JawaPos.com - Perusahaan penyedia jasa agen perjalanan wisata (tour and travel), PT Traventour Indonesia, menegaskan kegiatan operasional perusahaan tetap berjalan dan pelayanan kepada para pelanggan tetap terus dilakukan. Penegasan tersebut disampaikan menyusul pencabutan status keanggotaan Traventour dari KEMBERIN seiring munculnya tudingan penipuan yang sempat menjadi perbincangan di media sosial.
Direktur PT Traventour Indonesia, Nurul Kamariah, menyatakan bahwa tudingan melakukan penipuan tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya terjadi. Menurutnya, sejumlah perjalanan mengalami perubahan jadwal karena satu dan lain hal, tapi bukan berarti dibatalkan.
"Menanggapi informasi yang beredar di media sosial mengenai dugaan penipuan terhadap Traventour, kami menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar," ujar Nurul Kamariah dalam keterangannya.
Ia menjelaskan, beberapa perjalanan memang mengalami penyesuaian jadwal atau reschedule akibat kondisi operasional tertentu. Namun, seluruh perjalanan tersebut tetap dilaksanakan berdasarkan jadwal pengganti yang telah disampaikan kepada peserta.
Baca Juga: Doktif Jawab Tuduhan Konflik Kepentingan dalam Kasus Richard Lee
Menurut Nurul, ketentuan mengenai perubahan jadwal sebenarnya telah tercantum dalam syarat dan ketentuan yang disetujui peserta ketika melakukan pendaftaran dan pembayaran. Maka dari itu, perubahan jadwal tidak bisa disamakan dengan pembatalan perjalanan
Traventour juga memberikan penjelasan terkait adanya peserta yang menyampaikan keberatan karena tidak dapat mengikuti jadwal keberangkatan baru setelah proses reschedule.
Manajemen menyebut, kondisi tersebut memiliki konsekuensi sebagaimana diatur dalam syarat dan ketentuan yang berlaku. Meski demikian, Traventour mengaku tetap mengambil kebijakan memberikan opsi refund kepada sejumlah pelanggan sebagai bentuk itikad baik dan tanggung jawab perusahaan.
"Walaupun berdasarkan syarat dan ketentuan yang berlaku kondisi tersebut memiliki konsekuensi tersendiri, Traventour tetap mengambil kebijakan memberikan opsi refund sebagai bentuk itikad baik dan tanggung jawab kepada pelanggan," jelasnya.
Traventour Hormati Keputusan KEMBERIN
Di sisi lain, Traventour turut memberikan tanggapan terkait publikasi KEMBERIN mengenai pencabutan status keanggotaan perusahaan dalam organisasi tersebut.
Manajemen Traventour menegaskan pihaknya menghormati kewenangan setiap organisasi dalam menentukan kebijakan internal. Namun, perusahaan menyayangkan keputusan tersebut diputuskan dan dipublikasikan tanpa memberi kesempatan bagi Traventour untuk memberikan klarifikasi terlebih dahulu.
"Kami menghormati keputusan yang menjadi kewenangan internal organisasi. Namun kami menyayangkan informasi tersebut dipublikasikan tanpa adanya pemberitahuan resmi maupun kesempatan bagi Traventour untuk memberikan klarifikasi terlebih dahulu," ujarnya.
Traventour berharap setiap persoalan dapat diselesaikan melalui komunikasi yang terbuka dengan tetap mengedepankan objektivitas dan asas praduga tak bersalah.
Status Keanggotaan Tidak Pengaruhi Operasional
Traventour menegaskan bahwa perubahan status keanggotaan dalam KEMBERIN merupakan persoalan administratif yang berkaitan dengan keanggotaan asosiasi.
Menurutnya, status tersebut tidak ada kaitannya sama sekali dengan legalitas usaha maupun izin operasional Traventour. Ia memastikan kegiatan perusahaan tetap berjalan sebagaimana biasa sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Perubahan status keanggotaan tersebut, lanjutnya, tidak berdampak terhadap kegiatan operasional maupun pelayanan kepada pelanggan.
"Prioritas kami saat ini adalah memastikan seluruh layanan tetap berjalan dengan baik dan seluruh kewajiban kepada pelanggan dapat dipenuhi secara profesional. Kepercayaan pelanggan merupakan tanggung jawab yang akan terus kami jaga," katanya.
Traventour menegaskan akan terus berupaya meningkatkan kualitas layanan sekaligus menjalankan kegiatan operasional secara profesional dan bertanggung jawab.
Baca Juga: Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
Perusahaan juga menyampaikan apresiasi kepada pelanggan, mitra, serta masyarakat yang tetap memberikan kepercayaan di tengah informasi yang beredar.
"Kami mengajak masyarakat untuk memperoleh informasi dari sumber resmi dan tidak terburu-buru menarik kesimpulan berdasarkan informasi yang belum terverifikasi. Kami berkomitmen memberikan pelayanan yang profesional, transparan, dan bertanggung jawab kepada seluruh pelanggan," tandasnya.