← Beranda
9 Destinasi Candi Legendaris di Malang, Liburan Sarat Sejarah dan Bikin Terpana
Mohammad Maulana IqbalMinggu, 10 Mei 2026 | 17.28 WIB
Rekomendasi destinasi candi yang bisa buat liburan di Malang / foto : Magnific/ travel-photography

JawaPos.com – Malang bukan hanya dikenal dengan wisata alam dan kulinernya, karena kota ini juga menyimpan banyak candi bersejarah yang menakjubkan.

Deretan candi peninggalan kerajaan-kerajaan besar Nusantara ini menjadi destinasi liburan yang kaya nilai sejarah dan budaya.

Setiap candi memiliki cerita dan keunikan arsitekturnya masing-masing, mulai dari relief epik hingga stupa yang berdiri sendiri di kaki pegunungan.

Dilansir dari laman Traveloka dan Nahwa Travel pada Minggu (10/5), berikut sembilan rekomendasi destinasi candi yang bisa buat liburan di Malang.

Baca Juga: 3 Tempat Makan Ini Dekat dengan Area Candi Prambanan Jogja, Tak Pernah Sepi Pembeli!

1. Candi Singosari

Candi Singosari adalah candi bercorak Hindu-Buddha peninggalan Kerajaan Singosari yang dibangun sekitar abad ke-12 hingga ke-13, didedikasikan untuk raja terakhir kerajaan tersebut, Kertanegara.

Lokasinya berada sekitar 10 kilometer dari pusat kota ke arah utara, tepatnya di Desa Candirenggo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, dikelilingi suasana pedesaan yang tenang.

Di sekitar candi terdapat berbagai arca Hindu yang masih berdiri kokoh, menjadikan kawasan ini kaya akan nilai arkeologis yang menarik untuk dijelajahi.

2. Candi Kidal

Candi Kidal adalah peninggalan Kerajaan Singosari bercorak Hindu-Buddha yang dibangun pada abad ke-12 sebagai penghormatan kepada Raja Anusapati yang memimpin kerajaan selama dua dekade, sekitar 1227–1248 M.

Relief dan ukiran batu andesit yang tersusun rapi di candi ini menceritakan kisah-kisah epik yang menjadi daya tarik tersendiri bagi pecinta sejarah dan arsitektur kuno.

Lokasinya berada di Desa Rejokidal, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, dan sering dikunjungi wisatawan yang melintas dalam perjalanan menuju kawasan Gunung Bromo.

3. Candi Sumberawan

Candi Sumberawan adalah satu-satunya candi bercorak Buddha di kawasan ini yang berbentuk stupa tunggal tanpa bangunan tambahan di sekitarnya.

Terletak di Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari, sekitar 6 kilometer dari Candi Singosari, di kaki Gunung Arjuna, candi ini baru ditemukan kembali pada 1904 dan dipugar pada 1934.

Setelah pemugaran, kondisinya tampak jauh lebih baik dan kini masuk dalam kawasan cagar alam Kabupaten Malang yang dilindungi.

4. Candi Bocok

Candi Bocok adalah peninggalan Kerajaan Majapahit pada masa kepemimpinan Prabu Hayam Wuruk yang berlokasi di Dusun Bocok, Desa Pondokagung, Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang.

Keistimewaan utama candi ini adalah keberadaan arca Siwa yang sangat detail dan dipahat dengan tingkat ketelitian yang tinggi, meskipun bangunan candinya sendiri tergolong sederhana.

Arca tersebut pernah dicuri oleh pihak yang tidak bertanggung jawab, namun kini telah kembali dan disimpan oleh juru kunci setempat.

5. Candi Jago

Candi Jago adalah peninggalan Kerajaan Singosari yang dibangun sekitar abad ke-13 dan terletak di Kecamatan Tumpang, tidak jauh dari lokasi Candi Kidal.

Relief-relief yang menghiasi dindingnya menggambarkan kisah-kisah epik seperti Ramayana dan Mahabharata dengan ukiran batu yang sangat rapi dan detail.

Candi ini pernah tersambar petir sehingga bangunannya tidak lagi utuh, namun justru menambah kesan dramatis dan misterius bagi pengunjung yang datang.

6. Candi Jawar

Candi Jawar adalah peninggalan Kerajaan Majapahit yang berbentuk gapura tunggal dan menghadap langsung ke arah Gunung Semeru, berlokasi di Desa Mulyoasri, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang.

Kawasan candi ini berdiri di ruang terbuka yang dikelilingi rumput dan ilalang tanpa kompleks bangunan tambahan seperti candi-candi lainnya.

Lokasinya yang berada di perbatasan dengan Lumajang menjadikannya salah satu candi yang paling terpencil dan jarang dikunjungi di kawasan ini.

7. Candi Badut

Candi Badut adalah candi Hindu tertua di kawasan ini, diperkirakan didirikan sekitar tahun 760 Masehi sebagai peninggalan Prabu Gajayanan dari Kerajaan Kanjuruhan yang lebih tua dari Kerajaan Singosari.

Lokasinya berada di sebelah barat kota, tepatnya di Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, dalam sebuah kompleks yang tertata rapi dan terawat dengan baik.

Candi ini pertama kali ditemukan pada tahun 1921 oleh seorang pekerja Belanda dan kemudian menjadi salah satu situs arkeologi penting di kawasan Jawa Timur.

8. Candi Telih

Candi Telih adalah candi kecil setinggi sekitar 2 meter yang berlokasi di Dusun Donogragal, Desa Donowarih, Kecamatan Karangploso, sekitar 4 kilometer dari desa terdekat.

Bangunannya menghadap ke arah Candi Arjuna dan diperkirakan dulunya berfungsi sebagai tempat untuk bersemedi para sesepuh pada zaman kuno.

Kondisinya yang terpencil dan jarang dikunjungi menjadikan kawasan sekitarnya sangat alami dan sunyi, cocok bagi yang ingin mengeksplorasi situs bersejarah yang tidak banyak diketahui orang.

9. Candi Songgoriti

Candi Songgoriti atau yang bernama asli Candi Supo adalah peninggalan Mpu Sindok, raja pertama Kerajaan Medang, yang pertama kali ditemukan oleh arkeolog Belanda bernama Van Isseldijk pada tahun 1799.

Lokasinya sangat mudah dijangkau karena berada di dalam kompleks Pemandian Air Panas Songgoriti, tidak jauh dari Taman Rekreasi Tirta Nirwana di kawasan Batu.

Kombinasi antara nilai sejarah candi dan fasilitas pemandian air panas di sekitarnya menjadikan tempat ini destinasi yang menarik sekaligus menyegarkan untuk dikunjungi.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho