JawaPos.com - Dalam kehidupan yang penuh liku, tidak semua orang dilahirkan dalam keadaan berkecukupan.
Ada yang harus bersusah payah terlebih dahulu, mencucurkan peluh dan keringat, sebelum akhirnya menggapai kehidupan yang mapan.
Dalam kepercayaan masyarakat Jawa, perjalanan hidup seseorang tak hanya ditentukan oleh usaha lahiriah, tetapi juga dipengaruhi oleh weton—hari kelahiran yang diyakini membawa watak, rezeki, jodoh, hingga status sosial di masa depan.
Dilansir dari Youtube Belajar Bersama pada Kamis (12/6), Primbon Jawa menyebutkan bahwa ada lima weton istimewa yang disebut “tibo mulyo”—mereka yang dulunya biasa saja, namun berkat ketekunan, kerja keras, dan kemurahan hati, nasibnya berubah drastis.
Kekayaan besar datang menghampiri, dan status sosial mereka terangkat, bak bangsawan yang dihormati oleh masyarakat.
Berikut ini adalah lima weton istimewa tersebut:
1. Weton Sabtu Legi: Pemimpin dari Kerja Keras dan Kedermawanan
Orang yang lahir pada Sabtu Legi memiliki jumlah neptu 14 (Sabtu: 9, Legi: 5).
Dalam primbon, weton ini digambarkan sebagai pribadi yang pekerja keras, tahan banting, dan punya watak kepemimpinan yang kuat.
Mereka tak segan menjalani pekerjaan dari bawah dan memiliki prinsip hidup yang tidak mudah menyerah.
Apa yang membuat Sabtu Legi istimewa adalah sifatnya yang ringan tangan.
Saat sudah mulai mapan, mereka tidak lupa pada asal-usulnya.
Rajin bersedekah, membantu kerabat, dan membangun komunitas menjadi kebiasaan yang mengangkat namanya di masyarakat.
Maka tak heran, seiring dengan bertambahnya usia dan rezeki, status sosialnya ikut terangkat menjadi sosok yang dihormati dan diteladani.
2. Weton Rabu Wage: Diberkati Rezeki dan Rendah Hati
Weton Rabu Wage memiliki jumlah neptu 11 (Rabu: 7, Wage: 4).
Mereka yang lahir pada hari ini dikenal sebagai pribadi yang cerdas, visioner, dan rajin menolong.
Meski masa mudanya penuh perjuangan dan kekurangan, Rabu Wage biasanya memiliki jalan rezeki yang terbuka lebar di usia 35 tahun ke atas.
Berkat sikapnya yang bersahaja dan tekad untuk membahagiakan keluarga, banyak dari mereka yang akhirnya berhasil membangun bisnis sendiri atau dipercaya menduduki jabatan penting.
Kunci suksesnya adalah konsistensi dan integritas. Ketika kekayaan mulai datang, mereka tidak menjadi sombong, melainkan semakin sering berbagi.
Dari situlah Rabu Wage sering disebut sebagai weton ningrat karena hidupnya naik kelas secara spiritual dan sosial.
3. Weton Senin Pon: Rezekinya Datang dari Banyak Arah
Dengan neptu 11 (Senin: 4, Pon: 7), Senin Pon dikenal memiliki energi spiritual yang kuat dan intuisi bisnis yang tajam.
Mereka biasanya tidak suka mengandalkan orang lain dan lebih memilih untuk berdikari.
Sejak muda sudah memiliki cita-cita tinggi, meski lingkungan tidak selalu mendukung.
Yang menarik dari Senin Pon adalah sifatnya yang suka berbagi tanpa pamrih.
Ketika usahanya mulai berkembang dan rezeki mengalir dari banyak arah, ia tidak segan membantu teman, saudara, bahkan orang asing.
Dalam masyarakat, ia cepat dikenal sebagai "wong sugih seng loman" (orang kaya yang dermawan).
Dari situlah gelar sosialnya naik, dianggap sebagai tokoh masyarakat yang disegani.
4. Weton Jumat Kliwon: Kaya Ilmu, Kaya Rezeki, Kaya Hati
Weton Jumat Kliwon (neptu 14) dikenal memiliki aura kebijaksanaan.
Mereka umumnya sangat menghargai pendidikan, baik formal maupun spiritual.
Dalam primbon, mereka dilambangkan sebagai “sumur jero” atau sumber ilmu yang dalam, dan biasanya memiliki jalan hidup yang penuh pelajaran.
Namun, kerja keras mereka tidak sia-sia.
Di usia pertengahan, banyak Jumat Kliwon yang mendapatkan lompatan nasib—baik dalam bentuk warisan ilmu, peluang bisnis, atau bahkan keberuntungan luar biasa.
Meski demikian, mereka tetap membumi dan kerap berbagi ilmu dan materi kepada masyarakat.
Karena itu, dalam komunitasnya, Jumat Kliwon sering disegani seperti tokoh adat atau pemimpin informal yang pendapatnya didengar banyak orang.
5. Weton Selasa Pahing: Ulet, Disiplin, dan Membawa Berkah
Selasa Pahing memiliki jumlah neptu 13 (Selasa: 3, Pahing: 10).
Mereka yang lahir pada hari ini memiliki karakter pekerja keras, disiplin, dan telaten.
Biasanya sejak muda hidupnya tidak mudah—sering berada dalam tekanan atau tantangan berat.
Namun, sifatnya yang pantang menyerah membuat Selasa Pahing memiliki mental baja.
Ketika akhirnya berhasil mencapai puncak kehidupan, mereka tidak hanya menikmati hasil sendiri.
Weton ini punya semangat gotong royong tinggi.
Ia membangun rumah untuk orang tua, menyekolahkan adik-adiknya, bahkan membantu tetangga.
Dari sifat inilah masyarakat mengangkatnya sebagai tokoh lokal yang berwibawa—orang yang tak hanya kaya materi, tetapi juga kaya hati dan dipercaya banyak pihak.
Penutup: Tibo Mulyo Adalah Buah dari Ketulusan dan Keteguhan
Dalam pandangan primbon Jawa, tibo mulyo bukanlah keberuntungan semata.
Ia adalah hasil dari proses panjang, penuh pengorbanan, dan diwarnai oleh ketulusan berbagi.
Lima weton di atas menggambarkan bahwa siapa pun bisa menjadi “ningrat”—bukan dalam arti keturunan darah biru, tetapi melalui kemuliaan sikap, kesuksesan yang diraih sendiri, dan jiwa sosial yang tinggi.
Bagi siapa saja yang terlahir dalam salah satu weton ini, jangan abaikan potensi besar yang Anda miliki.
Teruslah berbuat baik, karena saat kekayaan datang dan dibagikan dengan ikhlas, maka mulyo (kemuliaan) bukan hanya datang dari harta, tapi dari doa banyak orang yang pernah Anda bantu.