JawaPos Radar | Iklan Jitu

Sebelum Diblokir Tik Tok Ternyata Sempat Dipetisi, Ini Alasannya

04 Juli 2018, 08:43:36 WIB | Editor: Fadhil Al Birra
tik tok, tik tok diblokir, tik tok dipetisi
Logo Tik Tok. (Istimewa)
Share this

JawaPos.com – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) akhirnya resmi memblokir Tik Tok. Tik Tok diketahui sebagai platform berbagi video singkat yang memiliki latar musik. Sebelum akhirnya diblokir, aplikasi yang sedang digandrungi kalangan muda ini ternyata sempat dipetisi oleh masyarakat.

Pantauan JawaPos.com pada laman Change.org, topik soal Tik Tok setidaknya telah ditandatangani lebih dari 60 ribu responden. Jika demikian, maka artinya sebanyak 60 ribu orang telah menyetujui bahwa Tik Tok menjadi platform yang dianggap meresahkan.

“Tik Tok adalah masalah bersama. Semakin lama, aplikasi Tik Tok lebih terlihat sebagai aplikasi untuk menyalurkan kebodohan banyak kalangan. Contohnya, video Tik Tok anak-anak yang joget (maaf) dan bahkan sampai ke video pornografi. Bahkan yang terbaru adalah tiktok menjadikan sholat atau ibadah sebagai alat hiburan. Sangat tidak layak,” demikian petikan petisi tersebut.

tik tok, tik tok diblokir, tik tok dipetisi
Trending Topic Twitter Indonesia, Tik Tok Jadi Perbincangan. (Screenshoot)

Menanggapi hal tersebut, Kemenkominfo akhirnya resmi memblokir Tik Tok. Direktur Jenderal Aplikasi dan Informatika (Aptika) Kemenkominfo Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan bahwa Kemenkominfo telah memblokir aplikasi Tik Tok dengan delapan domain name system (DNS) sejak Selasa (3/7).

“Pemblokiran didasari hasil pemantau tim penyaring konten negatif Kemenkominfo. Selain itu mengacu juga pada pelaporan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA), Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan laporan masyarakat,” jelasnya dalam pernyataan yang diterima JawaPos.com.

“Pelanggaran konten yang ditemukan antara lain pornografi, asusila, pelecehan agama, dan lainnya. Pemblokiran bersifat sementara sampai ada iktikad baik dari dia (Tik Tok) untuk membersihkan konten-konten negatif yang dimilikinya,” imbuh pria yang karib disapa Semmy itu.

Selain menuai kontroversi sebelum diblokir, topik soal Tik Tok juga ramai diberitakan setelah pemblokirannya. Pada jejaring sosial media (Sosmed) Twitter, perbincangan soal Tik Tok bahkan sempat menduduki posisi teratas di Trending Indonesia. Setidaknya hingga Selasa (3/7) malam, ada sebanyak 29 ribu lebih cuitan soal Tik Tok.

Seperti biasa, warganet menjadi yang paling reaktif menanggapi isu terkini yang mereka ketahui. Tak melulu soal isu berat, isu soal Tik Tok yang diblokir pun ternyata menyita perhatian. Akun @stywnyudha misalnya.

Dia mencuitkan “Pak kominfo (Menteri Kominfo Rudiantara, red) apa tida ingin memblokir orang yang udah lendotan dan ngomong sayang sayangan ke kita? Keadilan harus ditegakan dong, jangan Tik Tok doang”.

Lainnya, ada dari akun @melinakris7. Kurang lebih cuitannya sama dengan @stywnyudha. Berkelakar soal diblokirnya Tik Tok. “Belom kesampean main Tik Tok udah diblokir aja sama pemerintah. Mestinya yang diblokir itu dia yang hari ini bilangnya sayang, tapi besoknya malah ngilaaangg,” katanya demikian.

Selain dua cuitan warganet di atas soal Tik Tok, tentu masih banyak lagi yang lainnya. Kebanyakan komentar netizen memang mengamini bahwa Tik Tok layak diblokir sebelum benar-benar memperbaiki diri. Menurut mereka, di Indonesia perlu di atur perihal adanya batasan umur penggunaan sosmed agar tidak digunakan oleh anak yang belum cukup umur.

Hingga berita ini dibuat hingga ramai diperbincangkan, belum ada tanggapan atau reaksi dari pihak Tik Tok. Baik terkait pemblokiran maupun tudingan soal konten tak senonoh yang bersarang di aplikasi berbagi video singkat itu.

(ryn/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up