JawaPos.com - Menjelang Lebaran Idul Fitri, jutaan masyarakat Indonesia kembali bersiap melakukan perjalanan pulang kampung. Tradisi mudik setiap Idul Fitri menjadi salah satu mobilitas tahunan terbesar di Tanah Air, dengan berbagai moda transportasi yang dipadati pemudik dari berbagai daerah.
Kementerian Perhubungan memperkirakan sekitar 143,9 juta orang akan melakukan perjalanan selama periode mudik Lebaran 2026. Meski sebagian masyarakat sudah memesan tiket sejak jauh hari, tidak sedikit pula yang baru merencanakan perjalanan mendekati hari keberangkatan alias last minute.
Mudik last-minute sering kali dianggap berisiko karena ketersediaan tiket yang terbatas dan harga yang lebih mahal. Namun, dengan strategi yang tepat, perjalanan mendekati hari raya tetap bisa dilakukan secara nyaman tanpa membebani anggaran, berikut tipsnya.
1. Manfaatkan kebijakan dan fasilitas perjalanan Lebaran
Pemerintah tahun ini menyiapkan sejumlah kebijakan untuk membantu kelancaran perjalanan mudik. Beberapa di antaranya termasuk diskon tiket pesawat domestik hingga sekitar 18 persen, penambahan sekitar 60 perjalanan kereta api, serta potongan harga tiket kereta hingga 30 persen pada rute tertentu.
Selain itu, terdapat pula enam ruas tol yang dibuka sementara tanpa tarif selama periode Lebaran guna membantu mengurai kepadatan lalu lintas. Kebijakan ini dapat menjadi peluang bagi masyarakat yang masih mencari alternatif perjalanan menjelang hari raya.
2. Pertimbangkan moda transportasi alternatif
Jika tiket pesawat atau kereta sudah terbatas, moda transportasi lain seperti bus, travel, atau kendaraan pribadi bisa menjadi pilihan. Perjalanan darat juga memberikan fleksibilitas waktu serta kesempatan untuk singgah di berbagai kota sepanjang jalur mudik.
Salah satu koridor mudik yang ramai digunakan adalah jalur Tol Trans-Jawa, yang menghubungkan wilayah barat hingga timur Pulau Jawa. Jalur ini membentang dari Merak hingga Probolinggo dan dilengkapi rest area serta akses menuju berbagai kota besar.
3. Jadikan perjalanan mudik sebagai wisata singkat
Perjalanan darat tidak selalu harus langsung menuju tujuan akhir. Beberapa kota di sepanjang jalur mudik dapat menjadi titik singgah untuk beristirahat sekaligus menikmati destinasi lokal.
Di Cirebon, misalnya, pemudik dapat mampir ke Taman Sari Gua Sunyaragi atau berburu batik bermotif megamendung yang khas. Kota ini juga terkenal dengan kuliner tradisional seperti Nasi Jamblang.
Sementara di Semarang, pemudik bisa berjalan-jalan di kawasan Kota Lama Semarang atau mengunjungi bangunan bersejarah Lawang Sewu, sambil mencicipi Lumpia Semarang yang menjadi ikon kuliner kota tersebut.
Bagi yang ingin menikmati udara pegunungan, kawasan Kopeng di dekat Salatiga menawarkan panorama alam dengan latar Gunung Merbabu.
Perjalanan dapat dilanjutkan ke Surakarta atau Solo untuk melihat kompleks Keraton Mangkunegaran dan kawasan batik legendaris Kampung Batik Laweyan.
Sementara itu, Yogyakarta tetap menjadi destinasi favorit pemudik dengan daya tarik budaya dan sejarah, termasuk kompleks Candi Prambanan yang terkenal.
Memasuki Jawa Timur, pemudik dapat berhenti sejenak di Madiun untuk menikmati Nasi Pecel Madiun, atau singgah di Surabaya yang memiliki ikon sejarah Tugu Pahlawan Surabaya. Dari wilayah ini, perjalanan juga bisa dilanjutkan ke kawasan wisata alam Gunung Bromo.
4. Pantau waktu puncak arus mudik
Kepolisian Republik Indonesia memprediksi puncak arus mudik biasanya terjadi sekitar satu minggu sebelum Idul Fitri. Bagi pemudik yang berangkat mendekati periode tersebut, penting untuk memantau kondisi lalu lintas serta mempertimbangkan waktu keberangkatan yang lebih fleksibel.
5. Lakukan pemesanan secara strategis
Beberapa platform perjalanan juga sering menghadirkan promo berkala menjelang Lebaran. Menurut Baidi Li, Vice President of Commercial Traveloka, berbagai promo perjalanan diharapkan dapat membantu masyarakat merencanakan perjalanan mudik secara lebih efisien.
“Lebaran selalu menjadi tradisi yang sangat dinantikan masyarakat Indonesia untuk pulang kampung dan berkumpul bersama keluarga,” ujar Baidi.
Ia menambahkan bahwa kemudahan akses transportasi, akomodasi, hingga aktivitas wisata dapat membantu masyarakat merencanakan perjalanan dengan lebih praktis, termasuk bagi mereka yang baru memesan tiket mendekati hari keberangkatan.
Intinya, mudik tetap bisa nyaman meski direncanakan mendadak. Dengan meningkatnya infrastruktur transportasi, pilihan moda perjalanan yang lebih beragam, serta berbagai kebijakan pendukung dari pemerintah, mudik last-minute bukan lagi hal yang mustahil.
Perencanaan yang fleksibel, pemilihan rute yang tepat, serta memanfaatkan fasilitas perjalanan yang tersedia dapat membantu masyarakat tetap pulang kampung dengan aman, nyaman, dan lebih hemat menjelang Lebaran.