JawaPos Radar | Iklan Jitu

Usai Diblokir, Tik Tok Janji akan Penuhi Permintaan Kemenkominfo

04 Juli 2018, 19:06:21 WIB | Editor: Fadhil Al Birra
Tik Tok, Tik Tok Diblokir, Menkominfo Rudiantara Tik Tok
Menkominfo Rudiantara (kiri) saat menemui perwakilan Tik Tok di kantornya, Jakarta, Rabu (4/7) sore. (Rian Alfianto/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menggelar pertemuan dengan perwakilan Tik Tok di Indonesia hari ini, Rabu (4/7). Hal ini menyusul adanya pemblokiran yang dilakukan Kemenkominfo terhadap Tik Tok, Selasa (3/7) kemarin.

Menkominfo Rudiantara mengatakan bahwa Tik Tok menunjukan respons cepat. "Tik Tok datang kepada kami dan kami minta komitmen mereka," ujarnya di Kantor Kemenkominfo, Jakarta, Rabu (4/7).

"Untuk Indonesia yang penting ada komitmen. Kami minta tiga komitmen kepada mereka. Pertama membersihkan konten negatif. Kedua melakukan filtering dan moderasi konten. Ketiga melakukan perubahan batas umur yang tadinya 12 tahun menjadi 16 tahun," imbuh Rudiantara.

Tik Tok, Tik Tok Diblokir, Menkominfo Rudiantara Tik Tok
Logo Tik Tok (Istimewa)

Selain itu, Rudiantara juga menjelaskan bahwa Tik Tok harus memiliki kantor perwakilan operasi di Indonesia. Hal tersebut dimaksudkan apabila ditemukan masalah serupa di kemudian hari, proses koordinasi akan lebih cepat dan mudah.

Sementara itu, pihak Tik Tok diwakili Zhen Liu selaku Senior Vice President and Corporate Strategy Bytedance Technology yang bertindak sebagai perusahaan induk Tik Tok. Dalam tanggapannya, dia menyebut bahwa Tik Tok akan tunduk terhadap aturan yang berlaku di Indonesia.

"Kami menerima apa yang diminta oleh Menkominfo (Rudiantara). Kami akan secepatnya membereskan apa yang menjadi tanggung jawab kami," jelasnya.

Tik Tok akan dibuka kembali bilamana permintaan Kemenkominfo sudah dipatuhi dan dipenuhi pihak Tik Tok. Rudiantara memastikan bahwa apabila permintaannya sudah dipenuhi, maka gembok pemblokiran Tik Tok akan segera dibuka lagi.

"Secepatnya akan dibuka bila mereka memenuhi komitmen yang kami minta tadi. Perlu diketahui bahwa tugas pemerintah bukan hanya regulasi, tapi juga memfasilitasi dan akselerasi. Kami mengapresiasi aplikasi tersebut sesungguhnya, namun konten negatif tetap konten negatif, dan itu harus di bereskan," pungkas Rudiantara.

(ryn/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up