3PM House, Dualisme Karakter lewat Fasad dan Interior

5 September 2022, 07:10:05 WIB

Rumah yang menghadap ke barat kerap dianggap kurang menguntungkan. Padahal tidak melulu demikian. Arsitek Hendro Prasetyo membuktikannya lewat sebuah proyek hunian yang diberi nama 3PM House.

SESUAI namanya, 3PM House paling cantik dinikmati saat sore hari menjelang matahari terbenam. Rumah yang terletak di kawasan Jakarta Timur itu menghadap ke barat, namun sedikit miring. Sehingga sinar matahari paling kuat menembus rumah di jam-jam tersebut. Hendro berusaha memanfaatkan hal itu dengan menempatkan bata roster pada fasad.

Roster itu menutupi hampir seluruh fasad di lantai 2, dibingkai oleh dinding berbentuk huruf C yang memberi kesan melayang. ’’Kalau sore saat golden hour, roster itu kena pendarnya sinar matahari. Itu waktu terbagus untuk melihat fasadnya,’’ ujarnya Rabu (31/8).

Hendro sepenuhnya menyadari bahwa rumah tersebut tidak bisa memiliki fasad kaca. Sebab, akan terlalu silau di sore hari. Namun, di sisi lain, dia tetap ingin pencahayaan dan penghawaan alami mendominasi. Itulah mengapa roster dipilih.

Di balik roster itu tidak ada ruangan yang terhubung secara langsung, melainkan void. Adanya void dan ditambah dengan taman kecil di bagian belakang rumah memungkinkan adanya cross ventilation. ’’Jadi tidak perlu pakai AC, rumah itu masih bisa adem di jam-jam tertentu,’’ katanya.

Hendro memadukannya dengan material kayu untuk menciptakan kontras dan suasana yang lebih hangat. Fasad itu juga kian menarik berkat material batu andesit yang menambah nuansa eklektik. ’’Kebetulan pemilik punya stok batu andesit lama, jadi kami rekondisi dan manfaatkan sebagai bagian dari desain,’’ kata Hendro.

Fasad dengan warna gelap yang berkarakter tegas dikatakan Hendro mewakili karakter pemilik rumah. Sementara itu, pemilik lainnya lebih suka warna terang. Hal itu diterapkan pada interior. Hendro menggunakan tiga warna, yakni putih, cokelat dari kayu, dan sentuhan abu-abu muda yang secara keseluruhan menghasilkan ambience terang.

Warna putih menjadi warna dasar yang diterapkan pada lantai, dinding, dan railing. Kemudian, warna kayu dan abu-abu diaplikasikan pada furnitur dan elemen pemanis rumah tersebut. Contohnya, sofa dan kitchen set. Hendro mengatakan, warna putih dan kayu itu juga terinspirasi dari interior bergaya Jepang. ’’Setiap elemen yang disediakan juga memastikan tampilan rumah yang clean dan sehat,’’ pungkasnya.

  • Arsitek: Hendro Prasetyo (Ruang Raya)
  • Luas tanah: 180 meter persegi
  • Luas bangunan: 180 meter persegi
  • Lama pengerjaan: 9–10 bulan

HIGHLIGHTS

  • MAIN ENTRANCE

Pintu masuk utama menghadap ke samping, bukan ke depan. Dengan begitu, jika pintu dibuka tidak langsung memperlihatkan interior lantai dasar secara keseluruhan. Hendro memilih material multiplex dan HPL beton yang dibuat secara custom.

  • FOYER

Begitu membuka pintu masuk utama, terdapat foyer yang ’’menyambut’’. Foyer itu terdiri atas dua kursi simpel. Menurut Hendro, foyer tersebut menjadi penghalang view agar area ruang keluarga tidak langsung terlihat dari depan.

  • MEZZANINE

Salah satu trik memangkas bujet dalam rumah itu adalah dengan membuat lantai mezzanine. Menurut Hendro, mezzanine menciptakan void yang tidak hanya menguntungkan secara bujet, tapi juga estetika. Interior rumah terasa lebih besar dan lega, penggunaan ruang pun lebih efisien.

  • RUANG KELUARGA

 

Ruang keluarga menjadi pusat rumah tersebut. Berkat penerapan mezzanine, pemilik rumah bisa memantau seluruh area melalui ruang keluarga, begitu juga sebaliknya. Terlebih, pemilik rumah punya anak yang masih kecil. Dengan open-plan, ruang keluarga terhubung dengan dapur.

  • KAMAR MANDI

Dominasi warna putih, abu-abu, dan kayu juga diterapkan di kamar mandi. Berkat pemilihan warna tersebut, kamar mandi berukuran 1,5 x 2,1 meter itu masih terasa luas. Juga, memberi kesan bersih dan rapi.

 

Editor : Ilham Safutra

Reporter : adn/c18/nor

Saksikan video menarik berikut ini: