alexametrics

Uniknya Rumah Konsep Barn House di Tengah Kota

4 Oktober 2020, 18:30:32 WIB

Rumah berkonsep barn house dengan atap mansard biasanya terdapat di kawasan rural Eropa atau Amerika Utara. Namun, berada di tempat tropis tidak menghalangi arsitek Benido Joy menerapkan gaya rumah tersebut dalam karya Rumah Clayu.

RUMAH bergaya barn house dan Amerika klasik itu terselip di kepadatan pinggiran ibu kota. Tepatnya di daerah Pondok Aren, Tangerang Selatan. Benido Joy, principal architect KAD Firma Arsitektur, menyebut idenya muncul ketika teringat tokoh Clark Kent di serial kesukaannya, Smallville, yang tinggal di barn house. Tentu ada sedikit modifikasi agar barn house cocok dibangun di Indonesia.

Bila umumnya barn house identik dengan material kayu, terutama pada bagian atap mansard, berbeda halnya dengan Rumah Clayu. Ben menggantinya dengan material conwood. Menurut dia, menjadikan kayu sebagai bahan utama rumah di daerah tropis sangat tidak dianjurkan. Sebab, kayu tidak akan kuat bertahan lama. ”Bisa pakai kayu yang kuat seperti ulin atau jati, tapi investasinya terlalu besar. Sayang juga kalau dipakai di rumah yang lahannya tidak begitu luas,” jelas Ben.

EVERLASTING: Pilihan konsep barn house dengan sentuhan Amerika klasik membuat rumah model ini tak lekang oleh zaman. (IMAM HUSEIN/JAWA POS)

Meski begitu, konsep barn house tetap melekat bila melihat hunian milik pasangan Clara Ayu dan Yuscha Aditya tersebut. Rumah itu menghadap selatan. Meski rumah tersebut tidak terkena sinar matahari secara langsung, seisi ruangan tetap akan terlihat terang karena memaksimalkan cahaya langit. Terutama pada siang hari.

Struktur bangunan terdiri atas dua material. Lantai 1 menggunakan bata merah agar lebih kuat menopang bagian atas. Lantai 2 memakai bata hebel yang ringan. Material itu juga bisa menjadi alternatif untuk menekan bujet.

Perpaduan warna putih, hitam, dan navy menghadirkan kesan elegan dan maskulin sekaligus mewah. Bagian dapur didominasi navy dengan sentuhan warna gold pada gagang laci. Warna hitam diterapkan di beberapa elemen seperti kusen pintu dan pintu, keran air, shower, serta jendela.

”Awalnya, atap juga berwarna navy. Hanya, waktu pengerjaan, materialnya nggak jadi dikirim dari luar negeri. Keburu pandemi,” tutur alumnus Universitas Katolik Parahyangan Bandung tersebut.

Di halaman depan, terdapat taman kecil yang menambah kesan barn house. Begitu pun lahan di belakang rumah yang niat awal hendak dijadikan kolam renang. Namun, atas pertimbangan beberapa hal, kini lahan itu sementara dimanfaatkan pemilik rumah untuk bercocok tanam. Ada buncis, bayam, kangkung, caisim, kailan, pakcoy, dan lainnya.

Selaku pemilik rumah, Clara menyatakan bahwa eksistensi rumah bernuansa Amerika klasik tidak bakal termakan zaman. Terlebih dibalut dengan perpaduan warna yang netral. Menurut dia, barn house memang sesuai dengan rumah impiannya. Memiliki bangunan yang tinggi, minim sekat, dan terlihat cerah. ”Pokoknya, tiga poin itu harus ada. Terserah mau bentuknya gimana,” katanya.


 

EVERLASTING: Pilihan konsep barn house dengan sentuhan Amerika klasik membuat rumah model ini tak lekang oleh zaman. (IMAM HUSEIN/JAWA POS)

HIGHLIGHTS

 

STORAGE DI BAWAH TANGGA

Sesuai dengan prinsipnya ketika membangun rumah bahwa semua space harus terpakai, Ben memanfaatkan bagian bawah tangga sebagai lemari. Di situ tersimpan pajangan, pernak-pernik, ataupun stok kebutuhan rumah tangga. Di balik laci-laci tersebut, terdapat gudang kecil yang hanya bisa diakses melalui dapur.

BAY WINDOW

Ketika membuka pintu, tamu dihadapkan kursi panjang dengan kaca lebar persis di samping taman. Tujuannya, memanjakan mata. Biasanya, tempat itu digunakan untuk bersantai ataupun membaca buku. Bagian bawah juga dimanfaatkan sebagai lemari sepatu.

COAK KAMAR MANDI

Tidak ada rak di kamar mandi lantai atas yang biasanya dipakai untuk menyimpan peralatan mandi. Clara memilih membuat coak pada tembok kamar mandi agar terlihat lebih simpel dan rapi.


DUA WARNA: Rumah Clayu menggunakan dominasi kombinasi warna putih dan hitam yang memberi kesan elegan. (IMAM HUSEIN/JAWA POS)

RUMAH CLAYU

  • Arsitek: KAD Firma Arsitektur
  • Lokasi: Pondok Aren, Tangerang Selatan
  • Luas tanah: 180 meter persegi
  • Luas bangunan: 196 meter persegi (dua lantai)
  • Selesai pengerjaan: Sembilan bulan

Editor : Ilham Safutra

Reporter : shf/c14/ayi




Close Ads