← Beranda
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Rian AlfiantoSelasa, 9 Juni 2026 | 21.11 WIB
Ilustrasi: Kereta Api. (Dokumentasi KAI Daop 8 Surabaya)

 

JawaPos.com - Bagi masyarakat yang ingin bepergian dari Surabaya ke Malang tanpa menggunakan kendaraan pribadi, tersedia berbagai pilihan moda transportasi yang hemat, nyaman, dan mudah diakses. Bahkan, biaya perjalanan bisa dimulai dari Rp 12.000 saja dengan waktu tempuh yang relatif singkat.

Rute Surabaya-Malang menjadi salah satu jalur perjalanan tersibuk di Jawa Timur, karena menghubungkan dua kota besar yang menjadi pusat pendidikan, bisnis, dan pariwisata. Tak heran jika tersedia beragam pilihan transportasi umum yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan anggaran perjalanan.

Berikut lima moda transportasi Surabaya-Malang selain motor yang lebih hemat dan praktis untuk digunakan.

1. Kereta Api Ekonomi, Pilihan Termurah untuk Perjalanan Surabaya-Malang

Kereta api ekonomi menjadi opsi paling hemat bagi penumpang yang ingin bepergian dari Surabaya ke Malang. Layanan seperti KA Penataran dan KA Dhoho menawarkan tarif yang sangat terjangkau dengan perjalanan yang relatif nyaman.

- Estimasi biaya: Rp 12.000-Rp 15.000
- Waktu tempuh: sekitar 2 hingga 2,5 jam
- Rute: Stasiun Surabaya Kota atau Surabaya Gubeng menuju Stasiun Malang Kota Baru

Selain murah, kereta api juga menjadi pilihan favorit karena terhindar dari kemacetan lalu lintas di jalur darat.

2. Bus Patas, Lebih Cepat Berkat Akses Jalan Tol

Bagi penumpang yang mengutamakan kecepatan perjalanan dengan fasilitas pendingin udara, bus patas bisa menjadi pilihan menarik.

Bus jenis ini umumnya memanfaatkan Tol Pandaan-Malang sehingga waktu tempuh menjadi lebih singkat dibanding bus reguler.

- Estimasi biaya: Rp 40.000-Rp70.000
- Waktu tempuh: sekitar 2 jam
- Rute: Terminal Purabaya (Bungurasih) menuju Terminal Arjosari Malang

Kombinasi harga yang masih terjangkau dan perjalanan yang cepat membuat bus patas banyak dipilih oleh pekerja maupun mahasiswa.

3. Bus Ekonomi, Alternatif Murah dengan Jadwal Melimpah

Bus ekonomi tetap menjadi moda transportasi andalan masyarakat yang mencari ongkos perjalanan rendah dengan pilihan jadwal keberangkatan yang banyak setiap hari.

- Estimasi biaya: Rp25.000-Rp35.000
- Waktu tempuh: sekitar 2,5 hingga 3 jam
- Rute: Terminal Purabaya menuju Terminal Arjosari

Meski waktu perjalanan sedikit lebih lama dibanding bus patas, moda ini tetap diminati karena biaya yang ramah di kantong.

4. Shuttle Travel Eksekutif, Nyaman untuk Perjalanan Singkat

Penumpang yang menginginkan kenyamanan lebih bisa memilih layanan shuttle travel eksekutif. Armada yang digunakan umumnya berupa Toyota HiAce atau kendaraan sejenis dengan kapasitas terbatas sehingga perjalanan terasa lebih nyaman.

- Estimasi biaya: Rp94.000-Rp120.000
- Waktu tempuh: sekitar 1,5 hingga 2 jam
- Rute: antar titik keberangkatan dan tujuan di dalam kota

Layanan ini cocok bagi wisatawan atau pelaku perjalanan bisnis yang mengutamakan kenyamanan tanpa harus membawa kendaraan pribadi.

5. Travel Door-to-Door, Paling Praktis Tanpa Perlu ke Terminal

Travel reguler atau layanan antar-jemput door-to-door menjadi pilihan paling praktis karena penumpang akan dijemput langsung dari lokasi awal dan diantar hingga tujuan akhir.

- Estimasi biaya: Rp100.000-Rp130.000
- Waktu tempuh: sekitar 2 jam, tergantung kondisi lalu lintas

Layanan ini banyak dipilih oleh wisatawan, keluarga, maupun penumpang yang membawa barang cukup banyak karena tidak perlu berganti kendaraan selama perjalanan.

Mana Transportasi Surabaya-Malang yang Paling Hemat?

Jika tujuan utama adalah menekan biaya perjalanan, kereta api ekonomi masih menjadi pilihan terbaik dengan tarif mulai Rp 12.000. Namun, bagi yang mengutamakan fleksibilitas dan kenyamanan, shuttle maupun travel door-to-door dapat menjadi alternatif yang layak dipertimbangkan.

Melihat banyaknya pilihan transportasi yang tersedia, perjalanan Surabaya-Malang kini dapat disesuaikan dengan kebutuhan, mulai dari yang paling murah hingga yang paling praktis tanpa harus menggunakan sepeda motor.

 

EDITOR: Kuswandi