← Beranda
Capgome di Singkawang Berlangsung Meriah, Disaksikan 26 Dubes dan Turis Mancanegara
Fadhil Al BirraMinggu, 12 Februari 2017 | 21.34 WIB
Tatung cilik menjadi daya tarik ribuan penonton yang menyaksikan pawai tatung di Kota Singkawang, Sabtu (11/2).

JawaPos.com - Perayaan Capgome di Singkawang, Kalbar, berlangsung meriah. Atraksi 565 tatung yang kebal benda tajam dan replika naga 178 meter memukau wisatawan mancanegara serta 26 Duta Besar (Dubes) untuk Indonesia, Sabtu (11/2).


Sorak sorai wisatawan nusantara dan mancanegara terdengar riuh di halaman kantor Wali Kota Singkawang. Mereka takjub melihat pagelaran budaya daerah Kalbar.


Tarian budaya Melayu, Dayak dan Tionghoa membuka rangkaian festival. Selain tarian budaya daerah, ada juga tarian NKRI yang dilakukan anak-anak dan remaja berpakaian adat di Indonesia. “Welcome to Singkawang,” ucap Staf Ahli Menteri Pariwisata Bidang Multikultural, Harry Kuntoro menyapa 26 Dubes dari negara sahabat.


Harry mengatakan, Singkawang merupakan kota multiculture. “Ada tarian Melayu, tarian Dayak, tarian Tionghoa. Betapa indahnya, betapa kayanya Indonesia dengan keragaman budaya,” katanya.


Dia berpandangan, acara pagi kemarin sangat penting dilihat seluruh warga Negara Republik Indonesia. “Kita melihat seluruh Indonesia, tapi di Singkawang,” ucapnya.


Harry berpendapat, keragaman dan multiculture perlu syarat-syarat. “Dengan menghargai budaya orang lain dan menghargai adat istiadat yang ada,” jelasnya.


Event Capgome diharapkan terus maju dan berkembang. Karena telah menjadi event nasional dan internasional. “Saya kira, target pariwisata pada 2019 bisa mencapai 20 juta orang. Adanya event dan atraksi semacam ini, tentu mendukung target-target yang ada,” gugahnya.


Menurut Harry, dalam memajukan sektor pariwisata ada tiga hal yang harus diperhatikan. Pertama event, kedua animo. “Saya melihat animo di Singkawang begitu besar. Buktinya ada pertumbuhan hotel-hotel, home stay,” ujarnya.


“Ketiga, ada pesan dari Pak Wali Kota. Kalau ada bandara bagaimana? Event sudah ada, animo juga. Tinggal aksesibilitas. Kalau wisatawan lewat Kota Pontianak tentu membutuhkan waktu lama,” ungkapnya.


Harry menilai, apa yang ada di Singkawang merupakan Pesona Indonesia. “Indah, tertib, sejuk dan aman. Inilah multiculture di Singkawang. Mudah-mudahan bisa menjadi icon nasional dan internasional,” harap Harry. 


Wakil Gubenur Kalbar Christiandy Sanjaya membuka secara resmi pawai yang diikuti 565 tatung. Rangkaian Festival Imlek dan Capgome Singkawang 2017 ini dihadiri 26  Duta Besar (Dubes) dan Kapolda Irjend Pol Musyafak serta Danrem 121 Abw Brigjend TNI Widodo Iriansyah.


Sebelum dibuka, para tamu negara dan undangan disuguhkan tarian NKRI dari berbagai suku di Indonesia. Kemudian aksi Polwan cantik yang mengayuh sepeda. Dilanjutkan dengan parade naga sepanjang 178 meter yang meliuk-liuk di depan para tamu.


Kemudian disusul pawai tatung yang disambut meriah para penonton dan Dubes. Mereka mengabadikan dengan Ponsel. Bahkan ada Dubes yang mengabadikan dengan kamera SLR mereka.


“Capgome 2017 di Kota Singkawang merupakan satu peristiwa yang langka. Ini pesona Indonesia,” kata Christiandy. “Saya sebagai anak bangsa yang lahir di Singkawang sangat-sangat bangga. Kota Singkawang bisa memberikan pertunjukan seperti itu,” sambungnya.


Wagub Christiandy berharap, jangan setiap tahun ramainya hanya seperti itu-itu saja. Apa yang menjadi program Wali Kota, mesti di follow-up terus hingga terealisasi. Program daerah yang dititipkan kepada Menteri Pariwisata juga harus di follow-up.  Misalnya bandara sebagai aksesibilitas wisatawan.


“Ini harus direalisasikan. Kita semua mendukung. Gubernur sudah jauh-jauh hari bahkan dari zaman Wali Kota Singkawang Hasan Karman sudah memberikan rekomendasi, supaya Kota Singkawang ada bandara,” ungkap Wagub.


“Bisa dibayangkan kalau seluruh negara atau 26 Duta Besar nantinya datang ke Singkawang, bercerita banyak tentang kota ini. Mereka bisa langsung terbang dari negara asal ke Kota Singkawang,” sambungnya.


Sepulang dari Singkawang, Wagub berjanji akan berbicara dengan Gubernur. “Supaya beliau bisa melobi Presiden, untuk merealisasikan bandara di kota Singkawang,” gugahnya.


Sementara itu, para pengunjung takjub melihat atraksi tatung dan naga sepanjang 178 meter yang mengelilingi Kota Singkawang. “Ini luar biasa bagi saya dan rombongan sebanyak 30 orang ini. Dan ini baru pertama kali bagi saya datang ke Kota Singkawang melihat pawai tatung,” ujar Rumanto, wisatawan dari Bangka Belitung.


Senada disampaikan Veni, warga Solo yang mengaku baru pertama kali datang ke Kota Singkawang. Kedatangannya hanya ingin melihat pawai tatung secara langsung. “Ngeri juga lihatnya,” katanya.


Wisatawan Prancis, Emmanuel Guillard mengaku senang berkunjung ke Kota Singkawang. “Ini pertama saya lihat, dan sungguh luar biasa sekali,” ujarnya. (Suhendra/Deska/Hamka/fab/JPG)

EDITOR: Fadhil Al Birra