alexametrics

Tips Mudah ‘Menyulap’ Mebel Usang jadi Tampak Baru dengan Harga Murah

17 Januari 2021, 13:53:08 WIB

JawaPos.com – Furniture atau mebel di era kekinian bukan cuma sekadar penghias rumah. Selain untuk investasi jangka panjang, banyak orang membeli furniture lebih kepada fungsinya untuk mendukung keseharian. Sebagai hal yang diperlukan, harga furniture tentu tidak bisa dibilang murah.

Umumnya, furniture dibeli dengan ekspektasi penggunaan minimal 10 tahun. Jika tenggat waktu tersebut sudah lewat dan mebel yang dibeli sudah terlihat tidak apik, ‘menyulap’ mebel lama agar terlihat baru kembali bisa menjadi salah satu cara menghemat pengeluaran.

Memasang stiker rupanya menjadi salah satu pilihan untuk mengubah furniture usang menjadi terlihat baru kembali. Yang terpenting, harganya tentu jauh lebih miring ketimbang harus membeli mebel baru.

Cara ini, menurut pegiat bisnis stiker mebel, ternyata sudah cukup lama menjadi alternatif banyak orang yang membutuhkan furniture baru.

“Kita hanya membutuhkan stiker untuk melapisi furniture tersebut agar tampak baru dan bagus. Zaman sekarang, furniture yang lama dan bahkan ada yang masih baru banyak yang menggunakan stiker,” ujar Manajer Sticker Mart Jakarta, Yohanes Nico Setiawan dalam siaran pers yang diterima JawaPos.com.

Nico menjelaskan, selain biaya lebih murah, memasang stiker untuk mebel juga punya keunggulan lain, yakni tidak meninggalkan bau pelitur.

“Pada dasarnya, semua furniture bisa ditempeli sticker asalkan bahannya datar seperti kayu, plastik, besi, dan lainnya. Sticker juga bisa untuk meja, lemari, kitchen set, kulkas, AC, dan lainnya,” ujar pemilik akun @stickermartjakarta itu.

Pemasangannya pun, kata Nico, juga relatif cepat dan mudah. Untuk melakukan pemasangan stiker pada furniture, hanya perlu rakel untuk menggosok stiker pada permukaan mebel supaya rata.

“Pastikan bidang yang dipasang stiker bersih terlebih dulu. Untuk furniture lama yang sudah usang, memasang stiker adalah alternatif yang cerdas. Kita juga bisa memasang sendiri tanpa perlu tukang,” ujar Nico.

Editor : Banu Adikara




Close Ads