Proyek Renovasi Rumah, Pertahankan Lengkungan yang Terasa Kekinian

5 Desember 2022, 06:05:21 WIB

Proyek renovasi memang terkadang memiliki tantangan yang lebih besar daripada mendirikan rumah baru. Misalnya, bagaimana mempertahankan material asli bangunan lama dengan menambahkan unsur kekinian. Hal itulah yang dirasakan Kevin Widyanto, arsitek prinsipal dalam sebuah proyek hunian di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan.

BANGUNAN rumah asli didirikan pada tahun ’70-an. Struktur dan dindingnya masih kukuh. Hanya, pemilik rumah sudah berganti ke generasi selanjutnya yang lebih muda. Oleh karena itu, rumah tersebut dirombak menjadi lebih modern dan fresh. Namun, Kevin juga sebisanya mempertahankan bangunan asli. Sebab, selain sayang jika bangunan yang masih kukuh harus dirobohkan, rumah itu menyimpan banyak memori.

Salah satu elemen lama yang dipertahankan adalah lengkungan pada dinding area entrance dan ruang keluarga. Dengan perombakan pada cat dinding dan furnitur yang mengelilinginya, lengkungan itu jauh dari kesan kuno, bahkan terkesan mengikuti tren yang ada saat ini. ’’Sekarang ini banyak banget bangunan yang justru berusaha menampilkan komponen (lengkungan) seperti ini,’’ tutur Kevin kepada Jawa Pos.

Sebagian material lantai asli juga tidak dieliminasi. Misalnya, pada ruang keluarga yang memiliki lantai teraso. Lantai itu ada sejak rumah kali pertama didirikan. Bentuknya pun masih sangat baik dan memiliki ketebalan sekitar 3 sentimeter. ’’Akhirnya dipoles ulang dan diberi finishing halus, jadi seperti baru lagi,’’ papar arsitek prinsipal Rethinking Architecture Lab tersebut.

Selera pribadi pemilik rumah dituangkan dalam pemilihan warna monokrom yang sekaligus memperkuat kesan modern. ’’Warna itu masih relevan ke depannya. Kalau ada pergantian konsep interior pun masih cocok,’’ kata Kevin. Dia membedakan antara bangunan lama dan baru dengan warna. Bangunan lama diwarnai putih, sedangkan bangunan baru diwarnai abu-abu, kecuali area ruang keluarga.

Bentuk atap asli pun berusaha dipertahankan. Alhasil, sebagian lantai 2 rumah itu tidak tampak dari depan. Pengaturan orientasi rumah pun menarik. Pemandangan terbaik terletak pada bagian belakang tempat kolam renang berada. Oleh karena itu, area utama seperti ruang keluarga dan kamar tidur menghadap ke belakang. Bukaan yang maksimal ke arah halaman belakang memungkinkan udara dan sinar matahari menembus ke dalam rumah.

Dengan begitu, yang tersisa pada bagian depan adalah kamar mandi utama. Namun di sisi lain, pemilik juga ingin area depan rumah masih dapat dipantau. Mengatasi hal itu, Kevin membuat sebuah ”sayatan’’ kecil pada dinding kamar mandi utama yang menghadap depan. Kamar mandi tersebut terletak di lantai 2, sedangkan ”sayatan’’ itu hanya berupa jendela kecil memanjang setinggi mata. ’’Sehingga privasi juga tetap terjaga,’’ kata Kevin.


HIGHLIGHT

ROOFTOP

Sisi kanan rumah tersebut dimanfaatkan sebagai area servis. Yakni, garasi, dapur kotor, hingga kamar ART. Lantai 2 dimanfaatkan sebagai rooftop yang dipercantik dengan batu koral hias.

TANGGA

Anak tangga merupakan material asli yang dipertahankan. Namun agar terasa modern, dipadukanlah dengan railing bermaterial perforated metal yang dicat hitam. Pengecatan menggunakan teknik powder coating agar lebih tahan cuaca.

VOID

Kamar mandi utama memiliki jendela besar yang menghadap ke void. Void itu sendiri menjadi sumber cahaya alami ke bagian tengah rumah. Dengan demikian, suasana kamar mandi menjadi lebih cerah.


BUKAAN MAKSIMAL: View kolam renang di bagian belakang rumah memberikan efek refreshing bagi penghuni.
  • Arsitek: Kevin Widyanto (Rethinking Architecture Lab @ral.studio.jkt)
  • Luas tanah: 630 meter persegi
  • Luas bangunan: 500 meter persegi
  • Lama pengerjaan: 2 tahun
  • Lokasi: Jakarta Selatan

Editor : Ilham Safutra

Reporter : adn/c6/nor

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads