← Beranda
Menjelajah Semarang dari Rasa hingga Sejarah: Hotel Baru Ini Siap Lengkapi Pengalaman Wisata 2026
Rian AlfiantoRabu, 1 April 2026 | 21.24 WIB
Ilustrasi salah satu objek wisata sejarah di Kota Semarang. (Oyo)

 

JawaPos.com–Ada banyak cara menikmati Semarang. Sebagian orang datang untuk menyusuri jejak sejarahnya, sebagian lagi berburu kuliner legendaris, dan tak sedikit yang sekadar ingin merasakan atmosfer kota pesisir yang punya karakter kuat, percampuran Jawa, Tionghoa, hingga pengaruh kolonial.

Di pagi hari, kawasan Kota Lama Semarang sering jadi titik awal perjalanan. Deretan bangunan tua dengan pintu besar dan jendela tinggi berdiri seperti potongan masa lalu yang masih hidup. Berjalan kaki di sini bukan sekadar wisata, tapi seperti membuka halaman-halaman sejarah yang masih bisa disentuh.

Semarang: Kota dengan Banyak Lapisan Cerita

Tak jauh dari sana, ada Lawang Sewu yang megah dan penuh cerita, hingga Sam Poo Kong yang menjadi simbol kuat jejak budaya Tionghoa di kota ini.

Baca Juga: Top 3 Hotel Berbintang di Cirebon untuk Liburan Lebaran: Nyaman, Strategis, dan Fasilitas Lengkap

Semarang memang unik. Tidak memilih satu identitas, tapi justru merayakan percampuran. Dari arsitektur, tradisi, sampai kehidupan sehari-hari, semuanya terasa seperti hasil dialog panjang lintas budaya. Dan pengalaman itu belum lengkap tanpa mencicipi kulinernya.

Dari Lumpia hingga Tahu Gimbal, Rasa yang Sulit Dilupakan

Kalau bicara Semarang, sulit melewatkan Lumpia Semarang, perpaduan rasa Tionghoa dan Jawa dalam satu gigitan. Ada juga Tahu Gimbal dengan bumbu kacang khasnya, hingga Bandeng Presto yang jadi oleh-oleh favorit.

Menariknya, seperti kota ini sendiri, kulinernya juga lahir dari pertemuan budaya. Rasa manis, gurih, dan rempah berpadu tanpa terasa dipaksakan.

Baca Juga: Menjelajah Sisi Lain Hong Kong, Saat Alam dan Kota Bertemu dalam Satu Perjalanan

Di titik inilah banyak traveler mulai sadar, Semarang bukan sekadar destinasi singgah, tapi kota yang layak dinikmati pelan-pelan.

Tempat Menginap Jadi Bagian dari Perjalanan

Seiring berkembangnya tren wisata, cara orang memilih hotel juga ikut berubah. Bukan lagi sekadar lokasi strategis atau fasilitas lengkap, tapi juga soal pengalaman.

Banyak wisatawan kini mencari akomodasi yang bisa menyatu dengan karakter kota yang mereka kunjungi, tempat yang tidak terasa generik, tapi punya cerita.

Menjawab tren itu, Semarang akan kedatangan hotel baru pada kuartal III 2026: KoenoKoeni Hotel Semarang. Hotel ini dirancang dengan pendekatan yang tidak biasa.

Alih-alih tampil modern sepenuhnya, KoenoKoeni diklaim akan mengangkat warisan Tionghoa–Jawa sebagai benang merahnya. Mulai dari arsitektur, material, hingga tata ruang, semuanya dibuat untuk menciptakan pengalaman menginap yang terasa kontekstual dengan kota Semarang itu sendiri.

Begitu masuk, tamu akan disambut ruang dengan langit-langit tinggi dan bentuk melengkung yang memberi kesan dramatis, seperti memasuki lorong waktu. Nuansa ini berlanjut ke lobi dengan elemen bata merah, kayu hangat, dan marmer terang yang elegan.

Baca Juga: Buka Rute Baru Jakarta-Lombok, TransNusa Tambah Jadwal ke Singapura, Cek Detailnya!

Di area restoran, sentuhan porselen klasik Tiongkok berpadu dengan desain modern, sementara kamar-kamar dibuat lebih tenang dan kontemporer tanpa kehilangan identitas. Yang menarik, hotel ini juga akan menampilkan berbagai artefak dan barang antik, menghadirkan interaksi langsung dengan potongan sejarah di dalam ruang yang modern.

Fasilitasnya pun lengkap, mulai dari restoran, sky lounge bar, kolam renang indoor, hingga spa dan area bermain anak, menjadikannya relevan untuk berbagai tipe wisatawan, dari solo traveler hingga keluarga. Pada akhirnya, perjalanan ke Semarang bukan hanya tentang tempat yang dikunjungi, tapi juga bagaimana cara menikmatinya.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah