JawaPos.com - Platform musik Spotify membuat kebijakan untuk meningkatkan loyalitas penggunanya yang sudah berlangganan. Kebijakan itu terkait tarif harga langganan.
Chief Business Officer Spotify Alex Norström mengatakan, penyesuaian harga kini sudah menjadi bagian dari strategi perusahaan. “Kenaikan harga dan penyesuaian harga, itu semua bagian dari perangkat bisnis kami dan akan kami lakukan ketika memang masuk akal,” ujar Co-President Spotify itu yang dikutip dari Financial Times, Senin (25/8).
Norström menambahkan, Spotify berusaha memastikan kenaikan harga disertai dengan tambahan layanan. Adapun Spotify baru mulai menaikkan harga pada 2022 setelah bertahun-tahun menahannya tetap.
Baca Juga: BLACKPINK Kembali Cetak Rekor, 'Playing With Fire' Jadi Lagu ke-12 Tembus 500 Juta Streaming Spotify
Investor menyambut langkah itu karena mendorong perusahaan membukukan laba tahunan pertamanya pada 2024. Awal Agustus lalu, Spotify mengumumkan harga premium akan naik di sejumlah pasar mulai September, dan kabar tersebut membuat sahamnya naik hampir 10 persen.
Meski demikian, perusahaan masih menghadapi tantangan. Pada kuartal kedua 2024, Spotify mencatat kerugian bersih meskipun jumlah pelanggan meningkat 12 persen menjadi 276 juta, dan pengguna aktif bulanan naik 11 persen menjadi 696 juta.
Norström mengklaim bahwa kenaikan harga tidak menghambat minat pengguna. “Orang-orang tetap beralih menggunakan layanan ini meskipun ada kenaikan harga. (Spotify) justru merebut lebih banyak pangsa pasar,” ujarnya.
Diketahui bahwa Spotify melanjutkan strategi pengembangan produk, termasuk fitur transisi kustom antar lagu, perluasan layanan audiobook, podcast, hingga penggunaan DJ berbasis AI. Meskipun begitu, kenaikan harga ini masih dalam pembahasan.
Baca Juga: Catat Prestasi Baru, 'Crazy Form' Jadi Lagu ke-7 ATEEZ yang Raih 100 Juta Stream di Spotify
Dengan kebijakan harga baru yang berjalan paralel dengan inovasi layanan, Spotify berharap dapat memperluas basis pengguna. Norström bahkan menargetkan jumlah pengguna bisa menembus 1 miliar. “Kami sedang membuat kemajuan, tetapi ini memerlukan waktu,” pungkas dia.