JawaPos.com - PT Bank Central Asia (BCA), membantah isu terkait dengan adanya akuisisi saham oleh konglomerat asal Kalimantan, Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam yang beredar di media sosial.
Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, menegaskan bahwa informasi yang beredar di media sosial terkait dengan adanya aksi korporasi tidak benar.
“Menanggapi isu yang beredar di media sosial terkait adanya rencana aksi korporasi tertentu terhadap BCA, dapat kami sampaikan bahwa INFORMASI TERSEBUT TIDAK BENAR,” ujar Hera dalam keterangan yang diterima, Jumat (25/9).
Dengan adanya informasi tersebut, ia mengimbau nasabah dan masyarakat untuk mengakses informasi dari sumber-sumber yang resmi, baik dari situs resmi perusahaan maupun outlet media yang kredibel.
“BCA senantiasa beroperasi berdasarkan prinsip kehati-hatian, berintegritas, dan sesuai regulasi yang berlaku,” ujarnya.
Sebagaimana diketahui, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mengakhiri perdagangan Jumat (25/9) di zona hijau. Saham BBCA ditutup menguat 0,40 persen ke level Rp 6.250 per saham.
Berdasarkan data perdagangan, saham BBCA dibuka di level Rp 6.225 per saham. Sepanjang perdagangan, saham bank swasta tersebut bergerak pada rentang Rp 6.200 hingga Rp 6.275 per saham.
Penguatan tersebut membawa harga saham BBCA naik Rp 25 dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp 6.225 per saham. Pada perdagangan Kamis (24/9), saham BBCA tercatat terkoreksi 1,19 persen.
Dari sisi aktivitas perdagangan, saham BBCA ditransaksikan sebanyak sekitar 60,59 juta saham pada perdagangan Jumat.