JawaPos.com — Satu pesan di handphone membuat Puryani buru-buru meluncur ke Ponpes Manba’ul Hikam, Putat, Tanggulangin, Sidoarjo, pada Selasa (1/9).
Ia mendapat kabar bahwa buah hatinya, Muhammad Zaidan Maulana Ihsan, diduga mengalami keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kabar tersebut membuat Puryani tak ingin menunggu lebih lama untuk memastikan kondisi anaknya secara langsung.
Wali santri Zaidan itu segera menuju lokasi setelah mengetahui ada kejadian dugaan keracunan yang menimpa ratusan santriwan dan santriwati pada Selasa (1/9) siang.
Baca Juga: 35 Santri Keracunan MBG Masih Dirawat di RS Siti Hajar Sidoarjo
“Cuma lihat dari HP, ada informasi kalau di pondok itu ada kejadian keracunan itu,” ujarnya kepada JawaPos.com, Rabu (2/9).
“Terus saya langsung meluncur di pondok, langsung ke situ, lihat kondisi anaknya,” lanjut Puryani saat menceritakan momen dirinya mencari sang anak di tengah situasi darurat tersebut.
Belakangan, santri berusia 18 tahun yang duduk di kelas 12 itu dirawat di RS Siti Hajar Sidoarjo dan kondisinya mulai membaik.
Bagaimana Puryani Mendapat Kabar Anak Diduga Keracunan MBG?
Puryani mengetahui kejadian tersebut melalui informasi yang muncul di handphonenya, lalu segera bergerak menuju Ponpes Manba’ul Hikam untuk memastikan kondisi anaknya.
Saat tiba di lokasi, dia melihat penanganan terhadap para santri sudah dilakukan oleh pihak pondok bersama petugas yang tersedia.
Baca Juga: 516 Santri-Siswa Keracunan MBG di Sidoarjo: 427 Pulang, 88 Masih Dirawat
Situasi tersebut membuat Puryani sedikit lega karena pertolongan awal sudah dilakukan dengan cepat sebelum para santri mendapat penanganan lebih lanjut di rumah sakit.
Ambulans juga sudah disiagakan di lokasi untuk membantu proses evakuasi santri yang membutuhkan pemeriksaan medis.
“Alhamdulillah penanganannya itu langsung cepat di sana, ambulans-ambulans sama pengurus sama pengasuh-pengasuh semua itu sudah standby menangani pertolongan pertama malahan, sangat bagus,” kata perempuan usia 45 tahun tersebut.
Puryani juga menyaksikan langsung bagaimana pengurus dan pengasuh pondok ikut bergerak menangani para santri yang mengalami keluhan setelah menyantap menu MBG.
Respons cepat tersebut menjadi hal yang paling dia syukuri ketika datang ke pondok untuk mencari anaknya.
Baca Juga: BGN Hentikan Sementara Operasional SPPG Kalitengah Sidoarjo Imbas Keracunan MBG
Kapan Muhammad Zaidan Dirawat di RS Siti Hajar?
Muhammad Zaidan Maulana Ihsan kemudian dibawa ke RS Siti Hajar Sidoarjo dan masuk untuk mendapatkan penanganan medis pada Selasa (1/9) malam.
Puryani menyebut anaknya tiba di rumah sakit setelah waktu Isya, dan lebih dulu menjalani pemeriksaan di instalasi gawat darurat (IGD).
“Kemarin (masuk ke RS Siti Hajar), Selasa (1/9) habis Isya, Mas,” jelas Puryani.
Begitu tiba di IGD, kondisi Zaidan diperiksa oleh tim medis untuk menentukan langkah penanganan berikutnya.
Menurut Puryani, bila kondisi pasien dinilai baik, santri bisa diperbolehkan pulang, sedangkan pasien yang membutuhkan pemantauan lebih lanjut akan diarahkan untuk menjalani rawat inap.
Baca Juga: Daftar Menu MBG yang Dikonsumsi 293 Santri Manbaul Hikam Sidoarjo Sebelum Keracunan
“Iya, di IGD dulu, terus dilihat, ya, terus kondisinya kalau katanya kondisinya baik, suruh pulang. Kalau perlu apa itu inap, ya, disuruh inap,” tuturnya.
Zaidan menjadi salah satu santri yang akhirnya menjalani perawatan di RS Siti Hajar Sidoarjo setelah mengalami keluhan kesehatan.
Penanganan di rumah sakit dilakukan setelah sebelumnya para santri mendapat pertolongan awal di lingkungan pondok.
Kondisi Zaidan Makin Membaik
Kondisi Muhammad Zaidan Maulana Ihsan dilaporkan mulai membaik setelah mendapatkan perawatan di rumah sakit.
Puryani mengungkapkan, putranya sempat mengalami lemas sebelum mendapatkan cairan melalui infus.
Baca Juga: Wes Ndang Lekas Pulang, Doa Wabup Sidoarjo Mimik Idayana ke Santri Keracunan MBG
“Alhamdulillah sekarang sudah lebih baik. Cuman kemarin memang agak lemes gitu anaknya, terus langsung dikasih infus. Habis dua itu langsung agak mendingan,” ungkap Puryani soal kondisi anaknya sekarang.
Meski kondisi anaknya sudah membaik, Puryani masih menunggu pemeriksaan lanjutan dari pihak rumah sakit untuk memastikan langkah perawatan berikutnya.
Hingga Rabu (2/9), belum ada informasi lanjutan mengenai apakah Zaidan sudah dapat menjalani rawat jalan atau masih membutuhkan perawatan di rumah sakit.
“Belum, ya (informasi rawat jalan), maksudnya masih belum ada pemeriksaan kedua itu,” ujar Puryani.
Kisah Puryani menjadi gambaran kekhawatiran wali santri ketika mendapat kabar anaknya terdampak dugaan keracunan MBG di lingkungan pondok.
Baca Juga: Update! Total 83 Santri Diduga Korban Keracunan MBG Dirawat di RS Siti Hajar Sidoarjo
Di tengah kepanikan akibat ratusan santri dan santriwati yang harus mendapat penanganan medis, Puryani memilih langsung datang untuk memastikan kondisi putranya secara langsung.
Sementara itu, kondisi kesehatan ratusan santri Ponpes Manba’ul Hikam dilaporkan mulai membaik pada Rabu (2/9).
Sebagian santri yang sebelumnya menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit di Sidoarjo bahkan sudah diperbolehkan pulang setelah kondisi mereka dinilai membaik.
Kejadian dugaan keracunan tersebut bermula setelah para santri mengonsumsi menu MBG pada Selasa (1/9) siang.
Para santri yang mengalami keluhan kemudian mendapat pertolongan dan dibawa ke sejumlah rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan serta perawatan medis sesuai kondisi masing-masing.
Baca Juga: 293 Santri Keracunan MBG, Bupati Sidoarjo Subandi Pastikan Tidak Ada Korban Tewas
Bagi Puryani, cepatnya penanganan di pondok dan rumah sakit menjadi hal penting di tengah kekhawatiran dirinya sebagai orang tua.
Kini, dia masih menunggu pemeriksaan berikutnya sambil memastikan kondisi Muhammad Zaidan Maulana Ihsan terus membaik setelah menjalani perawatan.