JawaPos.com - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Nezar Patria, menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi kecerdasan artifisial (AI) menjadi langkah penting untuk mendorong kemajuan sektor pertanian nasional.
"Adopsi teknologi terbaru, dalam hal ini artificial intelligence, sangat kritikal dan strategis untuk menopang pertumbuhan pertanian di Indonesia serta menjaga keberlanjutannya," ujar Wamen Nezar di Yogyakarta, Sabtu (11/4).
Ia menjelaskan bahwa AI menawarkan beragam manfaat bagi petani, mulai dari kemampuan mendeteksi hama dan penyakit tanaman, meningkatkan produktivitas lahan, hingga membantu otomatisasi dalam perawatan tanaman.
Baca Juga: Bollywood Berduka, Penyanyi Playback Legendaris India Asha Bhosle Meninggal Dunia pada Usia 92 Tahun
Selain itu, teknologi ini juga berperan dalam mengoptimalkan sistem distribusi serta melakukan analisis prediktif terkait ketersediaan pangan di masa mendatang.
Namun, Nezar menekankan bahwa penerapan AI tidak dapat berjalan maksimal tanpa dukungan infrastruktur telekomunikasi yang memadai. Menurutnya, sistem AI sangat bergantung pada aliran data yang membutuhkan jaringan internet berkualitas.
"AI ini bekerja dengan data. Dan data ditransfer melalui jaringan telekomunikasi. Karena itu infrastruktur telekomunikasi menjadi prasyarat di tingkat elementer, di tingkat fundamental," jelasnya.
Baca Juga: KPK Pamerkan Gepokan Uang Rp 335 Juta hingga Sepatu LV dari OTT Bupati Tulungagung
Sebagai upaya mendukung hal tersebut, pemerintah terus mempercepat pembangunan serta pemerataan jaringan telekomunikasi hingga menjangkau daerah-daerah terpencil, khususnya wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T).
Pemerintah juga berharap konektivitas yang merata dapat dimanfaatkan untuk mendorong ekonomi digital di daerah, memperkuat UMKM, serta meningkatkan akses pengetahuan dan keterampilan masyarakat.
Ke depannya, kolaborasi dengan perguruan tinggi akan terus diperkuat guna mengembangkan riset serta menghasilkan inovasi AI yang dikembangkan oleh talenta dalam negeri.