Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya Hidayat Syah mengatakan kecelakaan tersebut terjadi pada Senin (1/9) petang. Berdasarkan informasi yang diterimanya, pengendara diduga menabrak barrier seng yang telah dipasang sebagai pembatas area proyek.
“Jadi, mereka itu naik sepeda motor sore-sore, kalau tidak salah. Mungkin buru-buru atau apa. Dia memang menabrak atau menyenggol barrier barrier seng itu,” kata Hidayat dikonfirmasi Kamis (3/9).
Menurut Hidayat, keberadaan barrier tersebut merupakan bagian dari sistem Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lokasi proyek. Selain barrier, pihaknya memastikan tanda peringatan dan penerangan juga telah tersedia di sekitar area pekerjaan.
Hidayat menyebut pengendara tersebut tidak langsung terperosok ke dalam lubang. Melainkan terlebih dahulu menabrak pembatas proyek hingga akhirnya terjatuh ke area galian. “Kalau plung itu kan beda. Ini ketemper, menabrak barrier, kemudian jatuh,” jelasnya. Korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhakti Dharma Husada (RSBDH) untuk mendapatkan perawatan.
Hidayat menduga kecelakaan tersebut lebih berkaitan dengan kondisi pengendara saat melintas di lokasi. Namun, pihaknya tidak ingin berspekulasi mengenai penyebab pasti kecelakaan tersebut.
Dia mengimbau masyarakat lebih berhati-hati ketika melintas di sekitar lokasi proyek yang sedang dikerjakan Pemkot Surabaya. Menurutnya, aktivitas pembangunan saluran drainase memang membutuhkan ruang kerja dan dapat menimbulkan kondisi berbeda selama proses pengerjaan.
“Kami menghimbau, mohon maaf, hati-hati kalau ada kegiatan proyek kita di situ,” tuturnya. Hidayat menjelaskan, proyek drainase tersebut merupakan bagian dari upaya Pemkot Surabaya mengatasi persoalan genangan di kawasan Satelit Utara.
Pembangunan saluran dilakukan untuk mengoptimalkan aliran air sehingga genangan di kawasan tersebut dapat dikurangi.“Di situ kan juga kawasannya genangannya cukup ada genangan. Jadi kami harus mengonekkan saluran supaya nanti di situ tidak ada genangan,” katanya.
Dia menambahkan, pekerjaan infrastruktur dilakukan secara bertahap dan terdapat sejumlah tahapan yang membuat kondisi di lapangan berubah selama proyek berlangsung.“Pekerjaan kami kan juga berproses, ada saat-saat puncaknya,” pungkas Hidayat.