← Beranda
Jelajah 10 Wisata Candi di Mojokerto, Liburan dengan Nuansa Sejarah yang Estetik dan Edukatif
Mohammad Maulana IqbalSabtu, 23 Mei 2026 | 22.07 WIB
Rekomendasi wisata candi buat liburan sejarah di Mojokerto / foto : Magnific/ tirachardz

JawaPos.com – Mojokerto dikenal sebagai kota bersejarah yang menyimpan banyak peninggalan Kerajaan Majapahit, salah satu kerajaan terbesar yang pernah berdiri di Nusantara.

Wisata candi di kawasan ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para pecinta sejarah maupun wisatawan umum yang ingin memperkaya wawasan budaya.

Dari petirtaan kuno, gapura megah, hingga situs pemujaan yang masih terjaga keasliannya, setiap candi menawarkan cerita dan keunikan tersendiri.

Dilansir dari laman GoTravelly dan Sanjaya Tour pada Sabtu (23/5), berikut sepuluh rekomendasi wisata candi buat liburan sejarah di Mojokerto.

Baca Juga: 12 Wisata Air Terjun Paling Segar di Mojokerto, Buat Liburan Memesona Saat Kemarau Tiba

1. Candi Tikus

Berlokasi di Jalan Raya Trowulan, Temon, Kecamatan Trowulan, candi unik berbentuk petirtaan ini buka setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 18.00 WIB.

Fungsi bangunannya masih menjadi perdebatan di kalangan pakar sejarah, sebagian meyakini sebagai tempat pemandian raja, sementara sebagian lain menduga menara berbentuk meru di tengahnya menunjukkan fungsi sebagai tempat pemujaan.

Lokasinya berada sekitar 600 meter dari Candi Bajang Ratu sehingga dapat dikunjungi dalam satu perjalanan yang efisien.

2. Gapura Wringin Lawang

Berlokasi di Dukuh Wringinlawang, Desa Jati Pasar, Kecamatan Trowulan, gapura besar dari batu bata merah ini buka setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WIB dengan tiket masuk Rp5.000.

Bangunan yang masih kokoh hingga kini ini dipercaya sebagai pintu utama menuju pusat pemerintahan Kerajaan Majapahit, dengan nama Wringin Lawang yang berarti pintu pohon beringin dalam Bahasa Jawa.

Kawasan sekitar gapura ditumbuhi beberapa pohon beringin yang rindang dan dilengkapi taman yang asri, menjadikannya spot foto yang sangat populer termasuk untuk sesi prewedding.

3. Candi Gapura Bajang Ratu

Berlokasi di Jalan Candi Tikus No.9, Pelem, Temon, Kecamatan Trowulan, gapura megah dan kokoh ini buka setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WIB.

Nama Bajang Ratu dalam Bahasa Jawa berarti raja kecil, dikaitkan dengan Raja Jayanegara yang dinobatkan sebagai raja Majapahit pada usia yang masih sangat muda.

Bangunannya masih sangat terawat dengan konstruksi yang megah, menjadikannya salah satu situs bersejarah paling ikonik di kawasan Trowulan.

4. Candi Jolotundo

Berlokasi di kawasan Hutan, Kecamatan Trawas, candi Hindu-Buddha yang kerap digunakan untuk kegiatan ibadah ini buka setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WIB dengan tiket masuk Rp9.500.

Di dalam kompleks candi terdapat sumber mata air yang tidak pernah berhenti mengalir dan dipercaya memiliki khasiat menyehatkan serta membantu mengabulkan hajat bagi yang meminumnya.

Air dari sumber ini juga dipercaya dapat membantu menyembuhkan penyakit dan membuat kulit tampak lebih kencang serta awet muda.

5. Candi Brahu

Berlokasi di kawasan Trowulan, candi dengan bangunan yang masih sangat megah ini dikelilingi hamparan rumput hijau dan pepohonan yang menciptakan suasana sangat sejuk dan nyaman.

Kawasannya yang asri dan indah menjadikan Candi Brahu kerap dijadikan lokasi sesi foto prewedding maupun fotografi lainnya di samping fungsinya sebagai destinasi wisata sejarah.

6. Candi Bangkal

Berlokasi di Dusun Bangkal, Desa Candiharjo, Kecamatan Ngoro, candi peninggalan Kerajaan Majapahit berbentuk segi empat ini buka 24 jam setiap harinya tanpa tiket masuk.

Pada kaki candi terdapat tangga menuju bilik candi dengan hiasan kala di atas pintunya, dan setiap musim panen warga sekitar menggelar tradisi sedekah bumi dengan pementasan wayang kulit.

7. Candi Jedong

Berlokasi di Desa Watonmas Jedong, Kecamatan Ngoro, di lereng utara Gunung Gajahmungkur, candi bertipe paduraksa yang diperkirakan berdiri pada abad ke-14 ini buka setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WIB tanpa tiket masuk.

Bangunannya relatif masih utuh dengan hiasan kala di atas ambang pintu dan sisa pagar atau benteng di sisi kiri dan kanan yang menambah kesan megah historisnya.

Lokasi candi juga menjadi titik awal pendakian ke Gunung Penanggungan melalui jalur Ngoro, menjadikannya destinasi yang unik bagi wisatawan sejarah maupun pendaki.

8. Candi Gentong

Berlokasi di Telogo Gede, Trowulan, Kecamatan Trowulan, candi berlatar agama Buddha yang diperkirakan berdiri sekitar abad ke-14 ini buka setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WIB dengan tiket Rp5.000.

Penggalian intensif antara 1994 hingga 1998 mengungkap kaki bangunan berbentuk bujur sangkar berukuran 23,5 x 23,5 meter dengan beragam artefak berharga seperti keramik China, mata uang kuno, emas, dan arca Buddha.

Kondisi bangunan sudah tidak utuh namun area sekitarnya terjaga bersih dan terawat, menjadikannya destinasi menarik bagi pencinta arkeologi dan sejarah.

9. Candi Kesiman

Berlokasi di Dusun Kesiman, Desa Kesiman Tengah, Kecamatan Pacet, candi yang juga dikenal dengan nama Candi Cungkup ini mempertahankan tampilan bangunan yang sangat khas dan alami.

Selain keindahan bangunan candinya yang masih sangat alami, pengunjung juga dapat menikmati panorama pegunungan Pacet yang indah dari kawasan sekitar candi.

10. Candi Kedaton

Berlokasi di Jalan Pendopo Agung, Sidodadi, Kecamatan Trowulan, situs yang juga dikenal dengan nama Sumur Upas ini dikelilingi hamparan rumput dan pepohonan yang menciptakan suasana sangat sejuk.

Bangunan candi yang masih sangat khas dan alami menjadikannya daya tarik tersendiri, dengan banyak spot foto menarik yang tersebar di seluruh kawasan situs bersejarah ini.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho