← Beranda
Tak Selalu Beruntung di Masa Muda, 7 Weton Ini Konon Bersinar di Usia Matang
Leni Setya WatiKamis, 13 Agustus 2026 | 21.53 WIB
Ilustrasi weton yang diremehkan tapi sukses di usia 40 tahun ke atas (freepik)

JawaPos.com – Dalam tradisi dan kepercayaan masyarakat Jawa, weton sering digunakan untuk menggambarkan karakter, perjalanan hidup, hingga peruntungan seseorang.

Tidak semua weton dipercaya memiliki jalan hidup yang mudah. Ada sejumlah weton yang dalam penafsiran Primbon Jawa kerap digambarkan menghadapi berbagai tantangan, terutama ketika masih berusia muda.

Namun, perjalanan hidup yang penuh rintangan tidak selalu dianggap sebagai pertanda buruk. Dalam sejumlah ramalan, karakter yang awalnya dianggap sebagai kekurangan justru disebut dapat menjadi modal untuk meraih kesuksesan ketika seseorang semakin matang.

Dikutip dari kanal YouTube LARAS SUKERTA, terdapat tujuh weton yang disebut sering diremehkan tetapi berpotensi menunjukkan keberhasilan setelah memasuki usia 40 tahun ke atas.

Baca Juga: Dikenal Pekerja Keras, 10 Weton Ini Konon Bakal Menikmati Rezeki Besar

Berikut daftarnya:

1. Selasa Wage

Pemilik weton Selasa Wage disebut memiliki perjalanan hidup yang tidak selalu mulus ketika masih muda. Sikap yang tegas dan sulit menerima arahan terkadang membuat mereka dianggap keras kepala.

Namun, karakter tersebut juga dapat dilihat sebagai bentuk keteguhan dalam memegang prinsip. Mereka digambarkan sebagai pribadi yang tidak mudah menyerah dan bersedia menjalani proses panjang untuk mencapai tujuan.

Berbagai pengalaman dan kegagalan yang dilewati justru dipercaya membentuk mental yang semakin kuat. Memasuki usia 40-an, Selasa Wage disebut mulai menikmati hasil dari ketekunan tersebut.

Dalam ramalan, mereka berpeluang berkembang menjadi pelaku usaha, pemimpin di lingkungan sekitar, maupun sosok yang dipercaya dan dijadikan panutan.

2. Kamis Legi

Kamis Legi sering digambarkan sebagai sosok tenang dan tidak terlalu banyak membuka diri kepada orang lain. Sikap tersebut terkadang membuat mereka disalahartikan sebagai pribadi yang dingin atau sombong.

Padahal, menurut penafsiran yang beredar, mereka cenderung berhati-hati dalam menentukan hubungan dan mengambil keputusan.

Kedewasaan yang semakin terbentuk seiring bertambahnya usia membuat Kamis Legi disebut mampu menjadi pribadi yang lebih bijaksana. Ketika memasuki usia matang, mereka dipercaya semakin dihormati karena mampu bersikap tenang dalam menghadapi berbagai persoalan.

Keberhasilan mereka tidak selalu ditunjukkan melalui kemewahan, tetapi juga melalui kehidupan yang stabil dan posisi yang dihormati keluarga maupun lingkungan.

3. Minggu Pahing

Saat masih muda, Minggu Pahing kerap digambarkan memiliki emosi yang kuat. Reaksi yang spontan dan sifat yang tegas terkadang membuat mereka dicap sebagai pribadi yang mudah marah.

Seiring berjalannya waktu, pengalaman hidup dipercaya membuat mereka lebih mampu mengendalikan emosi dan memahami keadaan.

Semangat untuk bangkit setelah menghadapi kegagalan juga menjadi salah satu karakter yang dikaitkan dengan weton ini. Ketika memasuki usia matang, Minggu Pahing disebut dapat berkembang menjadi sosok yang lebih berwibawa.

Dalam lingkungan keluarga maupun masyarakat, mereka bahkan diramalkan dapat dipercaya menjadi pemimpin atau tempat meminta nasihat.

