebih netral. Warna tanah seperti abu-abu, hitam, putih, dan elemen kayu pun mendominasi sekaligus menyesuaikan dengan keinginan pemilik rumah. Warna-warna itu menghasilkan kesan maskulin yang tidak berlebihan.

’’Dominan warna maskulin lebih cenderung menampilkan ’kejujuran material’ dari semen exposed-nya. Lalu, kami tambahkan warna abu-abu gelap mendekati hitam di boks satunya supaya kontras,’’ terang arsitek prinsipal Rakta Studio tersebut. Rumah itu berdiri di atas lahan hook dengan benefit berupa lahan hijau yang terletak di sisi kiri dan depan rumah. Karena itu, pemilik menginginkan rumah tersebut dibuat banyak bukaan.

KESAN MASKULIN: Penggunaan warna-warni monokrom cenderung gelap untuk eksterior dipadu elemen kayu pada interior. (Foto: Rakta Studio)

Vidor pun mengaplikasikan banyak jendela kaca yang memungkinkan cahaya matahari menembus ke dalam rumah. Lantai 1 rumah itu dibuat open plan yang terkoneksi dengan inner courtyard serta taman samping melalui pintu geser yang dapat dibuka lebar. Dengan begitu, batas antara indoor dan outdoor pun seolah melebur.

’’Inner courtyard kami tempatkan di center supaya menjadi napas bagi ruang-ruang di sekelilingnya,’’ kata Vidor. Inner courtyard dibuat semakin hijau dengan adanya vertical garden. Selain menunjang nuansa tropis, vertical garden itu menambah kesegaran suasana. Dengan begitu, keinginan pemilik untuk membuat rumah terasa seperti vila sebagai tempat healing setelah lelah bekerja pun tercapai.

Penempatan ruang di rumah seluas 450 meter persegi itu dibuat efisien. Di sana hanya terdapat empat kamar sesuai kebutuhan pemilik. Padahal, secara lahan rumah tersebut bisa dibuat lebih banyak kamar. Namun, pemilik ingin rumah itu dibuat benar-benar sesuai dengan kebutuhan dasar mereka saat berada di rumah. Misalnya, tidur, makan, belajar, dan menerima tamu. (adn/c7/nor)

HIGHLIGHTS

  • TANGGA

Area tangga merupakan area favorit pemilik. Material utamanya adalah baja berlubang dan pelat baja yang dilapisi papan kayu. Lalu, diperkuat kawat baja yang sekaligus menjadi railing. Bentuk tangga floating dan bercelah itu memungkinkan cahaya dari skylight menembus ke dalam.

  • LANTAI KACA
(Foto: Rakta Studio)

Lantai kaca berbentuk segitiga ditempatkan di lantai atas, bersebelahan dengan area tangga. Selain menciptakan nuansa yang khas, lantai kaca itu menjadikan ruangan tampak luas. Selain itu, membantu cahaya matahari dari jendela lantai 2 menembus ke lantai 1.

  • REFLECTING POOL

Pada area dekat ruang tamu terdapat reflecting pool yang menambah suasana menenangkan. Reflecting pool itu juga berfungsi untuk meredam panas saat matahari terbenam. Cahaya matahari sore yang terpantul di kolam menciptakan bayangan cantik pada langit-langit rumah.

DS HOUSE

FOCAL POINT: Fasad boks bermaterial beton ini terlihat dari dua sisi hadap rumah dan menjadi focal point di antara rumah-rumah sekitarnya. (Foto: Rakta Studio)
  • Arsitek: Vidor Saputro (@rakta.studio)
  • Luas tanah: 450 meter persegi
  • Luas bangunan: 450 meter persegi
  • Lama pengerjaan: 1,5 tahun
  • Lokasi: Bogor, Jawa Barat

Editor : Ilham Safutra

Saksikan video menarik berikut ini: