JawaPos.com - Perusahaan ritel dan e-commerce berkelanjutan, Siklus, mulai memperkuat ekspansi ke segmen bisnis (B2B) dengan mengandalkan teknologi dispensing berbasis Internet of Things (IoT). Strategi ini dinilai sejalan dengan kebutuhan industri yang kian menuntut efisiensi operasional sekaligus pengurangan limbah.
Langkah tersebut menjadi kelanjutan dari penetrasi Siklus ke pasar komersial sejak 2024. Kali ini, perusahaan menggandeng Snap Clean untuk mengembangkan solusi distribusi produk berbasis IoT yang menyasar sektor rumah sakit, fasilitas kesehatan, hotel, hingga bisnis makanan dan minuman.
Teknologi dispensing pintar memungkinkan pelaku usaha mengontrol penggunaan produk secara lebih presisi. Sistem ini juga memberikan pemantauan penggunaan secara real-time, yang selama ini sulit dicapai melalui metode distribusi konvensional.
Secara global, penggunaan sistem berbasis IoT dalam rantai pasok mulai meningkat, terutama untuk meningkatkan transparansi dan efisiensi distribusi.
Di Indonesia, tren ini ikut terdorong oleh pertumbuhan perangkat IoT yang telah melampaui 150 juta koneksi pada 2023, menurut laporan Ken Research.
Di sisi lain, tantangan pengelolaan limbah dan dorongan kebijakan seperti peningkatan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) serta ekonomi sirkular turut mendorong pelaku industri beralih ke model distribusi yang lebih terukur. Sistem isi ulang (refill) berbasis teknologi menjadi salah satu solusi yang mulai dilirik.
Siklus menawarkan model layanan berlangganan yang menggabungkan penggunaan produk dalam kemasan besar dengan mesin dispensing pintar.
Skema ini disebut dapat menekan biaya awal investasi sekaligus mengurangi ketergantungan pada kemasan sekali pakai.
“Pendekatan distribusi konvensional masih menyisakan inefisiensi karena minim kontrol penggunaan. Integrasi teknologi memungkinkan efisiensi dibangun langsung dalam sistem,” ujar Co-Founder Siklus, Laksamana Sakti baru-baru ini di Jakarta.
Masalah seperti penggunaan berlebih, kebocoran, hingga kurangnya kontrol distribusi kerap menjadi tantangan di sektor rumah sakit dan perhotelan. Sistem berbasis IoT dinilai mampu menjawab persoalan tersebut dengan pendekatan yang lebih terukur.
Mengacu pada data Statista, nilai pasar homecare B2B di Indonesia diperkirakan mencapai sekitar USD 1,75 miliar. Segmen produk berkelanjutan dan reusable pun mulai mendapat tempat di berbagai sektor layanan.
Untuk memperkuat ekspansi, Siklus juga menunjuk Dicky Sukarmadji sebagai Chief Commercial Officer. Ia sebelumnya berpengalaman di sejumlah perusahaan FMCG global dan dinilai akan mendorong strategi distribusi serta pengembangan pasar B2B.
Ke depan, perusahaan menargetkan perluasan jaringan dispensing berbasis IoT ke luar Pulau Jawa, sekaligus memperkuat infrastruktur produksi dan rantai pasok.
Upaya ini juga dibarengi dengan penjajakan kolaborasi bersama investor dan mitra strategis guna mempercepat adopsi model bisnis berbasis ekonomi sirkular di Indonesia.