4. Jumat Kliwon

Jumat Kliwon merupakan salah satu weton yang kerap memiliki citra kuat dalam kepercayaan masyarakat Jawa. Karakter yang misterius dan cenderung tertutup membuatnya sering mendapatkan berbagai anggapan.

Dalam penafsiran Primbon Jawa, pemilik weton ini justru disebut memiliki intuisi serta kepekaan yang kuat terhadap keadaan di sekitarnya.

Ketika usia bertambah, karakter tersebut dipercaya berkembang menjadi kebijaksanaan dan kemampuan memimpin. Mereka tidak selalu membutuhkan banyak perhatian untuk mendapatkan penghormatan dari orang lain.

Jumat Kliwon disebut berpotensi menjadi sosok pembimbing, pemimpin, atau figur yang memiliki pengaruh kuat di lingkungan apabila mampu menggunakan karakter tersebut secara positif.

5. Rabu Pon

Rabu Pon disebut memiliki pola pikir yang unik dan kreatif. Ketika masih muda, cara berpikir yang berbeda dari kebanyakan orang terkadang membuat mereka dianggap kurang serius atau sulit berkonsentrasi.

Namun, perbedaan tersebut justru disebut dapat menjadi kelebihan ketika mereka menemukan bidang yang sesuai.

Memasuki usia matang, kreativitas Rabu Pon dipercaya semakin berkembang. Mereka diramalkan berpeluang menekuni dunia usaha, menjadi kreator, maupun menghasilkan gagasan inovatif yang sebelumnya belum banyak dipahami orang lain.

Kesuksesan weton ini digambarkan tidak datang secara instan, melainkan melalui proses panjang hingga akhirnya kemampuan mereka mendapat pengakuan.

6. Sabtu Pon

Sabtu Pon kerap dikaitkan dengan karakter tegas dan memiliki kemauan sendiri. Sikap yang tidak mudah mengikuti keinginan orang lain terkadang membuat mereka dianggap sulit diatur.

Namun, pengalaman hidup yang mereka jalani justru dipercaya membentuk pribadi yang kuat dan mandiri. Mereka disebut lebih banyak belajar melalui pengalaman langsung daripada sekadar menerima nasihat.

Ketika memasuki usia 40-an, Sabtu Pon diramalkan semakin menunjukkan kematangan dalam mengambil keputusan. Sikap tegas yang dibarengi kejujuran dan ketenangan dapat membuat mereka memperoleh kepercayaan dari orang lain.

Dalam ramalan tersebut, Sabtu Pon berpeluang berkembang menjadi pemimpin, pengusaha, atau sosok yang dihormati karena perjalanan hidupnya yang penuh perjuangan.

7. Senin Wage

Berbeda dari weton yang cenderung tampil mencolok, Senin Wage digambarkan sebagai pribadi sederhana, pendiam, dan tidak gemar mencari perhatian.

Karena sifat tersebut, kemampuan mereka terkadang tidak langsung terlihat oleh orang lain. Padahal, Senin Wage disebut memiliki ketekunan, kecermatan, dan kemampuan memahami situasi dengan baik.

Mereka lebih suka bekerja secara konsisten daripada memamerkan pencapaian. Seiring bertambahnya usia, sikap tersebut dipercaya dapat membawa mereka menuju kehidupan yang lebih stabil.

Kesuksesan Senin Wage dalam ramalan ini bukan digambarkan sebagai pencapaian yang datang secara tiba-tiba, melainkan hasil dari kesabaran dan konsistensi yang dilakukan selama bertahun-tahun.

Pada akhirnya, ramalan mengenai weton merupakan bagian dari tradisi dan kepercayaan masyarakat Jawa. Tidak ada kepastian bahwa seseorang akan sukses atau gagal hanya berdasarkan weton kelahirannya. Kesuksesan dalam kehidupan nyata tetap dipengaruhi berbagai faktor, seperti kerja keras, pendidikan, kesempatan, keputusan, kondisi ekonomi, dan lingkungan.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho