← Beranda
Google Home Kini Bisa Kendalikan Rumah Pakai Agen AI Canggih Tapi Pasih Punya Resiko Keamanan
Nanda PrayogaKamis, 17 September 2026 | 21.25 WIB
Google Home. (Dok. Google)

JawaPos.com - Google memperluas kemampuan ekosistem rumah pintarnya dengan menghadirkan dukungan untuk Model Context Protocol (MCP).

Standar tersebut memungkinkan agen kecerdasan buatan (AI) terhubung dengan layanan dan API eksternal untuk menjalankan berbagai tugas berdasarkan perintah pengguna.

Seperti dilansir dari Engadget, dengan integrasi MCP, sejumlah agen AI kini dapat berinteraksi dengan perangkat yang terhubung ke Google Home.

Beberapa agen yang telah didukung mencakup Google Antigravity, Claude, Hermes, dan Open Claw.

Google menyebut integrasi tersebut dirancang agar agen AI dapat berinteraksi dengan perangkat maupun data aktivitas yang terdapat dalam ekosistem Google Home secara aman.

Kehadiran MCP juga memungkinkan pengguna memberikan perintah menggunakan bahasa sehari-hari. Google mencontohkan beberapa pemanfaatannya, mulai dari memantau aktivitas di rumah, melihat rangkuman rekaman kamera dari sejumlah ruangan, hingga mengontrol perangkat pintar yang telah terhubung.

Pengguna juga dapat memanfaatkan agen AI untuk membuat dasbor rumah pintar yang disesuaikan dengan kebutuhan.

Ini berpotensi mempermudah pengelolaan berbagai perangkat pintar, terutama bagi pengguna yang memiliki banyak perangkat rumah tangga dan terhubung dalam satu ekosistem.

Meski demikian, fitur tersebut belum tersedia secara luas. Google mengatakan akses awal untuk dukungan MCP akan mulai diberikan dalam beberapa minggu mendatang.

Untuk tahap awal, kemampuan tersebut hanya dapat digunakan oleh pelanggan Google Home Premium Advanced. Layanan tersebut dibanderol USD 20 per bulan atau USD 200 per tahun.

MCP sendiri pertama kali diperkenalkan Anthropic pada 2024. Dalam perkembangannya, standar tersebut semakin banyak digunakan untuk menghubungkan model maupun agen AI dengan berbagai layanan eksternal.

Sejumlah perusahaan teknologi, termasuk Google, OpenAI, Microsoft, dan SpaceXAI, telah memberikan dukungan terhadap MCP dalam berbagai bentuk.

Ekosistem aplikasi yang kompatibel dengan standar tersebut juga terus berkembang.

Sayangnya penggunaan MCP untuk menghubungkan agen AI dengan perangkat rumah pintar juga membawa sejumlah risiko keamanan.

Sejumlah pakar sebelumnya menyoroti celah dalam standar tersebut, termasuk persoalan autentikasi yang tidak diwajibkan.

Risiko tersebut menjadi semakin penting ketika MCP digunakan untuk mengakses perangkat dan data pribadi di rumah.

Sejumlah insiden kebocoran data juga telah dilaporkan sejak standar tersebut mulai diadopsi secara lebih luas.

Karena itu, pengguna perlu mempertimbangkan aspek keamanan sebelum memberikan akses kepada agen AI untuk berinteraksi dengan perangkat maupun data dalam ekosistem rumah pintar.

EDITOR: Dony Lesmana Eko Putra