← Beranda
20 Tahun Tertimbun Bangunan, Saluran Air di Bratang Surabaya Kini Dinormalisasi
Ardini Pramitha• Rabu, 23 September 2026 | 23.14 WIB
Pemkot Surabaya bongkar 21 bangunan yang berdiri di atas saluran selama 20 tahun. (Diskominfo Surabaya).

 

JawaPos.com - Sebanyak 21 bangunan liar di atas saluran air di Jalan Jalan Ngagel Nginden Gang Bengkok, kawasan Bratang, Surabaya atau belakang Pasar Bratang akhirnya dibongkar setelah 20 tahun berdiri. 

Setelah dibongkar, DSDABM Kota Surabaya melakukan normalisasi saluran agar kembali berfungsi seperti semula. 

Kepala Rayon Surabaya Selatan DSDABM Kota Surabaya Bagus mengatakan, proses normalisasi dimulai pada 20 September 2026. Saluran lama yang berada di bawah bangunan tersebut diketahui telah tertimbun selama hampir 20 tahun.

“Saluran lama yang sudah tertimbun hampir 20 tahun itu kami bongkar. Kedalamannya sekitar 70 sentimeter dan lebarnya sekitar satu meter,” kata Bagus, Rabu (23/9). 

Dari proses pengerukan, petugas mengangkut sekitar tujuh dump truck material sedimen, sementara lima dump truck lainnya proses pengangkutan. 

"Kalau dikalkulasi, sekitar 48 meter kubik sedimen yang ada di saluran tersebut,” ujarnya.

Normalisasi dilakukan sepanjang sekitar 150 meter di sisi selatan area yang ditertibkan. Bekas lantai bangunan atau warung yang sebelumnya menutup saluran juga dibongkar agar saluran dapat kembali berfungsi.

“Selain itu, penutup saluran yang mengalami kerusakan akan diganti menggunakan penutup beton pracetak atau precast,” katanya. 

Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asisten I) Kota Surabaya, Achmad Zaini mengatakan penertiban ini dilakukan setelah menerima aduan masyarakat melalui Hotline Lapor Cak Eri. 

Sebelum dibongkar, pihaknya melakukan sosialisasi dan pemberian peringatan kepada pemilik bangunan.

“Sudah kami lakukan sosialisasi, kemudian peringatan pertama dan peringatan kedua. Setelah itu, kami lakukan penertiban,” kata Zaini. 

Menurut Zaini, terdapat 21 stand atau bangunan di lokasi tersebut. Sebagian digunakan untuk berjualan makanan, sementara beberapa lainnya digunakan sebagai tempat penjualan burung.

Baca Juga: Diduga Akibat Genangan Air, Porsche Terperosok ke Saluran Air Tol Desari

“Dalam proses penertiban, sejumlah pemilik bangunan lainnya juga mulai membongkar secara mandiri dengan mendapat bantuan dari petugas Pemkot Surabaya,” jelasnya.

Zaini mengatakan, proses penertiban ditargetkan selesai dalam waktu sekitar satu pekan. Pemkot Surabaya juga menyiapkan lokasi alternatif bagi pedagang makanan dengan mengarahkan mereka ke sentra wisata kuliner di sekitar Kecamatan Gubeng.

“Kami minta satu minggu. Dalam waktu satu minggu ke depan kami harapkan saluran di bawah bangunan ini sudah bersih,” ujarnya.

 

EDITOR: Kuswandi