JawaPos.com - Tak bisa dipungkiri, kehadiran AI kini membuat banyak pekerjaan manusia lebih efektif dan efisien, termasuk dalam menulis. Namun, kecanggihannya justru menimbulkan tantangan baru, dimana pembaca sering kesulitan membedakan mana tulisan buatan manusia dan mana yang dihasilkan AI.
Bukan hanya pembaca, penulis pun menghadapi dilema serupa. Banyak yang kesulitan membuat tulisannya tetap terlihat alami dan berbeda dari gaya khas AI. Karena jika gagal, tulisan bisa dianggap kurang orisinal dan merusak kredibilitas, terutama bagi penulis profesional. Bagi mahasiswa atau penulis akademis, risiko karya tulis yang terlalu bergantung pada AI bisa ditolak mentah-mentah.
Karena itulah, penggunaan pendeteksi AI semakin dibutuhkan. Alat ini bukan hanya bermanfaat bagi pembaca seperti dosen yang ingin memverifikasi tulisan mahasiswanya, tetapi juga bagi penulis itu sendiri untuk mengevaluasi karyanya dan memastikan tidak terlalu bergaya AI.
Ada banyak pilihan alat cek AI, tapi inilah 10 rekomendasi terbaik dengan hasil paling akurat, terpercaya, dan gratis yang bisa digunakan untuk teks berbahasa Indonesia.
1. Isgen
Dikutip dari isgen.ai, model deteksi AI ini mendukung hingga 80 bahasa, termasuk bahasa Indonesia, sehingga tak heran jika sudah banyak digunakan oleh pendidik di seluruh dunia. Versi gratisnya hanya membatasi penggunaan hingga 12 ribu kata per bulan. Namun, jika membutuhkan kapasitas lebih besar atau fitur tambahan seperti unggah dokumen, tersedia opsi berbayar dengan harga mulai dari Rp38.800 per bulan.
2. ZeroGPT
ZeroGPT menjadi salah satu pendeteksi AI paling populer berkat tingkat akurasi tinggi serta dukungan multilingual, termasuk Bahasa Indonesia. Alat ini tidak hanya mampu mendeteksi teks buatan AI mulai dari ChatGPT hingga DeepSeek, tetapi juga dilengkapi fitur lain seperti AI summarizer (peringkas), AI paraphraser (pemparafrase), AI translator (penerjemah), hingga pengecek plagiarisme. Menariknya, ZeroGPT juga bisa langsung diintegrasikan dengan WhatsApp dan Telegram, sehingga lebih praktis digunakan sehari-hari.
3. Quillbot
Quillbot menawarkan keunggulan dengan fitur unggah dokumen serta humanizer atau pengubah teks agar terlihat lebih alami layaknya tulisan manusia, yang bisa diakses gratis, padahal fitur serupa biasanya hanya tersedia di paket berbayar platform lain. Selain itu, Quillbot juga mampu memberikan laporan mendalam mengenai penggunaan AI dalam teks yang dapat diunduh untuk analisis lebih lanjut.
4. GPTZero
Melalui laman resminya, GPTZero.me menyebut bahwa model AI mereka telah tersertifikasi dan digunakan oleh lembaga ternama dunia, termasuk The New York Times dan University of Virginia. Alat deteksi ini bekerja dengan memindai teks untuk menganalisis penggunaan AI, sekaligus membantu menemukan sumber asli guna menghindari plagiarisme. Selain itu, GPTZero juga memberikan saran perbaikan agar tulisan terlihat tidak terlalu buatan AI.
5. TurnItin
Meski lebih dulu dikenal sebagai pengecek plagiarisme, kini Turnitin juga menghadirkan fitur pendeteksi AI. Dengan reputasi yang kuat di kalangan akademisi, alat ini sangat cocok digunakan oleh dosen, mahasiswa sekolah menengah maupun perguruan tinggi, hingga peneliti dan publisher profesional.
6. Undetectable AI
Undetectable AI juga merupakan alat deteksi yang mampu mengenali tulisan buatan ChatGPT, Claude, DeepSeek, maupun teks asli manusia. Popularitasnya di kalangan media bisnis besar seperti Business Insider, Forbes, dan Buzzfeed menjadikannya pilihan tepat bagi para profesional untuk memverifikasi artikel jurnalisme, konten digital, email, hingga berbagai kebutuhan penulisan profesional lainnya.
7. Smodin
Dilansir dari smodin.io, AI detector ini mengklaim kemampuannya yang mencapai akurasi hingga 98% dalam mendeteksi tulisan AI, manusia, maupun campuran. Selain itu, alat ini juga menyediakan analisis per kalimat lengkap yang dapat diunduh untuk evaluasi lebih detail.
8. Copyleaks
Pendeteksi AI sekaligus plagiarisme ini memiliki dua fokus utama. Pertama, integrasi API untuk bisnis, dengan akurasi pengecekan AI hingga 99% dalam teks konten, sekaligus mengidentifikasi potensi pelanggaran hak cipta, mengelola konten, serta memverifikasi autentikasi kode sumber dan keamanan IP. Kedua, integrasi LMS di institusi pendidikan, yang berfungsi mendeteksi teks AI dengan membandingkannya pada publikasi yang ada, sekaligus mengidentifikasi tulisan yang sekadar parafrase tanpa nilai orisinalitas.
9. Originality.ai
Keunggulan Originality.ai tidak hanya terletak pada kemampuan mendeteksi teks AI dari tulisan yang ditempel atau dokumen yang diunggah. Pengguna juga bisa menganalisis seluruh situs web untuk mengetahui bagian mana yang mengandung konten AI. Fitur ini membuatnya sangat cocok bagi agensi pemasaran yang menangani banyak klien bisnis.
10. Winston AI
Dengan tingkat akurasi hingga 99,98%, pendeteksi AI ini mampu mengidentifikasi teks buatan model AI ternama seperti ChatGPT, Google Gemini, DeepSeek, dan lainnya. Tidak hanya digunakan oleh akademisi dan penulis, Winston AI juga bermanfaat dalam konten SEO dengan tujuan adalah membantu mencegah konten berbasis AI dengan kualitas rendah yang berpotensi menurunkan peringkat di mesin pencari hingga penalti.
Seiring kemajuan teknologi, konten buatan AI semakin sulit dibedakan dari karya manusia. Karena itu, penggunaan alat cek AI menjadi langkah penting bagi pembaca maupun penulis untuk menjaga kredibilitas dan orisinalitas tulisan.