alexametrics

Warna-warni Rumah Mini Sukabumi: Tone Pastel Jadi Guideline

18 Juni 2019, 07:16:42 WIB

WARNA-warna pastel yang lembut kerap jadi pilihan untuk rumah modern. Menjadi jalan tengah bagi penyuka dekorasi colorful, tapi tetap elegan dan tidak begitu mencolok.

PINK dan hijau tosca mendominasi rumah Chacha Fauzi di Sukabumi, Jawa Barat. Karena rumahnya berada di daerah yang cukup dingin, Chacha ingin memunculkan kesan adem sekaligus hangat dengan mengaplikasikan warna pastel. Jadi, meski rumahnya mungil, suasana tetap hangat dan bikin penghuninya betah.

Pemilihan dua warna itu semula tidak disengaja. Berawal dari lampu ruang tamu. Chacha menemukan lampu warna-warni yang lucu ketika membangun rumah. Ornamennya berwarna merah muda dan tosca. ’’Karena lampunya sudah warna-warni, saya pikir lucu kali ya kalau rumah juga warna-warni,’’ tuturnya.

SOFA RUANG TAMU: Karena dinding sudah berwarna pastel, sofa dipilih dengan warna mencolok dan agak ”melawan” warna dinding. Magenta disesuaikan dengan warna pink pastel. Kuning disamakan dengan warna pernak pernik dan perabotan lain seperti kap lampu dan rak pot. (Imam Husein/Jawa Pos)

Dari situ, Chacha menentukan guideline bagi warna rumahnya. Untuk dinding, warna pink hampir digunakan di seluruh ruangan. Sementara itu, hijau tosca dan hijau daun menjadi aksen tambahan agar cat dinding tidak monoton. Misalnya, yang terlihat di ruang tamu dan kamar anak.

Sisi kanan ruang tamu menggunakan warna tosca. Di sisi lain, kamar anak diberi dua warna berbeda dengan pemisah horizontal. Bagian atas berwarna pink dan bawah hijau daun. Perbedaan warna diterapkan karena Chacha memiliki anak laki-laki dan perempuan. ’’Warna pink untuk cewek dan hijau buat cowok,’’ jelasnya.

Guideline yang sama diterapkan untuk segala perabotan dan pernak-pernik di rumah. Chacha ingin perabotnya punya warna yang sama atau setidaknya nyambung dengan warna utama dinding rumah. Karena itu, dia rajin hunting. ’’Misalnya, piring. Enggak asal beli, harus cocok dengan tema rumah,’’ paparnya. Kadang, dia menemukan perkakas rumah yang langka seperti mesin cuci warna hijau tosca.

Lampu di ruang tamu ini yang memicu Chacha untuk mengaplikasikan konsep colorful. Setelah itu, segala sesuatu di dalam rumah disesuaikan warnanya supaya senada. (Imam Husein/Jawa Pos

Chacha mengaku terinspirasi gaya rumah shabby minimalis. ’’Saya suka dekorasi seperti di rumah Susan Emir (desainer interior dan founder Rumah Sabine, Red),’’ ujarnya. Sesuatu yang vintage seperti aksen jendela warna-warni dipasang di bagian luar rumah. Untuk memudahkan perabotan masuk ke tema, tak jarang dia memesan perabotan custom.

Dengan konsep tersebut, Chacha lebih banyak bermain dengan cat. Dia enggan menggunakan wallpaper. ’’Banyak rumah yang sudah pakai wallpaper. Jadi, saya lebih banyak ke cat saja,’’ ucapnya. Selama pembangunan rumah, dia tiga sampai empat kali ganti cat karena warnanya kurang cocok.

Berbeda dengan interior rumah, bagian kamar mandi dan pagar dibuat putih. Awalnya, warna pink dipilih untuk pagar. ’’Tapi, kesannya jadi terlalu banyak warna. Saya buat putih saja,’’ terangnya.

Sementara itu, kamar mandi termasuk bangunan baru. Semula kamar mandi berada di area dapur. Chacha pun memanfaatkan sisa tanah untuk membuat kamar mandi. Jadi, dapur bisa diperluas.

Home’s Fact

Luas tanah: 60 meter persegi
Luas bangunan: 36 meter persegi
Lokasi: Sukabumi, Jawa Barat

Tip dari Chacha

– Lis gipsum
Chacha memilih lis dari gipsum, bukan kayu, agar lebih tahan lama dan tidak dimakan rayap. Lis gipsum lebih mudah diaplikasikan karena cukup ditempel, tidak perlu diukir seperti tembok asli.

– Lantai granit
Meski terlihat seperti vinyl parquet, lantai rumah Chacha sejatinya adalah granit. Dia memilih granit dengan pertimbangan lebih tahan lama dan tidak perlu sering-sering diganti seperti vinyl.

– Tanpa lemari
Dua kamar di rumah Chacha tidak punya lemari. Sebagai gantinya, kamar anak diberi dua storage baju. Kamar utama diberi rak gantungan besi pengganti lemari pakaian.

TEMPAT TIDUR ANAK: Dua anak Chacha tidur dalam satu ruangan yang sama. Agar tetap muncul kesan ”terpisah”, Chacha mengakalinya dengan custom bed. Modelnya seperti rumah-rumahan mini dari kayu. Warna kayu dan seprai dibedakan untuk masing-masing anak. (Imam Husein/Jawa Pos)
ELEMEN DEKORATIF: Hiasan jendela dengan warna kuning mempercantik ruangan. (Imam Husein/Jawa Pos)
WOOD PLANK DAN BATU ALAM: Bagian teras rumah diberi dua aksen berbeda. Wood plank dipasang tepat di sebelah pintu dengan warna putih. Sementara itu, di samping jendela kamar dipasang keramik batu alam. Dengan demikian, nuansa dinding luar rumah tidak monoton. (Imam Husein/Jawa Pos)

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : deb/c18/jan



Close Ads