alexametrics

ENT House, Beri Tekstur pada Dinding Hindari Kesan Dingin

8 Mei 2022, 16:16:35 WIB

Rumah bergaya Eropa klasik yang lekat dengan kesan mewah dan megah memiliki penggemar tersendiri. Ketika klien menginginkan rumah berkonsep demikian namun tak terlalu ”berat”, SAE Studio menuangkannya dengan gaya yang lebih modern dan kontemporer.

ARSITEKTUR klasik biasanya ditandai dengan banyaknya profil dan fasad yang serbasimetris. Hal itu berusaha dipertahankan, namun di-adjust oleh Risa Guntari selaku arsitek prinsipal SAE Studio dalam proyek ENT House. ’’Kami temukan satu titik tengah antara keinginan pemilik rumah dan karakter SAE,’’ kata Risa kepada Jawa Pos pada 28 April lalu.

Profil-profil itu masih ada, tetapi dibuat tidak terlalu rumit. French window tetap dipertahankan. Di sisi lain, penggunaan material batu bata terakota juga menjadi perwujudan elemen klasik Eropa pada rumah tersebut.

Material tersebut diterapkan sebagai pemanis pada fasad. ’’Material itu 5–10 tahun lagi mulai kelihatan bersatu dengan alam. Ada tanaman merambat, lumut, dan sebagainya. Dia akan terlihat seperti sewajarnya aja di sana, bukan sesuatu yang mengganggu,’’ terangnya.

Lalu, dipadupadankan dengan material lain yang kerap ada dalam project-project Risa. Misalnya, bata roster. Bata roster itu ditempatkan pada balkon kamar utama. Menurut Risa, selain mempercantik, bata roster juga melindungi privasi rumah tanpa membuatnya tampak berat. Sebab, rumah tersebut terletak di area yang cukup ramai orang berlalu-lalang. ’’Selain itu, juga menghindari matahari sore karena rumah ini menghadap ke arah barat,’’ jelasnya.

Risa juga suka menambahkan tekstur pada dinding rumah tersebut. ’’Pandangan saya dalam mendesain apa pun, bagaimana caranya kita membuat bidang itu tidak terlalu polos. Melainkan memiliki kekayaan,’’ katanya. Salah satu tekstur itu diterapkan pada fasad yang menggunakan material dinding kamprot. Kemudian, area entrance yang didominasi warna putih terasa lebih ”hidup” berkat dinding bermotif ketupat.

Lalu masuk ke area interior, kesan klasik dan mewah terasa lebih kental. Lis profil diterapkan pada dinding yang turut meramaikan motif. Beberapa sisi dinding juga dibuat bertekstur. Contohnya, dinding area bermusik yang bermotif mirip batik kawung. ’’Di interior banyak bidang yang luas, banyak warna putih. Kalau enggak menambahkan tekstur, akan terasa kosong dan dingin,’’ kata Risa.

Material kayu menambah kesan hangat pada interior. Lalu, furnitur menyesuaikan. Misalnya, kabinet di dapur yang memiliki handle berwarna emas, sesuai dengan keran pada sink yang juga memiliki sentuhan warna emas. Tidak lupa, penerapan material marmer menambah kesan klasik dan elegan pada rumah tersebut.


 

  • Arsitek: Risa Guntari (SAE Studio @saestudio)
  • Lama pengerjaan: 1,5 tahun
  • Lokasi: Cikarang, Jawa Barat

 

HIGHLIGHTS

BANYAK RUANG NGUMPUL

RUMAH NAN RAMAH: Ruang tamu diperluas dan ruang makan dibuat terbuka. Bak Obrolan hangat antara arsitektur dan alam. Nyaman buat tamu dan kerabat yang berkunjung.
  • Rumah ini direnovasi agar memiliki banyak ruang pertemuan. Hal itu sesuai keinginan owner yang senang mengundang orang ke rumah. Sesuai namanya, ENT House atau rumah untuk menyenangkan orang (yang berkunjung).
  • Ruang tamu diperluas, ruang makan pun dibuat terbuka. Ada juga ruang karaoke.

ROOFTOP

  • Rooftop digunakan sebagai tempat berkumpul yang lebih privat. Selain bisa untuk barbecue party, juga menjawab kebutuhan untuk berjemur di era adaptasi pandemi.

VERTICAL GARDEN

  • Kawasan Cikarang cenderung gersang. Oleh karena itu, dibuatlah banyak vertical garden yang mewakili ruang hijau di rumah tersebut tanpa memakan banyak tempat. Vertical garden juga menjadi spot cuci mata yang menyegarkan.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : adn/c6/nor

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads