← Beranda
Synology Perkuat Platform Data Enterprise untuk AI dan Ketahanan Siber
Nanda PrayogaJumat, 5 Juni 2026 | 20.26 WIB
Dalam ajang Computex 2026 di Taipei, Taiwan, Synology memperkenalkan pengembangan terbaru pada platform data enterprise melalui roadmap generasi berikutnya DiskStation Manager (DSM) dan pembaruan ActiveProtect Manager 2.0. (Dok. Synology)

JawaPos.com - Dalam ajang Computex 2026 di Taipei, Taiwan, Synology memperkenalkan pengembangan terbaru pada platform data enterprise melalui roadmap generasi berikutnya DiskStation Manager (DSM) dan pembaruan ActiveProtect Manager 2.0.

Langkah ini ditujukan untuk membantu organisasi menghadapi tantangan pemanfaatan AI dan meningkatnya ancaman siber.

Menurut Synology, perusahaan saat ini membutuhkan infrastruktur yang tidak hanya mampu menyimpan dan melindungi data. Tetapi juga memastikan data dapat dimanfaatkan secara aman, terkontrol, dan siap dipulihkan saat terjadi insiden.

Philip Wong, Chairman dan CEO Synology, mengatakan, adopsi AI di enterprise kini bukan lagi tantangan utama.

Tantangan sebenarnya adalah bagaimana organisasi tetap memiliki kendali penuh atas data mereka.

“Dengan pengalaman lebih dari dua dekade, Synology terus mengembangkan platform yang siap mendukung kebutuhan AI, sekaligus menjaga agar data tetap berada dalam lingkungan yang aman, terkelola, dan berada dalam kendali organisasi,” kata Philip Wong.

DSM generasi berikutnya dirancang untuk mendukung alur kerja AI secara privat di lingkungan on-premise. Organisasi dapat membangun knowledge base dari data internal tanpa perlu memindahkan informasi sensitif ke layanan cloud.

Synology juga menghadirkan Office Suite AI Assistant, dukungan server rack GPU, serta appliance AI khusus untuk kebutuhan inferensi lokal.

Platform ini memungkinkan organisasi menjalankan alur kerja AI secara privat, dengan tata kelola yang jelas, manajemen infrastruktur dalam skala besar, serta kontrol keamanan yang dibutuhkan tim IT untuk memenuhi tuntutan regulasi dan kepatuhan.

Selain AI, Synology meningkatkan kemampuan pengelolaan infrastruktur melalui DSM Agent, Cluster Manager, dan Active Insight yang mendukung otomatisasi, manajemen terpusat, deployment massal, serta kontrol keamanan yang lebih granular.

Platform ini juga dilengkapi secure element bawaan dan tengah menjalani sertifikasi FIPS 140-3.

Di sisi perlindungan data, ActiveProtect Manager 2.0 memperluas dukungan backup dan recovery ke berbagai platform, termasuk Azure Virtual Machines, Amazon EC2, Nutanix AHV, Proxmox VE, dan Google Workspace.

Solusi ini memungkinkan pemulihan lintas platform, baik ke cloud maupun lingkungan on-premise.

“AI telah membuat ancaman siber berkembang semakin cepat dan semakin sulit diimbangi oleh enterprise. Kondisi ini mendorong organisasi untuk mencari perlindungan data yang tidak hanya andal, tetapi juga mudah diterapkan,” kata Philip Wong.

Sementara itu, Jia-Yu Liu, Executive Vice President of Synology Data Protection Group, menjelaskan bahwa hal ini kini dilengkapi deteksi ancaman berbasis AI.

“Dengan kemampuan ini, perlindungan data dapat bergerak dari pendekatan pemulihan yang reaktif menuju pertahanan yang lebih proaktif,” ungkapnya.

Teknologi tersebut memanfaatkan machine learning untuk mendeteksi anomali pada data cadangan, seperti perubahan tidak wajar, penghapusan massal, hingga indikasi aktivitas berbahaya.

File yang dicurigai akan dikarantina secara otomatis dan dapat dipindai menggunakan antivirus pihak ketiga sebelum dipulihkan.

Synology juga menghadirkan fitur Auto Fallback yang secara otomatis mengarahkan proses pemulihan ke versi backup terbaru yang bersih dan tervalidasi, sehingga organisasi dapat memulihkan sistem dari data yang lebih aman setelah terjadi serangan siber.

 

EDITOR: Dony Lesmana Eko Putra