alexametrics

Padu Padan Tema Industrial untuk Hunian: Tabrak Gaya, Tetap Nyambung

18 Juni 2019, 07:00:41 WIB

Bosan dengan gaya minimalis? Coba jajal gaya industrial. Tema itu punya tampilan simpel dan menitikberatkan fungsi, namun tetap menarik dan mudah dipadupadankan dengan tema lain.

SEPERTI namanya, tema industrial terinspirasi desain pabrik. Penataannya berfokus pada fungsi. ’’Makanya, gaya ini punya ciri khas furnitur yang berbahan metal dan kayu berat. Solid dan tanpa finishing warna-warni,” ungkap desainer interior Olyvia Damayanti.

Dia menjelaskan, gaya tersebut punya palet warna yang cenderung monokrom. Pilihan warnanya di kisaran warna netral serta gelap, sesuai warna logam dan kayu. Jadi, ada kesan vintage di tampilan keseluruhan, sekaligus maskulin. Olyvia menuturkan, hal itu membuat furnitur terlihat unik. Meski berpotongan modern, tetap ada sentuhan karat atau ’’dipakai” pada perabot.

Lantaran punya warna yang relatif netral, desain ala industrial mudah dikawinkan dengan tema lain yang lebih berwarna. ’’Tergantung selera pemilik rumah, ingin look keseluruhan yang seperti apa,” papar desainer interior untuk Kana Furniture tersebut.

DUA FUNGSI: Pintu geser berbahan kayu ini jadi highlight di ruangan yang terletak di lantai bawah. (Riana/Jawa Pos)

Padu padan tema industrial pun tidak terbatas. Bisa dipadukan dengan tema yang berseberangan. Misalnya, tema urban jungle yang diterapkan Miky Setiawan. Dalam huniannya, dia menggabungkan unsur industrial yang diwakili railing tangga logam dan dinding unfinished, dengan sentuhan serbahijau dan beragam tanaman.

’’Secara konsep memang menantang karena keduanya enggak nyambung. Tapi, nyatanya masuk-masuk aja,’’ kata Miky. Dia juga mengombinasikan banyak tema sekaligus. Mulai gaya Skandinavia, tribal, hingga shabby chic. Meski berseberangan, tema-tema itu bisa saling melengkapi.

Miky mencontohkan desain dapur yang berbatasan langsung dengan teras mini. Dia menggunakan ubin tribal monokrom yang bermotif Santorini Blue. ’’Tema ini lebih feminin. Bisa menyeimbangkan tema industrial yang macho banget,” jelasnya. Begitu pula dengan tambahan macrame dan tanaman hias di ruang tengah.

TERSEMBUNYI: Di balik pintu tersebut ada walk-in closet dan kamar mandi. (Riana/Jawa Pos)

Lantaran terkesan simpel dan jadul, gaya industrial cocok dipadukan dengan furnitur lawas. Misalnya, kursi goyang dan radio. Di ruang tamu, Miky juga memilih peti kayu beroda untuk menggantikan meja. ’’Sengaja cari pernik-pernik yang jadul, tapi tetap kontemporer. Bukan perabot koleksi yang punya nilai histori tertentu,” ujar creative director Rain Drops Deco tersebut.

Miky menambahkan, mix and match aneka tema itu tidak terlepas dari konsep rumahnya yang juga merangkap studio. Miky ingin setiap ruangan memiliki nuansa yang berbeda, namun tetap punya benang merah. ’’Tiap ruang punya daya tarik tersendiri,’’ tuturnya.

Tips dari Miky

Ruang Pribadi Minimalis:
Rumah Miky juga disewakan untuk studio foto. Namun, Miky tidak lantas kehilangan area pribadi. Dia menyatukan kamar mandi dan walk in closet di lantai dasar. Ruangan itu disekat pintu geser kayu. ’’Meski kamar mandi dan ruang pakaian jadi satu, enggak lembap karena dipasang exhaust system,’’ ungkapnya.

Fasad Unik dan Multifungsi:
Jajaran roster dipilih Miky untuk fasad rumah karena memiliki nilai estetika dan tampilan edgy. Di sisi lain, roster juga membantu sirkulasi udara lebih lancar.

Sejuk tanpa Pendingin Ruangan:
Di rumah Miky, hanya kamar tidur yang menggunakan AC. Di ruang utama hanya ada kipas. Namun, ruangan tetap terasa lega karena langit-langit yang tinggi.

Dinding Industrial:
Miky menyatakan, dinding rumah sengaja dibuat memiliki tampilan unfinished. Agar tidak terlihat lusuh, dia menggunakan campuran semen acian dan lem tembok. ’’Hasilnya lebih rapi dan furnished,’’ katanya. Untuk kesan mirip lempengan baja, bagian dinding dibuat kotak-kotak besar.

DEKORATIF: Hiasan macrame berukuran besar digantung di ruang makan. (Riana/Jawa Pos)

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : fam/c18/jan



Close Ads