JawaPos.com - Buat banyak orang yang baru pertama kali datang ke Maluku, perjalanan dari Kota Ambon menuju Pulau Seram sering terdengar rumit. Padahal, tanpa perlu menyewa kapal pribadi, wisatawan maupun warga lokal bisa menyeberang dengan mudah menggunakan kapal cepat atau ferry reguler yang beroperasi setiap hari.
Pilihan transportasinya juga beragam. Ada kapal cepat untuk yang ingin cepat tiba di Masohi, ada ferry murah untuk penumpang dan kendaraan, sampai layanan travel langsung yang praktis tanpa harus repot pindah kendaraan.
Total perjalanan dari pusat Kota Ambon menuju Pulau Seram rata-rata hanya memakan waktu sekitar 2 sampai 4 jam, tergantung rute dan jenis kapal yang dipilih.
Baca Juga: Kemenkes Sebut Pemeriksaan PCR Sudah Dilakukan untuk Deteksi Jenis Hantavirus
Berikut panduan lengkap perjalanan Ambon–Pulau Seram yang bisa jadi referensi sebelum berangkat.
1. Kapal Cepat Tulehu – Amahai, Jalur Favorit ke Masohi
Bagi penumpang yang ingin sampai lebih cepat ke wilayah Masohi dan Maluku Tengah, kapal cepat dari Pelabuhan Tulehu menuju Pelabuhan Amahai menjadi pilihan paling praktis.
Perjalanan dimulai dari pusat Kota Ambon menuju Pelabuhan Tulehu yang berada di bagian timur Pulau Ambon. Waktu tempuhnya sekitar 45 menit hingga 1 jam menggunakan taksi, ojek online, atau angkot.
Dari Tulehu, penumpang tinggal melanjutkan perjalanan menggunakan kapal cepat menuju Amahai di Pulau Seram. Lama pelayaran berkisar 1,5 hingga 2 jam, tergantung kondisi cuaca dan ombak.
Adapun jadwal Kapal Cepat Tulehu – Amahai biasanya Senin–Sabtu: pukul 09.00 WIT dan 16.00 WIT dan Minggu: biasanya pukul 11.00 WIT. Sementara jadwal balik Amahai ke Tulehu umumnya tersedia pagi dan sore hari dengan estimasi harga tiket sekitar Rp 148 ribu–Rp 150 ribu hingga termahal di Rp 330 ribu.
Meski lebih mahal dibanding ferry biasa, kapal cepat banyak dipilih karena lebih hemat waktu dan nyaman untuk perjalanan singkat. Traveler disarankan datang minimal satu jam sebelum keberangkatan untuk membeli atau menukar tiket di pelabuhan.
2. Ferry Liang – Waipirit, Opsi Paling Murah dan Ramai
Kalau ingin perjalanan lebih hemat, jalur ferry dari Pelabuhan Hunimua di Liang menuju Pelabuhan Waipirit di Seram Barat menjadi pilihan paling populer.
Rute ini setiap hari dipadati warga lokal, kendaraan logistik, hingga wisatawan backpacker karena tarifnya jauh lebih murah dan jadwalnya sangat sering.
Dari pusat Kota Ambon, perjalanan ke Pelabuhan Liang memakan waktu sekitar satu jam lewat jalur darat Trans Ambon. Sesampainya di pelabuhan, penumpang bisa langsung naik ferry ASDP menuju Waipirit dengan lama penyeberangan sekitar 1–2 jam.
Ferry beroperasi hampir sepanjang hari mulai pukul 05.30 WIT hingga 20.00 WIT dengan fekuensi sekitar 12 kali perjalanan per hari. Beberapa armada yang biasa melayani rute ini antara lain KMP Rokatenda, KMP Inelika, KMP Terubuk
KMP Erana.
Selain kapal ASDP, ada juga kapal milik daerah yang ikut melayani penyeberangan.
Keunggulan terbesar jalur ini adalah penumpang bisa membawa motor, mobil, bahkan naik bus travel langsung tanpa turun kendaraan.
3. Travel dan Bus Langsung, Tinggal Duduk Sampai Seram
Buat yang tidak ingin repot pindah angkot dan kapal, tersedia juga layanan travel dan bus langsung dari Ambon menuju beberapa kota di Pulau Seram seperti Masohi dan Kairatu.
Biasanya kendaraan akan menjemput penumpang di Kota Ambon, lalu langsung masuk ferry bersama kendaraan menuju Pulau Seram.
Pilihan ini cukup diminati karena lebih praktis, terutama bagi wisatawan yang membawa banyak barang atau bepergian bersama keluarga.
Meski waktu tempuh sedikit lebih panjang, penumpang tidak perlu bingung soal perpindahan transportasi.
Jika tujuan utama Anda Masohi dan kawasan Maluku Tengah, kapal cepat Tulehu–Amahai lebih efisien. Namun bila menuju Seram Barat atau membawa kendaraan, ferry Liang–Waipirit jauh lebih ideal.
Pulau Seram sendiri dikenal sebagai salah satu kawasan paling indah di Maluku. Selain menjadi jalur penting antarpulau, Seram juga menyimpan banyak destinasi alam mulai dari pantai, pegunungan, hingga desa-desa pesisir yang masih sangat alami.
Tak heran, rute Ambon–Seram selalu ramai setiap hari, baik oleh warga lokal maupun wisatawan yang ingin menjelajahi sisi lain Indonesia Timur.