← Beranda
Teknologi All-Flash NVMe Tangani Beban Data hingga 50 Juta IOPS
Latu Ratri MubyarsahJumat, 11 September 2026 | 03.33 WIB
Country Managing Director Hitachi Vantara Indonesia Ming Sunadi (kiri) dan Enterprise Solutions Consultant Lead Hitachi Vantara Indonesia Sony Chahyadi. (Istimewa)

 

JawaPos.com - Teknologi penyimpanan berbasis all-flash NVMe kini mampu menangani hingga 50 juta operasi input dan output per detik (IOPS).

Kemampuan tersebut ditujukan untuk mendukung kebutuhan pengolahan data dengan beban tinggi, termasuk database, transaksi, analitik real-time, dan kecerdasan buatan (AI).

Teknologi tersebut hadir melalui Virtual Storage Platform One (VSP One) Block High End yang diperkenalkan Hitachi Vantara di Indonesia, Rabu (9/9).

Baca Juga: 50 Juta Masyarakat Diproyeksikan Akses Portal Bansos, Komdigi Siapkan Uji Sistem

Infrastruktur ini menggunakan arsitektur all-flash NVMe untuk menangani beban kerja mission-critical dan kebutuhan AI perusahaan.

Selain kemampuan pemrosesan hingga 50 juta IOPS, sistem tersebut dilengkapi akselerasi kompresi berbasis hardware dan adaptive data reduction.

Fitur tersebut digunakan untuk membantu efisiensi pengelolaan data saat menghadapi beban komputasi tinggi.

Baca Juga: Google Search Kini Bisa Jadi Konsultan Fantasy Football Berkat Mode AI

Kebutuhan terhadap teknologi penyimpanan berperforma tinggi meningkat seiring pertumbuhan penggunaan AI.

Pengembangan aplikasi AI membutuhkan akses terhadap data dalam jumlah besar, sementara sistem utama perusahaan seperti database dan pemrosesan transaksi tetap harus berjalan.

Aspek keamanan menjadi perhatian seiring meningkatnya aktivitas digital.

Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mencatat sekitar 5,16 miliar aktivitas lalu lintas internet yang terindikasi tidak wajar di Indonesia sepanjang 2025.

BSSN menyebut aktivitas tersebut tidak selalu merupakan serangan siber, namun dapat menjadi indikasi potensi ancaman.

Dari sisi infrastruktur, VSP One Block High End mendukung lingkungan open systems dan mainframe.

Baca Juga: Tren Laptop 2026, Asus Perkuat Kecerdasan Artifisial Tanpa Internet

Kedua lingkungan tersebut dapat dikonsolidasikan dalam satu infrastruktur untuk menangani berbagai aplikasi perusahaan.

Pengelolaan infrastruktur tersebut didukung VSP 360.

Platform itu menyediakan pengelolaan secara terpusat, otomatisasi sejumlah proses, serta pemantauan kondisi sistem dengan dukungan AI.

Baca Juga: Industri HVAC Indonesia Hadapi Tantangan Efisiensi Energi dan Standar Cleanroom

Country Managing Director Hitachi Vantara Indonesia Ming Sunadi mengatakan, perkembangan layanan digital membuat kebutuhan terhadap infrastruktur yang memiliki tingkat ketersediaan tinggi semakin besar.

”Ekonomi digital Indonesia semakin bergantung pada layanan yang harus selalu tersedia, mulai dari transaksi keuangan, platform yang berhubungan langsung dengan pelanggan, hingga aplikasi AI yang terus berkembang,” ujar Ming Sunadi.

Selain performa, teknologi tersebut dilengkapi sejumlah fitur untuk mendukung keamanan dan pemulihan data.

Baca Juga: AiMOGA Buka Experience Store Pertama di Indonesia, Hadirkan Robot Humanoid Mornine dan Argos

Salah satunya immutable snapshots yang dapat digunakan sebagai salinan data untuk kebutuhan pemulihan ketika terjadi gangguan.

Sistem tersebut juga dapat diintegrasikan dengan Ransomware Detection yang didukung CyberSense.

Layanan berbasis AI itu digunakan mendeteksi anomali dan mengidentifikasi indikasi kerusakan data akibat ransomware.

Teknologi tersebut juga dapat membantu menemukan titik pemulihan terdekat dari snapshot yang masih bersih.

Baca Juga: iPhone Duo Resmi, Ini Spesifikasi iPhone Lipat Pertama Apple

Dengan kemampuan itu, perusahaan dapat melakukan pemulihan berdasar salinan data yang belum terdampak gangguan.

Enterprise Solutions Consultant Lead Hitachi Vantara Indonesia Sony Chahyadi mengatakan kebutuhan perusahaan saat ini tidak hanya berkaitan dengan penambahan kapasitas penyimpanan.

”Modernisasi infrastruktur bukan sekadar menambah kapasitas. Perusahaan membutuhkan kinerja yang andal untuk mendukung berbagai kebutuhan komputasi, pengelolaan yang lebih sederhana di lingkungan open systems dan mainframe, serta kemampuan untuk memulihkan data secara cepat dan akurat ketika terjadi gangguan," kata Sony.

Baca Juga: Chrome Percepat Jadwal Rilis Jadi Dua Minggu, Google Soroti Keamanan di Era AI

Kebutuhan infrastruktur data juga berjalan seiring dengan pertumbuhan transaksi digital.

Bank Indonesia mencatat volume transaksi pembayaran digital mencapai 5,50 miliar transaksi pada Juli 2026, tumbuh 28,69 persen secara tahunan.

VSP One Block High End pertama kali diperkenalkan secara global pada November 2025.

Baca Juga: ASUS TUF Gaming 16 Resmi Hadir di Indonesia, Bawa RTX 50 Series dan Bisa Di-upgrade hingga 64GB

Teknologi tersebut kini tersedia di Indonesia melalui Hitachi Vantara dan jaringan mitranya.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah