alexametrics

Rumah dengan Basement pada Kondisi Tanah Upslope

Banyak Bukaan di Lantai Atas
17 Januari 2020, 09:11:33 WIB

Ketika hendak membangun rumah, desain dan kebutuhan ruang harus disesuaikan dengan kondisi kontur tanah. Ada kalanya lahan yang akan digunakan untuk membangun ada kemiringan, atau bahkan konturnya naik. Seperti rumah yang berada di Coblong, Bandung ini.

TANTANGAN yang dihadapi Dicka Ramadhan saat merancang rumah di Coblong, Bandung, ini adalah kondisi tanah dengan kemiringan atas alias upslope. Sementara itu, pemilik rumah meminta ada area basement. Area tersebut digunakan untuk servis, garasi, dan workshop.

Karena kondisi tersebut, Dicka mengeruk tanah sedalam 3 meter untuk membangun basement dengan total luas 57 meter persegi. Arsitektur jebolan Universitas Parahyangan, Bandung, itu kemudian menyisakan sekitar 1 meter untuk akses masuk ke rubanah.

Workshop itu sangat dibutuhkan pemilik rumah yang memiliki bisnis di bidang konfeksi. Dia menginginkan area tersebut terpisah dengan area keluarga supaya privasi penghuni rumah pun tidak terganggu.

Basement itu tampak luas dari depan berkat pemasangan pagar expanded metal hitam yang memiliki tinggi sekitar 2,4 meter. Dicka sengaja memilih pagar bermotif lubang itu untuk menunjukkan sifat si pemilik yang terbuka dalam urusan bersosialisasi. ’’Jenis pagarnya yang geser. Bukan lipat. Supaya lebih mudah ketika membuka dan menutup,” terangnya.

Untuk menuju lantai 1 dan 2, ada tangga dengan lebar 1 meter. Warna pagar dan railing-nya hitam. ’’Warna rumah ini tidak jauh dari hitam, abu-abu, cokelat, dan putih. Favorit pemilik rumah sih. Warna itu juga kental dengan gaya minimalis,” jelasnya.

(FEDRIK TARIGAN/JAWA POS)

Desain rumah tersebut secara keseluruhan unik. Fasadnya hanya berbentuk balok, minim ventilasi, dan bergaya unfinished. Tapi, urusan sirkulasi udara tetap aman. Karena bukaan dihadirkan di tempat lain. Salah satunya di lantai 2. Angin bisa bebas masuk ketika pintu kaca di lantai atas itu dibuka. ’’Ada kaca memanjang di bagian fasad karena rumah ini menghadap langsung ke cahaya matahari,” tutur Dicka.

HIGHLIGHT

Tangga gantung

(FEDRIK TARIGAN/JAWA POS)

Penggunaan tangga gantung membuat area lantai 1 terlihat lebih luas. Dicka memilih warna cokelat untuk pijakan tangga yang memiliki tinggi 3,4 meter itu. Sementara itu, railing tangga berwarna hitam. Tone dua warna tersebut dipilih untuk kesan natural dan kalem. ’’Material pijakan tangga memakai kayu teakwood karena ringan,’’ ujarnya.

Rooftop berbahan beton

(Fedrik Tarigan/Jawa Pos)

Rooftop ini sekaligus difungsikan sebagai kanopi. Terbuat dari bahan beton dan di-finishing dengan ekspos. Panjang beton 10 meter dan lebarnya 2,4 meter. Rooftop menjadi akses bagi penghuni di lantai 2 untuk menikmati suasana Coblong, Bandung. ’’Sistemnya dicor seperti bikin lantai. Lalu, lapisan atas rooftop diberi lapisan anti-air supaya tidak bocor. Struktur pembesiannya juga harus diperhatikan dengan melihat kondisi tanah,’’ papar Dicka.

Lantai carport miring bertekstur

(Fedrik Tarigan/Jawa Pos)

Karena kontur tanah menuju basement miring, Dicka menyiasatinya dengan membuat lantai carport bertekstur. Tidak menggunakan keramik atau semen biasa. Panjang kemiringan sekitar 3 meter.

Dia membuat lantainya bermotif, yang menyerap air. Dengan begitu, pemilik rumah tak perlu khawatir terpeleset atau ada kubangan tanah.

Lebih Detail

(FEDRIK TARIGAN/JAWA POS)

Dinding kamar mandi tidak disemen penuh. Sebagian dikeramik. Tujuannya, dinding tidak lumutan karena suhu kamar mandi yang lembap.

Pembatas dinding belakang menggunakan seng aluminium dengan tinggi sekitar 1 meter. Rumah tersebut memiliki jarak sekitar 50 cm dengan tembok pembatas belakang. Sebab, area belakang rumah adalah permukiman warga. ’’Pakai seng aluminium karena materialnya ringan. Kalau ada orang yang manjat, seng itu akan memunculkan suara. Alias berisik,’’ terangnya.

HOME’S FACT

Luas Bangunan 185 m2

Luas Tanah 175 m2

Lokasi : Coblong, Bandung, Jawa Barat

Editor : Ilham Safutra

Reporter : sam/c7/jan


Close Ads