JawaPos.com - Tim pelajar Indonesia membawa game bertema insomnia dan kesehatan emosional ke panggung internasional. Melalui NEMURI, empat pelajar SMAN 81 Jakarta menghadirkan game petualangan psikologis 3D yang mengajak pemain masuk ke dunia pikiran, emosi, ketakutan, dan ingatan seorang karakter bernama Kael.
Game tersebut dibawa Tim Neuva ke Final BETTER GROUND 2026 di PUBG Seongsu, Seoul, Korea Selatan, pada 18 September 2026. Tim Neuva menjadi satu-satunya wakil Indonesia dalam ajang yang mempertemukan 17 tim pelajar dari enam negara Asia.
Kompetisi itu diikuti 12 tim dari Korea Selatan serta masing-masing satu tim dari India, Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Filipina.
Baca Juga: KPK Diam-diam Pantau Isu Terkait "Hunian Mewah" di Lapas Cibinong
NEMURI Bawa Cerita tentang Insomnia ke Dalam Game
Berbeda dari game petualangan yang sekadar mengandalkan eksplorasi dan teka-teki, NEMURI menjadikan kondisi emosional karakter sebagai bagian penting dari perjalanan pemain.
Pemain mengikuti Kael, karakter utama yang harus menjelajahi dunia yang terbentuk dari pikiran dan emosinya. Di dalamnya terdapat berbagai teka-teki yang harus dipecahkan, sekaligus empat karakter yang dapat bekerja sama dengan Kael untuk menghadapi ketakutan dan ingatan yang mengganggunya.
Melalui konsep tersebut, Tim Neuva mencoba memasukkan isu insomnia dan kesehatan emosional ke dalam pengalaman bermain. Game ini membawa pesan mengenai pentingnya mengenali emosi dan menerima diri sendiri.
Baca Juga: Ramalan Zodiak Capricorn Besok Selasa 29 September 2026: Jangan Abaikan Ritme yang Seimbang
Proses membuat NEMURI juga menjadi tantangan tersendiri bagi empat pelajar SMAN 81 Jakarta. Mereka harus membagi peran, mengembangkan ide menjadi game yang bisa dimainkan, menerima masukan, melakukan pengujian, hingga mencari solusi ketika menemukan persoalan dalam pengembangan.
Dari Ratusan Pelajar hingga Mewakili Indonesia
Perjalanan Tim Neuva tidak dimulai langsung dari panggung internasional. Mereka terlebih dahulu mengikuti rangkaian BETTER GROUND High School di Indonesia.
Sebanyak 238 pelajar mengikuti tahap pembuka PLAY pada 18 April.
Dalam tahap ini, para pengembang game KRAFTON memberikan gambaran mengenai pekerjaan dan peluang karier di industri game.
Setelah mendapatkan wawasan tersebut, para peserta diminta mengembangkan rancangan proyek game. Ide-ide tersebut kemudian dinilai oleh profesional industri game di Indonesia untuk menentukan tim yang berhak melanjutkan ke tahap berikutnya.
Pada tahap DAY, 10 tim yang terdiri atas 40 pelajar mulai mengembangkan konsep game mereka secara lebih serius. Mereka menyusun ide dan rencana proyek agar dapat diterjemahkan menjadi produk yang bisa dimainkan.
Tahap selanjutnya adalah UP. Lima mentor dari perusahaan game lokal memberikan pendampingan secara daring. Materinya mencakup perencanaan proyek, integrasi fitur, pengujian game, hingga persiapan presentasi.
Baca Juga: Di Balik Maraknya Perawatan Estetika, Dokter Harus Siap Hadapi Komplikasi
Setelah melalui proses tersebut, 10 tim kembali berhadapan dalam final tingkat nasional. Setiap tim mempresentasikan proyek mereka di hadapan tiga pemimpin industri game yang melakukan penilaian melalui proposal, pengujian game, presentasi, dan sesi tanya jawab.
Tim Neuva akhirnya terpilih untuk mewakili Indonesia di Seoul.
Bukan Cuma Main Game, tapi Belajar Membuatnya
Di Seoul, Tim Neuva tidak hanya menunjukkan hasil akhir NEMURI. Mereka mendemonstrasikan game tersebut di stan sekaligus menjelaskan konsep dan fitur yang dikembangkan di atas panggung.
Para pelajar juga berbagi pengalaman mengenai berbagai masalah yang muncul selama proses pembuatan game dan bagaimana mereka mencari solusinya.
Pengalaman itu kemudian berlanjut melalui interaksi dengan peserta dari negara lain. Mereka mencoba game buatan tim lain, bertukar masukan, dan melihat bagaimana pelajar dari negara berbeda menerjemahkan ide menjadi sebuah game.
“Pengalaman ini mengajarkan kami untuk tidak takut mencoba, serta menyadari bahwa kesempatan bukan hanya sesuatu yang datang, tetapi juga sesuatu yang bisa kita cari untuk terus belajar dan berkembang,” ujar Keisha Rima Sofia, anggota Tim Neuva SMAN 81 Jakarta.
Game Jadi Pintu Masuk ke Industri Digital
BETTER GROUND High School memang dirancang bukan hanya sebagai kompetisi membuat game. Program yang diluncurkan JA Korea bersama KRAFTON di Korea Selatan pada 2023 tersebut juga menjadi sarana bagi pelajar untuk mengenal berbagai peluang karier di industri game.
Baca Juga: Ramalan Zodiak Pisces Besok Selasa 29 September 2026: Lepaskan Masa Lalu dan Mulai Melangkah
Program ini kemudian diperluas ke negara lain pada 2025 dan pada 2026 diterapkan di enam negara Asia. Rangkaian program terdiri atas empat tahap, yakni PLAY, DAY, UP, dan FINAL.
Pelajar mendapatkan pengalaman mulai dari merancang proyek, mengembangkan game, menguji hasilnya, menerima masukan hingga mempresentasikan karya.
Karyawan KRAFTON juga terlibat sebagai mentor dan membagikan pengalaman profesional mereka kepada para peserta.
Dengan model tersebut, pelajar tidak hanya berhadapan dengan persoalan teknis dalam membuat game.
Mereka juga dituntut berkomunikasi, membagi tanggung jawab, bekerja sama, menerima kritik, serta mengambil keputusan ketika menghadapi masalah.
“Interaksi lintas negara memberi pengalaman penting bagi pelajar Indonesia untuk melihat bahwa ide dan tantangan yang sama dapat direspons dengan cara berbeda. Paparan terhadap beragam perspektif seperti ini mengasah keterbukaan, adaptabilitas, dan kemauan untuk terus belajar para peserta,” ucap Utami Anita Herawati, Direktur Eksekutif Prestasi Junior Indonesia.
Sementara itu, Taeryun Kim, Head of Corporate Relations Department KRAFTON, mengatakan pengalaman membuat game dapat menjadi ruang bagi pelajar untuk mengembangkan kemampuan teknis sekaligus kemampuan bekerja dengan orang lain.
“BETTER GROUND High School merupakan program yang memungkinkan pelajar sekolah menengah atas di berbagai negara untuk bersama-sama mencapai tujuan menyelesaikan pengembangan sebuah game sekaligus menemukan potensi diri sepanjang proses tersebut," kata Taeryun.
Harapannya, NEMURI bukan hanya menjadi proyek game yang membawa mereka ke Seoul. Proses pengembangannya menjadi pengalaman untuk memahami bagaimana sebuah ide bisa berkembang menjadi karya melalui kolaborasi, eksperimen, kritik, dan penyelesaian masalah.