alexametrics

Babatan House: Ramah di Luar, Hangat di Dalam

18 April 2022, 03:12:07 WIB

Terletak di kawasan perkotaan yang cukup padat bukan berarti rumah tidak bisa memiliki pencahayaan dan sirkulasi udara yang baik. Salah satu triknya adalah menciptakan bukaan dari atas. Misalnya, Babatan House rancangan Franciskus Raymond Halim, principal architect ANTI-Architecture.

UNTUK area rumah seluas 200 meter persegi di kawasan Babatan, Surabaya, tersebut, Raymond menempatkan taman sebagai pusat sirkulasi. Luas tamannya sendiri sekitar 19 meter persegi dan dilapisi rumput jepang.

Bagian atas taman sengaja tidak dilengkapi atap. Dengan begitu, sinar matahari dan udara bisa lancar memenuhi ruangan-ruangan di sekitarnya. Di antaranya, ruang keluarga dan ruang makan serta dapur yang menjadi cukup terang saat siang.

Lantas, apakah air hujan akan membasahi interior rumah? Tidak. “Ruangan di sekitarnya dilengkapi dengan pintu lipat yang bisa dibuka lebar dan ditutup jika diperlukan,’’ kata Raymond kepada Jawa Pos pada Rabu (13/4).

Selain sebagai tempat masuknya udara dan sinar matahari, taman di tengah itu dibuat untuk tempat bermain cucu-cucu pemilik rumah yang datang saat akhir pekan. ’’Nah, karena tamannya ada di tengah, mereka bisa main dengan tetap bisa diawasi dari hampir segala sisi rumah,’’ terangnya.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : adn/c12/nor

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads