← Beranda
Kaya Akan Peluang dan Keberuntungan, Ini 8 Weton yang Disebut Punya Aura Sultan
Leni Setya WatiRabu, 5 Agustus 2026 | 22.19 WIB
Ilustrasi weton bermahkota emas yang rezekinya tak pernah putus (freepik)

JawaPos.com - Dalam budaya Jawa, weton menjadi bagian dari tradisi yang digunakan untuk melihat karakter dan perjalanan hidup seseorang. Weton merupakan gabungan antara hari lahir dan pasaran Jawa yang dalam Primbon Jawa dipercaya memiliki makna tertentu.

Di antara berbagai weton yang dikenal dalam tradisi tersebut, terdapat istilah "weton bermahkota emas." Sebutan ini diberikan kepada beberapa weton yang dipercaya memiliki energi positif, daya tarik keberuntungan, serta peluang besar dalam urusan rezeki.

Meski menjadi bagian dari kepercayaan budaya, ramalan weton bukanlah kepastian mengenai masa depan seseorang. Kesuksesan tetap dipengaruhi oleh usaha, kerja keras, dan keputusan yang diambil.

Dirangkum dari kanal YouTube Pandawa Cirebon, berikut delapan weton yang dipercaya termasuk dalam kategori bermahkota emas.

Baca Juga: Penuh Hoki dan Karisma, Ini 7 Weton yang Konon Mudah Menarik Rezeki

1. Kamis Legi

Pemilik weton Kamis Legi dipercaya memiliki karakter yang berwibawa, cerdas, dan mudah mendapatkan kepercayaan dari orang lain.

Kemampuan membangun hubungan baik membuat mereka sering memperoleh kesempatan dalam pekerjaan maupun bisnis. Dalam kepercayaan Jawa, rezeki mereka banyak datang melalui relasi, kerja sama, dan dukungan dari lingkungan sekitar.

2. Minggu Pahing

Minggu Pahing disebut sebagai salah satu weton yang memiliki keberuntungan kuat. Pemilik weton ini dipercaya mampu melewati berbagai kesulitan, termasuk dalam hal keuangan.

Mereka sering digambarkan sebagai sosok yang mampu bangkit dari kondisi sulit dan perlahan membangun kehidupan yang lebih baik. Tidak sedikit yang dipercaya berhasil mencapai kemapanan melalui usaha yang dijalankan.

3. Rabu Kliwon

Rabu Kliwon dikenal memiliki kemampuan membaca situasi dan melihat peluang dengan baik. Dalam Primbon Jawa, mereka dipercaya mempunyai intuisi kuat dalam menentukan langkah.

Peluang finansial dapat muncul melalui berbagai jalan, mulai dari usaha, kerja sama, hingga kesempatan yang datang secara tidak terduga.

4. Jumat Pon

Pemilik weton Jumat Pon dipercaya memiliki keberuntungan dalam mengembangkan potensi yang dimiliki. Bahkan, hal yang awalnya hanya menjadi kegemaran dapat berubah menjadi sumber penghasilan.

Mereka juga dikenal memiliki kemampuan untuk bangkit setelah mengalami kegagalan, sehingga peluang mendapatkan keberhasilan kembali selalu terbuka.

5. Selasa Wage

Selasa Wage dipercaya memiliki karakter tenang, bijaksana, dan mampu membuat orang lain merasa nyaman.

Sifat tersebut membuat mereka mudah membangun kerja sama dengan banyak pihak. Dalam kepercayaan Jawa, rezeki pemilik weton ini sering dikaitkan dengan peluang di bidang usaha, aset, maupun kepemilikan properti.

6. Sabtu Legi

Sabtu Legi disebut memiliki energi spiritual yang kuat dan daya tarik terhadap peluang besar.

Menurut kepercayaan Primbon Jawa, pemilik weton ini dapat memperoleh keberuntungan melalui berbagai kesempatan, seperti kerja sama, bantuan orang lain, maupun peluang yang datang secara tiba-tiba.

7. Senin Pon

Pemilik weton Senin Pon dipercaya memiliki kemampuan menarik dukungan dari orang-orang di sekitarnya.

Meski perjalanan hidup mereka mungkin berjalan secara bertahap, mereka diyakini akan mengalami peningkatan keberuntungan ketika memasuki fase kehidupan yang lebih matang.

8. Kamis Wage

Kamis Wage sering disebut memiliki "tangan emas" dalam kepercayaan Jawa. Mereka dipercaya mampu mengubah ide sederhana menjadi peluang yang menghasilkan.

Selain pandai mencari kesempatan, pemilik weton ini juga diyakini mampu menjaga apa yang telah diperoleh sehingga kekayaan dapat berkembang dalam jangka panjang.

Dalam tradisi Jawa, weton hanya menjadi bagian dari warisan budaya yang berisi berbagai tafsir mengenai karakter dan keberuntungan seseorang. Pada akhirnya, pencapaian hidup tetap bergantung pada kerja keras, kemampuan, serta pilihan yang dibuat setiap individu

EDITOR: Setyo Adi Nugroho