JawaPos.com - Aktivitas belajar mengajar baik di kampus 1 maupun kampus 2 Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya berhenti total setelah mahasiswa menyegel kedua gedung kampus tersebut.
Penyegelan tersebut dilakukan sebagai bentuk protes atas dilantiknya Prof. Akh Muzakki sebagai rektor untuk periode keduanya. Massa mahasiswa terus menyuarakan tuntutan agar sang rektor mundur dari jabatannya.
Dosen Fakultas Syariah dan Hukum UINSA Surabaya, Miftakhur Rokhman Habibi, menyatakan tidak keberatan meski proses belajar mengajar lumpuh total setelah dilakukannya penyegelan kampus oleh mahasiswa.
"Tidak (keberatan). Karena kondisi lagi gak kondusif. Daripada terjadi chaos," kata Miftakhur kepada JawaPos.com, Selasa (22/9).
Terlebih, kata dia, civitas akademika UINSA surabaya memang tidak menerima sang rektor yang terpilih tidak sah secara dukungan. Apalagi, yang bersangkutan disebutnya tengah tersandung masalah hukum di Kejati Jatim.
"Intinya sesuai dengan yang diberita-berita. Civitas akademik UINSA tidak menerima rektor yang dipilih karena tidak legitimate secara dukungan dan sedang terkena kasus hukum. Sedang dalam proses di kejaksaan," ujarnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, sejak Rabu (16/9) gelombang aksi penolakan Prof. Akh Muzakki sebagai Rektor UINSA Surabaya terus bergulir.
Baca Juga: Cetak Sejarah, UNISA Yogyakarta Kukuhkan Guru Besar Perempuan Pertama di Bidang Ilmu Kebidanan
Kelompok mahasiswa dari berbagai fakultas menggelar aksi menduduki rektorat, membakar ban bekas, hingga menyegel kampus. Rangkaian aksi mahasiswa ini pun membuat aktivitas belajar mengajar di kampus UINSA lumpuh total.