JawaPos.com - Kastil Kumamoto, Jepang, akan kembali dibuka untuk pengunjung pada Kamis (13/8), dua pekan setelah gempa berkekuatan magnitudo 7,1 mengguncang wilayah barat daya Jepang. Pemerintah Kota Kumamoto memastikan jalur pengunjung dan bagian dalam menara utama kastil aman untuk digunakan.
Seperti dilansir Kyodo, Rabu (12/8), kastil yang ditetapkan sebagai situs bersejarah khusus nasional itu ditutup sejak gempa 28 Juli. Penutupan dilakukan ketika proses pemulihan kerusakan akibat gempa besar pada 2016 masih berlangsung.
Gempa terbaru tersebut mencapai level maksimum 7 pada skala intensitas seismik Jepang di sejumlah wilayah. Meski demikian, pemerintah kota memutuskan membuka kembali kastil setelah melakukan pemeriksaan terhadap keamanan area yang akan dilalui pengunjung.
Sementara itu, dampak gempa masih dirasakan masyarakat di Prefektur Kumamoto. Dua pekan setelah bencana, sebanyak 3.714 orang masih bertahan di 89 tempat penampungan, menurut pemerintah daerah pada Selasa.
Korban meninggal akibat gempa tercatat 39 orang, sementara 26 lainnya mengalami luka serius. Sebanyak 23.404 rumah rusak atau hancur, termasuk angka yang masih berupa perkiraan.
Gangguan layanan dasar juga masih terjadi. Sekitar 33.300 rumah tangga dilaporkan belum mendapatkan kembali pasokan air.
Kerugian di sektor perdagangan dan industri diperkirakan mencapai JPY 95,2 miliar (setara Rp10,57 triliun, kurs 1 JPY = Rp111). Nilai tersebut diperkirakan masih akan bertambah seiring proses pendataan kerusakan.
Kastil Kumamoto sendiri merupakan salah satu bangunan bersejarah utama di kota tersebut. Pembukaan kembali untuk wisatawan dilakukan di tengah proses pemulihan yang masih berjalan akibat dampak gempa terbaru dan kerusakan yang belum sepenuhnya diperbaiki sejak gempa besar 2016.