alexametrics

Hidden Lighting untuk Interior Beri Nuansa Dramatis dan Homey

19 April 2021, 11:45:48 WIB

Furnitur mewah, sudah. Wallpaper cantik, sudah. Tapi, mengapa ruangan terasa flat? Salah satunya mungkin karena kurangnya permainan lighting atau pencahayaan. Cobalah mengeksplorasi hidden lighting.

RUMAH seluas 410 meter persegi di Sidoarjo, Jawa Timur, ini memiliki dominasi warna putih yang memberi kesan clean. Desainer interior Louise Marcel memadukan-nya dengan warna abu-abu dan cokelat muda yang diterapkan lewat wallpaper dan beberapa furnitur. Misalnya, sofa. Meski didominasi putih, rumah itu jauh dari kesan dingin dan kaku. Hal itu berkat permainan lighting yang ciamik.

Menurut Marcel, pencahayaan ruangan bisa dibagi menjadi tiga jenis. Yakni, pencahayaan general, spot, dan hidden. Pencahayaan general berupa satu lampu di tengah yang memancarkan cahaya ke sebagian besar area ruangan. Spot lighting adalah pencahayaan yang menyorot area atau objek tertentu.

Lalu, hidden lighting merupakan jenis pencahayaan tersembunyi, hanya pendar lampunya yang memancar di balik objek tertentu. Marcel menerapkan ketiganya. Misalnya, di area ruang keluarga. Terdapat dua pencahayaan general pada bagian plafon. Kemudian, dipermanis dua spot lighting pada dindingnya. Dua lampu itu menyoroti objek berupa frame foto di atas dua side table di kanan dan kiri sofa.

Ruangan tersebut terasa dramatis berkat hidden lighting yang tersembunyi di balik background ruang tamu. Background itu punya motif serupa marmer yang dilukis dengan tangan. Hidden lighting sukses menjadikannya focal point ruangan itu.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : adn/c13/nor

Saksikan video menarik berikut ini:




Close Ads