alexametrics
JawaPos Radar | Iklan Jitu

Komisi Google-Apple Kemahalan, Epic Games Bikin Toko Aplikasi Sendiri

02 Januari 2019, 12:25:42 WIB
Epic Games, Epic Games Store, toko aplikasi Epic Games
Logo game Fortnite besutan Epic Games di Paris Games Week, Oktober 2018 lalu. (Chesnot/GettyImages)
Share this

JawaPos.com – Epic Games, pengembang game Fortnite menantang dua raksasa teknologi, Google dan Apple, untuk membuat toko aplikasi serupa miliknya. Epic Games diketahui telah mengumumkan toko aplikasi online mereka sendiri beberapa pekan lalu.

Menariknya, biaya yang ditawarkan Epic Games lebih rendah daripada Google dan Apple. Karena itu, pengembang game bergenre Battle Royale, Fortnite, itu menantang kedua raksasa yang juga memiliki sistem operasi iOS dan Android untuk menjadikan toko aplikasinya seperti Epic Games.

Sebagaimana JawaPos.com kutip dari laman Time, Rabu (2/1), tantangan Epic Games dapat menekan Apple dan Google untuk melepaskan kontrol atas toko aplikasi yang mereka miliki. Pasalnya, toko baru Epic akan membebankan biaya komisi kepada pengembang hanya 12 persen, kurang dari setengah yang dilakukan toko aplikasi Apple Inc dan Alphabet Inc (Holding Google). Langkah berani itu bisa mendorong pengembang aplikasi dari segala jenis untuk menuntut kesepakatan yang sama.

Epic Games, Epic Games Store, toko aplikasi Epic Games
Game populer bergenre Battle Royale, Fortnite. (EpicGames)

Benjamin Schachter, seorang analis di Macquarie Capital, mengatakan dalam sebuah laporan bahwa ini adalah masalah besar dan memiliki implikasi yang berpotensi menjangkau lebih jauh dari sekadar para pengembang game saja. Jika Apple dan Google akhirnya dipaksa untuk memotong komisi agar sesuai dengan Epic, itu bisa sangat berdampak pada laba.

“Meskipun perusahaan tidak memberikan informasi keuangan untuk toko mereka, perusahaan riset Sensor Tower mengatakan dalam laporan Juli tahun lalu bahwa orang-orang menghabiskan sekitar USD 34 miliar pada toko-toko aplikasi tersebut pada paruh pertama tahun 2018,” katanya demikian.

Sebagaimana diketahui, selama bertahun-tahun, App Store Apple dan Google Play Store telah menjadi jalan utama yang dapat digunakan pengembang untuk memasukkan aplikasi ke sistem operasi masing-masing perusahaan tersebut. Pengembang aplikasi membayar komisi 30 persen untuk didistribusikan melalui toko-toko. Biaya yang menurut Google dan Apple adil untuk menyediakan pasar serta sistem distribusi yang tepercaya dan aman.

Toko aplikasi Epic akan mulai debut dengan satu set game yang dikurasi dengan tangan alias manual pada perangkat PC dan Mac. Lebih jauh dikatakan bahwa toko aplikasi Epic katanya akan mulai menjajakan game lain ke Android dan platform terbuka lainnya sepanjang 2019 ini.

Sebagai informasi, pada Agustus tahun lalu, Epic mengatakan tidak akan mendistribusikan game bikinan mereka, Fortnite, melalui Google Play Store. Mereka meminta pemain untuk mengunjungi situsnya sendiri dan mengunduh peluncur khusus yang akan membuka permainan di perangkat Android.

Metode ini memungkinkan Epic untuk menghindari biaya komisi, serta toko baru itu akan berfungsi dengan cara yang sama. Namun begitu, Epic memiliki masalah yang cukup pelik, yakni bagaimana meyakinkan pembuat aplikasi dan game beserta para pemain dan pengguna bahwa toko aplikasinya sama amannya dengan yang dioperasikan oleh Apple dan Google.

Editor           : Fadhil Al Birra
Reporter      : (ryn/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini