JawaPos.com - Robot humanoid buatan Tiongkok mencatat prestasi yang mengejutkan dalam ajang World Humanoid Robot Games di Beijing. Robot tersebut berhasil mencatat waktu lebih cepat dari rekor dunia manusia untuk nomor lari 100 meter dan 400 meter.
Ajang yang berlangsung selama lima hari itu dibuka pada Sabtu (22/8) dan mempertemukan lebih dari 2.000 robot humanoid dari 660 tim yang berasal dari 16 negara. Seperti dilansir Kyodo, Minggu (23/8), rangkaian kompetisi tersebut menunjukkan perkembangan pesat teknologi robot humanoid yang didukung kecerdasan buatan, sekaligus menjadi ajang pengujian kemampuan robot sebelum diterapkan untuk berbagai kebutuhan di dunia nyata.
Robot Tien Kung Ultra yang dikembangkan Beijing Innovation Center of Humanoid Robotics Co. mencatat waktu 9,32 detik dalam babak penyisihan 100 meter pada Sabtu.
Catatan tersebut mengalahkan rekor dunia 100 meter milik pelari Jamaika Usain Bolt yang mencatat 9,58 detik di Berlin pada 2009.
Namun, setelah menyelesaikan perlombaan, robot tersebut mengalami insiden. Mesin itu menabrak matras yang disiapkan untuk memperlambat laju setelah garis finis dan kemudian terbakar.
Model humanoid yang sama kembali mencatat waktu spektakuler dalam final nomor 400 meter pada Minggu (23/8). Robot tersebut menyelesaikan lomba dalam 38,15 detik.
Catatan itu lebih cepat dari rekor dunia manusia 400 meter yang dibuat atlet Afrika Selatan Wayde van Niekerk, yakni 43,03 detik pada Olimpiade Rio de Janeiro 2016.
Ribuan Robot Bertanding
World Humanoid Robot Games diikuti lebih dari 2.000 robot humanoid yang mewakili lebih dari 660 tim dari 16 negara.
Jumlah peserta tersebut meningkat drastis dibandingkan ajang perdana di Beijing pada Agustus tahun lalu yang diikuti 280 tim.
Sekitar 90 persen peserta tahun ini berasal dari Tiongkok. Brasil, Jerman, dan Amerika Serikat juga mengirimkan tim.
Jepang turut ambil bagian melalui GMO Internet Group. Robot yang digunakan perusahaan tersebut dikembangkan oleh Unitree Robotics asal Tiongkok.
Robot tersebut mengikuti sejumlah cabang atletik, termasuk lari 400 meter untuk robot berukuran kecil. Namun, robot itu belum mampu memenangkan perlombaan.
Dalam salah satu babak penyisihan, robot tersebut berhasil melewati garis finis dengan waktu lebih dari 1 menit 55 detik. Tak lama kemudian, robot itu roboh dan harus dievakuasi menggunakan tandu.
Shota Takizawa, senior research engineer GMO, mengatakan perusahaan tidak memiliki tujuan untuk mengembangkan robot yang khusus digunakan dalam perlombaan.
"Perusahaan tidak bertujuan mengembangkan robot yang dikhususkan untuk balapan, tetapi berencana memanfaatkan pengetahuan yang diperoleh dari kompetisi untuk penggunaan praktis di masa depan," katanya.
Bukan Sekadar Olahraga
Kompetisi tersebut digelar di National Speed Skating Oval, salah satu venue yang digunakan dalam Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022.
Selain atletik, robot juga bertanding dalam sepak bola, tinju, tenis meja, angkat beban, dan tarik tambang. Ajang tersebut juga menampilkan kompetisi berbasis skenario yang dirancang untuk menunjukkan kemampuan robot dalam kehidupan nyata, termasuk pekerjaan di sektor ritel, katering, dan layanan perkantoran.
Pada hari pembukaan, digelar pertandingan sepak bola ekshibisi serta demonstrasi olahraga lain seperti tenis dan tenis meja yang mempertemukan manusia dengan robot.
Perkembangan robot humanoid dalam olahraga juga terlihat pada April lalu ketika Beijing menggelar half marathon yang diikuti robot humanoid dan pelari amatir.
Robot pemenang dalam ajang tersebut bahkan mencatat waktu 50 menit 26 detik, melampaui rekor dunia manusia untuk nomor half marathon.