alexametrics

Gaya Jengki Bertemu Modern-Industrial

Permainan Material dalam Restorasi De Mier
7 Juni 2021, 06:37:57 WIB

Dari bekas mes menjadi ruang publik. Memadukan gaya era 1960-an dan modern. Tanpa banyak merombak bangunan existing. Hasilnya, ruang-ruang estetik yang nyaman dan ramah.

NYARIS seabad lalu, bangunan bernama De Mier –yang berarti semut dalam bahasa Belanda– merupakan mes tentara angkatan laut. Arsitek Clifford Sutedjo menjelaskan, konstruksinya kuat, tapi tidak spesial. ”Bukan bangunan ’ningrat’. Jadi, kalau dibuatkan extension atau sambungan yang ala bangunan tua juga bakal kurang istimewa,” paparnya.

Arsitek Spasi Architects itu menjelaskan, timnya mempertahankan bangunan existing. Struktur tambahan seperti mes untuk asisten rumah tangga atau ruang cuci dirobohkan. ”Rumah lawas mungkin cuma membongkar satu tembok penyekat di dalam,” kata Clifford. Ekstensi di samping dan belakang bangunan utama dibuat serbabaru dan modern.

Dalam perombakan itu, bangunan utama diubah menjadi ruang kafe serta meeting room. Sementara itu, extension dijadikan kamar-kamar sekaligus area co-working. Arsitek alumnus Universitas Kristen Petra itu menjelaskan, ada perbedaan kontras antara konsep bangunan existing dan baru.

”Sekali lihat saja, udah bisa ditebak ’oh, ini bangunan lama, ini yang baru’,” ungkapnya. Clifford menyatakan, bangunan utama dibuat bergaya retro. Banyak furnitur bergaya jengki yang populer di tanah air pada era 1960-1970.

Editor : Ilham Safutra

Saksikan video menarik berikut ini:




Close Ads